Laga lanjutan babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran kedua antara Indonesia melawan Vietnam berakhir dengan kebahagiaan tuan rumah. Menyadur laman Suara.com pada Kamis (21/3/2024), gol semata wayang seorang Egy Maulana Vikri sukses mengantarkan Pasukan Merah Putih mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Tak hanya menang secara skor, ternyata statistik pertandingan yang melibatkan kedua kesebelasan juga memihak kepada kubu tuan rumah. Sudah tahu, anak asuh Shin Tae-yong tersebut unggul dalam hal apa saja? Mari kita ulas!
1. Ball Possesion dan Penyerangan.
Selain unggul dalam mencetak gol, ternyata Timnas Indonesia juga unggul dalam hal ball possesion dan penyerangan. Menyadur laman lapangbola.com pada Kamis (21/3/2024), Pasukan Merah Putih tercatat menguasai 55 persen jalannya pertandingan, berbanding 45 persen milik Vietnam.
Tak hanya itu, dari sisi tembakan, Pasukan Tuan Rumah juga tercatat unggul. Melansir unggahan akun Instagram @lapangbola, selama pertandingan Ivar Jenner dan kolega meluncurkan 8 tembakan, dengan 6 di antaranya mengarah ke gawang.
Sementara Vietnam, sepanjang laga hanya mengirimkan 6 tembakan saja, dengan satu di antaranya mengarah ke gawang.
2. Umpan dan Distribusi Bola
Hal kedua yang menandakan keunggulan mutlak kubu tuan rumah atas tim tamu adalah perhitungan umpan dan distribusi bola. Selama 90 menit pertandingan berjalan, Pasukan Garuda melepaskan 294 umpan sukses dari 382 yang dilakukan, sementara kubu Vietnam, hanya mampu melepaskan 237 umpan sukses dari 413 percobaan
Jika dipersentasekan, maka Timnas Indonesia melakukan 76 persen distribusi bola yang sukses, berbanding Vietnam yang berada di angka 75 persen.
3. Penciptaan Peluang dan Intersep
Hal ketiga yang membuat kubu tuan rumah menang telak pada pertandingan melawan Vietnam adalah statistik terkait penciptaan peluang dan intersep. Dalam 90 menit permainan berjalan, Pasukan Merah Putih sukses menciptakan 4 peluang dan melepaskan 3 umpan silang yang semuanya sukses menemukan sasaran.
Sementara di kubu Vietnam, mereka tercatat hanya mampu menciptakan 3 peluang, dan hanya sukses melepaskan 2 umpan silang dari 6 percobaan yang dilakukan.
Jika melihat data-data yang ada, sepertinya memang kemenangan yang diraih oleh Timnas Indonesia di laga melawan Vietnam kemarin bukanlah sebuah kebetulan, apa lagi keberuntungan belaka!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Raih Kemenangan Atas Vietnam, Indonesia Sukses Ulang Memori 30 Tahun Silam
-
Klasemen Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026: Irak Nyaman di Puncak Usai Tekuk Filipina, Indonesia Posisi Kedua
-
Pertama Kali Nonton Bola, Umi Pipik Kagum Egy Maulana Vikri Bobol Gawang Vietnam
-
Taklukkan Vietnam 1-0, Indonesia Naik ke Posisi Runner-up Grup F
-
Sempat Dicibir, Egy Maulana Vikri Kembali Memukau Bersama Timnas Indonesia
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam