Rentetan kejutan di gelaran Piala Asia 2023 tampaknya belum berkesudahan hingga babak empat besar gelaran. Pada pertandingan yang mempertemukan antara raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan dan Yordania, pertarungan tersebut justru berakhir di luar prediksi banyak kalangan.
Bagaimana tidak, pada pertarungan yang dihelat di Ahmad bin Ali Stadium, Al Rayyan pada Selasa (6/2/2024), Yordania yang berstatus sebagai tim underdog, berhasil mengalahkan Korea Selatan yang sejatinya adalah tim papan atas di benua Asia ini.
Menyadur laman the-afc.com pada 6 Februari 2024, Yordania yang tak diunggulkan, berhasil mengandaskan Taeguk Warrior dengan skor cukup meyakinkan, dua go tanpa balas. Dari laman yang sama, terkonfirmasi bahwa dua gol kemenangan tim asal Asia Barat tersebut diciptakan oleh Yazan Al Naimat pada menit ke-53, dan Mousa Al Taamari di menit ke-66.
Tumbangnya Korea Selatan di babak empat besar turnamen ini juga menjadi sebuah penanda berlanjutnya kejutan yang diciptakan oleh Yordania. Sebelum gelaran ini dimulai, Yordania sejatinya bukanlah tim yang diunggulkan oleh banyak pihak.
Hal ini tentu tak lepas dari sejarah keikutsertaan negara ini di turnamen sepak bola antar negara level tertinggi di benua Asia ini. Menyadur laman resmi AFC, Yordania yang baru lima kali ini ikut serta di putaran final Piala Asia, mencatatkan prestasi terbaik mereka dengan mencapai babak perempat final di edisi 2004 dan 2011, sebelum memperbaikinya di turnamen kali ini dengan mencapai puncak turnamen.
Bahkan, dalam empat penyelenggaraan sebelumnya, Yordania belum sekalipun mampu melangkah dari babak delapan besar, hingga pada akhirnya membuat kejutan sangat besar di edisi kali ini.
Tak main-main, untuk menggapai fase final kejuaraaan ini, lawan Timnas Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia itu menyingkirkan lawan-lawan mereka yang berstatus tim kelas atas benua ini seperti Irak di babak 16 besar dan yang terbaru adalah Korea Selatan di babak semifinal.
Dengan melaju ke partai puncak gelaran, Yordania kini masih berpeluang untuk menciptakan satu kejutan lagi. Kini, mereka tinggal menunggu lawan di final kejuaraan, di mana jika mereka mampu memenanginya, mereka bisa menciptakan kejutan yang jauh lebih besar lagi.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Jurgen Klinsmann Digaji 2 Kali Lebih Mahal dari Shin Tae-yong, Tapi Korea Selatan Gagal Juara Piala Asia 2023
-
Timnas Indonesia U-23 Bakal Tampil di Piala Asia, Prioritas Utama PSSI Tetap Tim Senior
-
2 Kejutan Besar di Piala Asia 2023, Salah Satunya Masih Berlanjut Sampai saat Ini
-
Rekor Gila Iran di 5 Kali Pertandingan Melawan Qatar, Mudah Lolos Final Piala Asia 2023?
-
Kisah Dramatis Timnas Yordania Sanggup Kalahkan Korea Hingga Lolos ke Final Piala Asia 2023
Hobi
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
Terkini
-
Arsip Angin dan Janji yang Tertunda
-
Bukan Sekadar Nyanyi dan Tepuk Tangan: Sisi Lain Perjuangan Menjadi Guru TK
-
Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?
-
Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les