Bukan Bung Towel kalau tidak berbicara berseberangan dengan publik setiap menyinggung Shin Tae-yong. Sosok pengamat sepak bola yang nama aslinya Tommy Welly ini memang terhitung istiqomah dalam mengkritik Shin Tae-yong, sehingga tidak heran orang menyebutnya sebagai kelompok anti-STY.
Kali ini kemenangan timnas Indonesia U-23 atas Australia dalam ajang Piala Asia U-23 2024 menjadi bahan serangan. Kemenangan itu dianggap sebagai tamparan dengan apa yang pernah diucapkan Shin Tae-yong sendiri.
“Tujuh pemain di starter bermain di Liga 1 di tengah sentiment ‘local pride’. Sebelum kualifikasi Piala Dunia tahun lalu STY menyebut pemain Indonesia lemah mentalnya, takut kalah sebelum bertanding, tetapi (lawan Australia) para pemain menunjukkan itu (tidak benar),” kata Bung Towel dalam acara di TVone, Jumat (19/4/2024).
Dalam ucapannya, Bung Towel mengatakan bahwa penilaian Shin Tae-yong tentang kualitas pemain lokal (local pride) yang lemah salah semua. Buktinya, dengan didominasi pemain lokal, toh Indonesia mampu mengalahkan Australia yang nota bene lebih kuat.
Dari ucapan ini jelas Bung Towel tetap tidak mau mengakui peran Shin Tae-yong dalam laga bersejarah ini. Dia hanya menunjukkan bahwa para pemain lokal tersebut tidak seperti apa yang Shin Tae-yong katakan selama ini.
Klaim ini jelas klaim tidak berdasar. Bagaimanapun juga keberhasilan sebuah tim memenangkan sebuah pertandingan tidak lepas dari campur tangan pelatih, sehingga sangat aneh apa yang diucapkan Bung Towel.
“Kedua, anggapan STY stamina Indonesia (jelek) berdasarkan kompetisi Liga 1 yang rataan actual playing time cuma 35 menit terbantahkan. Pertama dibantah LIB, rataan actual playing time 40 menit. Kemudian kemarin bermain 109 menit tetap bermain spartan menghadapi Australia,” lanjutan Bung Towel.
Ucapan ini pun menjadi lucu. Apa yang diungkapkan Shin Tae-yong tentang pemain lokal tentunya secara umum. Sementara mereka yang dipanggil ke dalam timnas Indonesia U-23 dalam Piala Asia U-23 2024 adalah pemain-pemain pilihan, sehingga secara apa pun mereka di atas para pemain Liga 1 lainnya.
Ditambah lagi kemampuan mereka bermain full sepanjang pertandingan tidak datang begitu saja. Rangkaian latihan berat yang diberikan Shin Tae-yong dan staf saat pemusatan latihan yang menjadikan semua itu. Beberapa pemain yang baru saja bergabung mengakui beratnya menu latihan Shin Tae-yong.
Akhirnya lepas dari apa pun, mungkin saja Bung Towel akan berhenti bersuara setelah Shin Tae-yong tidak lagi berada di timnas Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
-
Raymond/Joaquin Libas Ganda China, Segel Tiket Semifinal All England 2026
-
Lolos ke Babak 8 Besar Putri KW Harus Jalani Laga Berat Hadapi An Se Young
-
Hadapi Raymond/Joaquin Lagi, Kesempatan Fajar/Fikri Balas 2 Kekalahan Lalu
-
Gegara Gol Telat Borneo FC, Persija Gagal Pepet Persib di Puncak Klasemen
Artikel Terkait
-
Yordania Pasang Kewaspadaan Tinggi Jelang Hadapi Timnas Indonesia U-23
-
Media Korea Ulas Shin Tae-yong Bawa 'Hoki' Timnas Indonesia Hajar Australia, Peluang ke Perempat Final Piala Asia U-23
-
Agresivitas Lini Depan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 2024 Bikin Lawan Ketar-ketir
-
Tampil Gemilang Lawan Australia, Shin Tae-yong dan Tony Vidmar Kompak Akui Kehebatan Ernando Ari
-
Kisah Pertemuan Shin Tae Yong dan Australia, Rasio Kekalahan sang Pelatih Capai 75 Persen
Hobi
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
Terkini
-
Kukungan Emosi dalam Set Terbatas Film Kupeluk Kamu Selamanya
-
Berburu Hidden Gem Modest Fashion di Tengah Kota: Last Stock Sale 2026 Resmi Dibuka!
-
5 Tas Gym Pria Paling Praktis untuk Bawa Perlengkapan Olahraga
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Main Karet di GBK Bareng Komunitas Bermain: Nostalgia Seru yang Kadang Terbentur Ribetnya Izin