Pasca menumbangkan Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Kamis (21/3/2024), Timnas Indonesia kini giliran akan bertindak sebagai tim tamu di leg kedua.
Melansir laman Suara.com pada Senin (25/3/2024), leg kedua pertandingan lanjutan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Putaran Kedua ini akan dimainkan pada Selasa (26/3/2024).
Momen pertarungan antara Indonesia melawan Vietnam tersebut sejatinya menjadi waktu yang tepat bagi pemain anyar Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On.
Sejatinya, pemain yang satu ini telah melakoni debut perdananya ketika Timnas Indonesia melawan Vietnam pada leg perdana lalu.
Namun sayangnya, pada pertandingan pertamanya bersama Pasukan Merah Putih, pemain berusia 22 tahun tersebut belum bisa tampil maksimal.
Bahkan jika dibandingkan dengan Pratama Arhan yang masuk menggantikannya di awal babak kedua, penampilan Nathan bisa dikatakan kurang greget.
Menyadur laman transfermarkt, pada pertandingan pertama lalu Nathan Tjoe-A-On hanya bermain selama 45 menit. Selama itu pula, dirinya tak mampu memainkan performa terbaik yang dimilikinya.
Hal ini bukannya karena sang pemain tak berkualitas, namun setidaknya ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Mulai dari proses adaptasi permainan, hingga chemistry yang dibangunnnya bersama para pemain lainnya.
Maka, mau tak mau di leg kedua melawan Vietnam nanti, Nathan harus bisa meningkatkan chemistry permainannya bersama penggawa Garuda yang lain.
Hal ini sangatlah penting karena menghadapi Vietnam yang bakalan tampil all out dan memburu kemenangan, kesalahan-kesalahan kecil yang terjadi karena kurangnya chemistry antar pemain bisa saja mendatangkan hukuman berat dari pihak tuan rumah.
Terlebih lagi, Nathan Tjoe juga memiliki kapasitas untuk itu. Okelah, memang di pertandingan pertama lalu dirinya masih agak bermasalah dengan adaptasi permainan, namun jika melihat kualitas yang dimilikinya, sudah bisa dipastikan permasalahan yang dihadapinya kali ini hanyalah di chemistry saja.
Pasalnya, karena dirinya berstatus sebagai pemain baru dan jarang bermain bersama penggawa yang lainnya, maka sangat wajar jika chemistry yang dimilikinya masih minim dan belum tercipta konektifitas permainan yang baik antara dirinya dengan pemain lain.
Kita berharap, dengan kebersamaan Nathan Tjoe bersama dengan penggawa Garuda lainnya selama beberapa hari belakangan ini, juga bisa meningkatkan chemistry antar pemain, sehingga nantinya bisa tampil dengan maksimal meskipun harus bertanding di depan suporter fanatik lawan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Hadapi Cina U-20 di Laga Kedua, Indra Sjafri Janji Turunkan Skuad Berbeda
-
Posisinya Semakin Terjepit, Akankah Curhatan Pelatih Vietnam Jadi Kenyataan?
-
Biodata dan Pendidikan Ratu Rafa, Eks JKT48 yang Terciduk Jalan Bareng Asnawi Mangkualam
-
Federasi Vietnam soal Insiden Kembang Api Timnas Indonesia: Lokasinya Jauh dari Lapangan
-
Lihat Statistik Mengesankan, 3 Pemain Timnas Indonesia Ini Wajib Jadi Starter di Leg Kedua Lawan Vietnam
Hobi
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
Terkini
-
Tayang 26 November, Iron Girls 3 Kembali dengan Tantangan Olahraga Baru
-
The Midnight Library: Belajar Berhenti Berandai dan Menerima Realita Hidup
-
Ulasan Novel Pulau Pendidaktis: Selukis Pendidikan Indonesia
-
Pajak Bukan Uang Cuma-cuma: Rakyat Berhak Menuntut Pertanggungjawaban
-
Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama