Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong akhirnya merilis secara resmi daftar pemain yang akan dibawanya ke gelaran Piala Asia 2023. Melalui laman resmi federasi, pssi.org pada 4 Januari 2024, pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut telah memilih 26 nama untuk skuat final turnamen.
Uniknya, dua nama yang dicoret oleh coach Shin dari daftar skuat final, satu di antaranya telah ramai diprediksi oleh para warganet. Laman pssi.org melansir, dua nama yang dicoret oleh STY dua-duanya merupakan pemain tengah, yakni Adam Alis Setyano dari Borneo FC serta Arkhan Fikri dari Arema.
Khusus untuk Adam Alis, para pencinta sepak bola nasional telah ramai memperbincangkan dan memprediksikannya jauh-jauh hari. Para suporter Timnas Indonesia yang mengikuti perjanalanan Pasukan Merah Putih di pemusatan latihan ini, sempat merasa heran ketika coach Shin memanggil pemain tengah berusia 30 tahun tersebut.
Banyak yang merasa lebih banyak pemain yang bisa menempati posisi di lapangan tengah Timnas Indonesia daripada pemain yang satu ini. Terlebih, selama beberapa kali memperkuat Timnas Indonesia, Adam Alis belum bisa memberikan penampilan yang memikat, dan tak lebih menonjol dari para pemain lainnya.
Satu lagi pemain yang dicoret oleh coach Shin adalah gelanda muda asal Arema, Arkhan Fikri. Alasan mengapa Arkhan Fikri dicoret dari skuat final Piala Asia 2023 kemungkinan besar lebih dikarenakan banyaknya stok gelandang tengah yang dimiliki oleh Pasukan Garuda.
Jika kita menyadur laman transfermarkt.com (4/1/2024), saat Ini di posisi gelandang tengah bercokol nama-nama tenar berkualitas seperti Marc Klok, Ivar Jenner, Marselino Ferdinan dan Ricky Kambuaya.
Untuk saat ini, Arkhan Fikri tentu masih kesulitan untuk bisa bersaing dengan mereka, sehingga sangat tepat jika dirinya untuk sementara harus tersisihkan terlebih dahulu.
Skuat Final Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
- Syahrul Trisna - Persikabo
- Muhamad Riyandi - Persis Solo
- Ernando Ari - Persebaya Surabaya
- Justin Hubner - Wolverhampton
- M. Edo Febriansah - Persib Bandung
- Wahyu Prasetyo - PSIS Semarang
- Rizky Ridho - Persija Jakarta
- Jordi Amat - Johor Darul Tazim FC
- Elkan Baggott - Ipswich Town
- Sandy Walsh - KV Mechelen
- Shayne Pattynama - Viking FK
- Asnawi Mangkualam - Jeonnam Dragons
- Pratama Arhan - Tokyo Verdy
- Saddil Ramdani - Sabah FC
- Marc Klok - Persib Bandung
- Ricky Kambuaya - Dewa United
- Witan Sulaeman - Persija Jakarta
- Egy Maulana - Dewa United
- Yakob Sayuri - PSM Makassar
- Marselino Ferdinan - KMSK Deinze
- Ivar Jenner - Jong Utrecht
- Hokky Caraka - PSS Sleman
- Ramadhan Sananta - Persis Solo
- Dendy Sulistyawan - Bhayangkara Presisi FC
- Dimas Drajad - Persikabo
- Rafael Struick - ADO Den Haag
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Profil Ahmed Ekrawa, Kapten Libya yang Kecup Pratama Arhan Sekaligus Acak-acak Timnas Indonesia
-
Malaysia Pakai 14 Pemain Keturunan dan Naturalisasi di Piala Asia 2023, Lebih Banyak Ketimbang Timnas Indonesia
-
Thiago Silva dan Sergio Busquets Jadi Panutan Iqbal Gwijangge
-
Permintaan Indra Sjafri, Iqbal Gwijangge Siap Jadi Gelandang Jangkar Timnas Indonesia U-20
-
Messi dari Thailand Cedera, Tim Gajah Perang Pincang ke Piala Asia 2023
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Generasi Muda Harus Melek Tradisi: Bagaimana Topeng Blantek Tetap Eksis?
-
Kontroversi Uan Juicy Luicy: Mengapa Humor Misoginis Tak Boleh Dimaklumi
-
Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk
-
Masjid Lawang Songo, Jejak Arsitektur Jawa yang Tetap Terjaga di Lirboyo