Setelah hengkangnya Carlos Fortes menjelang bergulirnya lanjutan BRI Liga 1 musim 2023/2024, PSIS Semarang kini tengah dipusingkan dengan permasalahan lini serang.
Meskipun memiliki beberapa stok pemain depan, namun Laskar Mahesa Jenar masih membutuhkan sosok pendobrak di lini depan sekaliber Fortes.
Di tengah upaya mendatangkan striker yang berkualitas ke tubuh PSIS, berhembus kabar jika klub yang bermarkas di Kota Lumpia tersebut menyatakan minat dan ketertarikannya kepada Joel Kojo.
Berniat Datangkan Joel Kojo
Menyadur unggahan akun TikTok argulfootballclub pada Sabtu (3/2/2024), Yoyok Sukawi selaku petinggi klub asal Semarang tersebut secara gamblang menyatakan ketertarikannya untuk mendatangkan bintang asal Kirgistan.
"Loh, dia juga salah satu pahlawan Timnas. Coba sini yang kenal, kenalkan dia ke saya. Siapa tahu cocok," ujar yoyok Sukawi.
Tak hanya itu, dalam pandangan Yoyok, pemain berusia 25 tahun tersebut juga memiliki gaya permainan yang cocok dengan PSIS Semarang.
"Dia juga mainnya ngotot dan punya kecepatan. Pasti cocok dengan PSIS. Kita sudah komunikasi sebetulnya," imbuhnya.
Jika niatan PSIS Semarang untuk mendatangkan Joel Kojo menjadi sebuah kenyataan, maka hal tersebut akan menjadi sebuah apresiasi tersendiri bagi sang pemain.
Pasalnya, Joel Kojo memiliki andil dalam kesuksesan Timnas Indonesia menciptakan sejarah menembus babak 16 besar Piala Asia untuk kali pertama sepanjang sejarah keikutsertaan.
Melansir laman the-afc.com (25/1/2024) Joel Kojo disebut-sebut menjadi pahlawan kelolosan Timnas Indonesia ke fase gugur gelaran.
Pasukan Merah Putih yang kala itu berada di ambang kegagalan karena menempati posisi keempat dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik, menggantungkan nasibnya pada pertandingan antara Kirgistan melawan Oman.
Kala itu, Timnas Indonesia bisa melaju ke babak 16 besar gelaran jika pertarungan antara Kirgistan melawan Oman berakhir dengan skor imbang. Dan hampir saja skenario tersebut gagal terlaksana.
Oman yang menyadari bahwa kemenangan akan membawa mereka melaju ke fase gugur, tampil dominan dan unggul di menit ke-8 melalui Al-Ghassani.
Beruntung, Joel Kojo yang saat ini tengah diminati oleh PSIS Semarang menjadi penyelamat Timnas Indonesia dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-80.
Sebuah gol yang pada akhirnya membawa Indonesia lolos, dan membuat Joel Kojo disebut-sebut sebagai pahlawan kelolosan Timnas Indonesia ke 16 besar.
Kira-kira, bakal terlaksana atau tidak nih niatan PSIS Semarang datangkan Joel Kojo?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Ditinggal Carlos Fortes, PSIS Semarang Tetap Fokus Jalani BRI Liga 1
-
Hasil BRI Liga 1: PSM Makassar Gilas Persita Tangerang 4-0
-
Hasil BRI Liga 1: Persebaya Surabaya Tekuk Bhayangkara FC di GBT
-
Mantan Pemain Juventus Catatkan Gol Perdana di Persib Bandung, Tapi Gagal Menang
-
Hasil BRI Liga 1: Persib Bandung Ditahan Imbang Persis Solo 2-2 di GBLA
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus
-
Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians
-
Sering Dianggap Remeh, Segini Mahalnya Biaya Menjadi Perempuan Setiap Bulan
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern
-
Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender