Kesuksesan Timnas Indonesia U-23 melewati hadangan Korea Selatan di babak perempat final gelaran Piala Asia U-23 tak henti-hentinya menyisakan hal-hal yang menarik untuk dibahas.
Salah satunya adalah setelah lolos ke babak semifinal gelaran, Timnas Indonesia U-23 kini setara serta sejajar dengan Qatar U-23 yang selama ini mendapatkan predikat sebagai negara debutan terbaik di sepanjang sejarah gelaran Piala Asia U-23.
Dalam sejarahnya, hingga edisi keenam gelaran Piala Asia U-23, setidaknya telah ada 9 negara yang berstatus sebagai debutan semenjak gelaran kedua di tahun 2016 hingga gelaran keenam di tahun 2024 ini.
Mereka adalah Qatar, Thailand dan Vietnam di edisi 2016, Palestina dan Malaysia di edisi 2018, Bahrain di edisi 2020 Turkmenistan dan Tajikistan di edisi 2022, serta Indonesia di edisi 2024 ini.
Namun, dari sembilan negara yang menjalani turnamen dengan status debutan tersebut, hanya Qatar yang bisa berbicara banyak dengan menjadi semifinalis pada edisi 2016 lalu.
Hingga edisi 2020, Qatar U-23 tercatat menjadi tim debutan dengan pencapaian terbaik di Piala Asia U-23, sementara tim-tim lainnya, hanya bisa mencapai maksimal babak perempat final saja ketika mereka menjalani turnamen untuk kali pertama.
Namun perlu dicatat, momen debut Qatar di Piala Asia U-23 edisi 2016 tersebut mendapatkan keuntungan tersendiri di mana mereka juga menyandang status sebagai tuan rumah. Maka tak terlalu mengherankan jika pada akhirnya mereka bisa melaju jauh di turnamen.
Dilansir dari laman histori dari AFC, Qatar yang tergabung di grup A gelaran, sukses mengamankan semua laga dengan kemenangan sempurna. Melawan Iran, Suriah dan China, Qatar selalu bisa mengakhirinya dengan kemenangan.
Pun demikian halnya ketika bersua dengan Korea Utara di babak perempat final, Qatar sukses menghempaskan sang lawan dengan skor tipis 2-1. Langkah Qatar akhirnya terhenti di babak semifinal setelah tumbang 1-3 dari Korea Selatan.
Catatan manis Qatar tersebut pada akhirnya berhasil disamai oleh Timnas Indoensia U-23 di turnamen Piala Asia U-23 edisi 2024.
Indonesia yang berstatus sebagai tim debutan, sukses menembus babak empat besar gelaran seperti halnya Qatar delapan tahun lalu, dan masih memiliki kans untuk melaju jauh dan melabeli diri mereka sebagai tim debutan terbaik di sepanjang sejarah gelaran Piala Asia U-23.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
Artikel Terkait
-
Baru Selesaikan Laga Terakhir di Liga Inggris, Elkan Baggott Gas ke Qatar Jadi Amunisi Baru Timnas Indonesia U-23?
-
Rekor-rekor Tak Terbantahkan Uzbekistan, Jagonya Habisi Tim ASEAN di Piala Asia U-23 2024
-
Garuda Muda Cetak Sejarah tapi Korsel Kandas, STY Akui Senang Campur Sedih
-
Kembali Dapatkan Dukungan Semesta, Timnas Indonesia U-23 Bakal Sukses Lewati Uzbekistan di Semifinal?
-
2 Wasit Kontroversi Bakal Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Uzbekistan, Siapa Saja?
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
Terkini
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd