Laga perdana antara timnas Indonesia kontra Irak di grup D Piala Asia 2023 tinggal menghitung hari. Dilansir dari laman resmi AFC , skuad garuda akan menghadapi Irak pada Senin (15/1/2024) esok. Target mencuri minimal 1 poin di laga nanti merupakan target yang ingin diraih oleh Shin Tae-yong dan skuad garuda.
Tentunya seluruh punggawa timnas Indonesia yang terpilih masuk ke dalam 26 nama skuad yang dibawa ke Qatar akan membuktikan kelayakan mereka membela timnas Indonesia, termasuk bek kiri skuad garuda, Pratama Arhan.
Dilansir dari laman resmi PSSI, bek kiri berusia 22 tahun tersebut mengungkapkan rasa syukurnya karena kembali diberi kepercayaan oleh Shin Tae-yong untuk masuk ke dalam skuad garuda di ajang Piala Asia 2023 di Qatar.
“Alhamdulillah, coach Shin (Tae-yong) kasih kepercayaan ke saya, jadi saya harus bisa kasih yang terbaik juga untuk Timnas Indonesia. Saya harus lebih kerja keras untuk kasih hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Pratama Arhan.
Sejak melakoni debut untuk timnas Indonesia senior di tahun 2021 silam, mantan punggawa klub Jepang, Tokyo Verdy ini memang hampir tidak pernah absen dalam setiap laga timnas Indonesia.
Bahkan, dirinya menjadi salah satu pemain yang memiliki caps terbanyak bagi timnas Indonesia saat ini, yakni 38 penampilan di semua ajang.
Pratama Arhan tentunya diharapkan dapat menjadi salah satu pemain yang memberikan efek positif bagi timnas Indonesia saat kontra tim-tim kuat di grup D, seperti Irak, Vietnam, dan Jepang.
Pratama Arhan Sebut dalam Kondisi Baik Jelang Hadapi Irak
Jelang hadapi Irak pada Senin pekan depan, tentunya diharapkan seluruh punggawa timnas Indonesia berada dalam kondisi terbaiknya.
Laga perdana kontra Irak ini akan menjadi salah satu pertandingan kunci dari lolos tidaknya skuad garuda dari grup D Piala Asia. Dilansir dari laman resmi PSSI, Pratama Arhan mengaku tengah dalam kondisi yang cukup baik jelang laga kontra Irak nanti.
“Persiapan saya pribadi sangat baik, terus kondisi saya juga sangat baik sekarang. Saya juga akan ikuti instruksi dari coach Shin Tae-yong. Kami melakukan persiapan untuk Piala Asia juga dengan sangat baik, semoga di pertandingan nanti kami bisa menghasilkan yang terbaik. Lalu, kendala pasti ada. Jadi kita perbaiki satu per satu kendala itu,” imbuhnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Mental Tangguh Berbicara! Asnawi Jadi Bek Kanan Termahal di Liga Thailand
-
Masuk Grup Neraka Babak Kualifikasi, Indonesia Bakal Susah ke Piala Asia U-17?
-
Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru
Artikel Terkait
-
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Hari Ini, Liga Inggris Hingga Piala Asia 2023
-
Piala Asia 2023: Shin Tae-yong Pasti Punya Alasan Kuat Coret Saddil Ramdani dari Timnas Indonesia
-
Hasil Piala Asia 2023: Qatar Pesta Gol di Laga Pembuka, Lebanon Jadi Korban Pertama Sang Juara Bertahan
-
Masih Disayang Shin Tae-yong, Pratama Arhan Janji Tampil Habis-habisan Bersama Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
-
Shin Tae-yong Yakin Menang, Begini Kondisi Menyedihkan Timnas Vietnam di Piala Asia 2023
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien
-
Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?