Grand Prix Austria yang berlangsung akhir pekan kemarin menghadirkan cerita menarik, terutama bagi tim tuan rumah, Red Bull Racing.
Balapan ini menjadi momen penting bagi para pembalap mereka, termasuk Max Verstappen yang datang dengan harapan tinggi untuk menaklukkan sirkuit kebanggaan Red Bull tersebut.
Verstappen sendiri merupakan pembalap paling dijagokan di Red Bull Ring, di sini dia telah meraih 4 kali kemenangan dan 8 podium selama kariernya di Formula 1.
Namun sayangnya, penampilan Verstappen tidak seimpresif biasanya sejak sesi kualifikasi digelar. Ia gagal menembus front row dan harus puas memulai balapan dari posisi ketujuh.
Saat balapan dimulai, Verstappen sempat menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Ia langsung tancap gas menyalip beberapa pembalap di depannya. Namun, ketika memasuki tikungan ketiga di lap pertama, terjadi insiden yang tak terelakkan.
Mobil Verstappen bersenggolan dengan mobil Mercedes yang dikendarai Kimi Antonelli. Tabrakan ini membuat mobil keduanya mengalami kerusakan dan memupuskan peluang Verstappen untuk meraih hasil maksimal di kandang sendiri.
Yang menarik, reaksi Verstappen usai insiden tersebut justru di luar dugaan. Jika biasanya ia terkenal meledak-ledak dan mudah terbakar emosi ketika terlibat kecelakaan, kali ini ia tampil sangat tenang.
Verstappen menilai bahwa kesalahan tersebut adalah hal wajar yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Antonelli yang masih muda dan minim pengalaman.
Sikap dewasa Verstappen ini pun menuai pujian, karena ia terlihat jauh lebih bijak menanggapi situasi buruk tanpa perlu menyalahkan lawan balapnya secara berlebihan.
"Saya hanya bertanya apa yang terjadi karena dialah satu-satunya orang yang ada di sana bersama saya, dengan rodanya yang tergantung. Jadi, saya seperti.. yah, saya cuuo yakin dia menabrak saya. Lalu saya melihat rekamannya begitu saya kembali. Maksud saya, setiap pembalap pernah melakukan kesalahan seperti itu dalam karier mereka. Dan juga, Kimi adalah pembalap dengan bakat yang besar. Jadi, dia belajar dari itu dan itu semua baik-baik saja," ujar Verstappen, dilansir dari laman Motorsport.
Tak hanya itu, itikad baik yang ditunjukkan oleh Kimi Antonelli yang mendatangi Verstappen usai kecelakaan juga mendapat respon yang positif dari pembalap asal Belanda tersebut.
Sementara itu, Stewards memutuskan untuk menjatuhi Kimi hukuman penalti 3 grid pada GP Inggris yang akan dilaksanakan minggu depan karena dianggap menjadi pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Pembalap berumur 18 tahun itu pun mengakui kesalahannya dan merasa menyesal karena telah menyebabkan keduanya mengalami gagal finis bahkan saat balapan baru dimulai.
"Saya sangat menyesal kepada tim dan juga kepada Max. Ini kesalahan besar. Sekarang kami harus terus maju dan fokus ke Silverstone. Penting untuk kembali dan melakukan apa yang saya lakukan di Kanada," ujar Kimi, dilansir dari laman Crash.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan bahwa dia sudah meminta maaf kepada Verstappen atas insiden ini, tepat setelah kecelakaan tersebut.
"Saya langsung minta maaf. Saya tahu itu sepenuhnya salah saya. Saya hanya merasa menyesal karena saya mengakhiri balapan saya dan balapannya," tambahnya.
Di sisi lain, usai keluar dari balapan, alih-alih menonton kembali balapan seperti yang biasa dilakukan para driver yang DNF, Max lebih memilih untuk melihat ajang balap Spa 24.
Max Verstappen sendiri saat ini berada di urutan ketiga klasemen sementara, dengan torehan poin sebanyak 155 angka. Dengan gap 61 poin dari Oscar Piastri yang saat ini sedang memimpin, harapan Verstappen untuk mempertahankan gelar juara dunianya musim ini tampaknya semakin menipis.
Tag
Baca Juga
-
Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?
-
Sering Terlupakan! Ini 10 Profesi Penting di Balik Layar Piala Dunia 2026
-
5 Fitur HP Ini Bisa Kurangi Mata Lelah saat Nonton Piala Dunia, Sudah Tahu?
-
Berani Teken Kontrak 4 Tahun, Pecco Bagnaia Percaya dengan Proyek Aprilia
-
MotoGP Belanda 2026: Sengit, Jorge Martin Ambil Alih Pimpinan Klasemen!
Artikel Terkait
-
Jadwal F1 GP Austria 2025, Siapa yang Akan Berkuasa di Red Bull Ring?
-
Siapa Veda Ega Pratama? Pembalap Asal Gunungkidul yang Jadi Juara di Italia
-
Veda Ega Pratama Juara Red Bull Rookies Cup 2025, Bakalan Dapat Rolex?
-
Jadwal Formula 1 GP Kanada 2025, Max Verstappen Tak Boleh Lakukan Kesalahan
-
Pabrik Truk Mercedes-Benz Diresmikan di Cikarang, Menperin: Indonesia Strategis
Hobi
-
Harry Kane CS Harus Waspada, RD Kongo Punya Ambisi Lolos Babak 16 Besar
-
Takluk dari Meksiko, Ekuador Gagal Ulang Sejarah Indah 20 Tahun Silam
-
Kisah Inspiratif Achraf Hakimi: Anak Pedagang yang Sukses di Sepak Bola
-
Lolos Dramatis, Norwegia Siap Tantang Brasil di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Piala Dunia 2026: Lolos ke 16 Besar, Norwegia Ulang Sejarah 28 Tahun Silam
Terkini
-
Budget Cuma Rp30 Ribuan? Ini 4 Sunscreen Cica Murah untuk Kulit Berjerawat
-
About 7 Memories: Sebuah Potret Persaudaraan Toksik yang Menghancurkan Jiwa
-
Membongkar Borok Kerja Kelompok yang Cuma Bikin Jinak Si Pemalas
-
Pertemanan di Era Media Sosial: Dekat Secara Online, Jauh di Dunia Nyata
-
Bisakah Komedi Menggantikan Buku Sejarah? Ini Pendapat Saya Setelah Menonton Serial Larry David