Skuat Indonesia dan Jepang akan saling berhadapan di match day terakhir fase penyisihan grup D. Menurut jadwal, Pasukan Merah Putih dan The Samurai Blue akan bentrok pada Rabu, 24 Januari 2024 di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar.
Menghadapi Jepang sudah bisa dipastikan bukan sebuah perkara yang mudah bagi Timnas Indonesia. Secara sejarah, Tim Asia Timur tersebut lebih sering unggul kala bersua Pasukan Garuda.
Pun demikian dengan statistik kedua kesebelasan, Indonesia terlihat lebih inferior dari sang calon lawan yang bakal dihadapi. Meski demikian, dalam beberapa hal, Timnas Indonesia ada unggulnya juga.
Nah, penasaran dengan perbandingan kekuatan kedua kesebelasan? Mari kita bahas bersama!
1. Peringkat Kedua Kesebelasan
Perbandingan pertama tentu peringkat kedua kesebelasan. Tak perlu diragukan lagi pun dipertanyakan, peringkat Jepang sangat jauh berada di atas Indonesia. Terbaru, dari laman fifa.com merilis, Jepang saat ini berada di posisi 17 dunia, sementara Indonesia berada di urutan 142 FIFA.
2. Harga Skuat
Perbandingan kedua dari kedua kesebelasan adalah mengenai harga skuat yang dibawa masing-masing pelatih. Menyadur laman transfermarkt.com (23/1/2024), total harga skuat Timnas Indonesia saat ini berada di angka Rp154,7 miliar, sementara Jepang, berada di kisaran harga Rp5,5 triliun.
Berapa kali lipat ya itu?
3. Pemain Termahal
Selain kalah telak di total harga skuat, Timnas Indonesia juga kalah dalam hal pemain termahal di skuat. Sejauh ini, pemain paling mahal yang dimiliki Indonesia adalah Sandy Walsh yang memiliki harga pasaran Rp26 miliar, sementara di kubu Jepang, pemain termahal mereka adalah Takefusa Kubo yang harganya mencapai satu triliun rupiah.
4. Partisipasi di Piala Asia
Laman the-afc.com mencatat, edisi 2023 adalah kali kelima Timnas Indonesia berpartisipasi di putaran filan Piala Asia. Sementara Jepang, hingga bergulirnya edisi 2023 ini, Tim Samurai Biru tercatat telah berpartisipasi sebanyak 10 kali gelaran, dengan empat kali menjadi juara di edisi 1992, 2000, 2004 dan 2011.
5. Rerata Usia
Berbeda dengan tiga statistik sebelumnya, Timnas Indonesia justru terbilang unggul dalam hal rerata usia. Laman transfermarkt menginformasikan bahwa saat ini, skuat yang dibawa oleh coach STY memiliki rataan usia di angka 24,5 tahun dan lebih muda dari skuat Jepang yang memiliki rataan usia di angka 26,2 tahun.
Memang sih, agak mengerikan jika membandingkan statistik kedua kesebelasan ini. Tapi perlu diingat, ada banyak kejutan dalam pertandingan sepak bola bukan?
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
2 Laga Piala Asia 2023 Ini Tentukan Nasib Timnas Indonesia ke 16 Besar
-
Lawan Jepang, Momentum Ernando Ari Samai Rekor Legenda Timnas Indonesia!
-
Profil Zion Suzuki, Kiper Jepang yang Remehkan Lemparan Jarak Jauh Pratama Arhan
-
Biodata dan Pekerjaan Zhafira Erawan, Gadis Cantik yang Foto dengan Shayne Pattynama di Qatar
-
Ranking FIFA Menjanjikan Timnas Indonesia Jika Bisa Tahan Imbang Jepang
Hobi
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
Terkini
-
Ulasan Love in Contract: Menguji Arti Komitmen Lewat Bisnis Nikah Kontrak
-
Tren Renting Generation: Mengapa Anak Muda Pilih Sewa Dibanding Setor KPR?
-
Sinopsis Akka, Series Kriminal India Terbaru Radhika Apte di Netflix
-
Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan