Mantan pemain timnas Indonesia U-23, yakni Nurhidayat Haji Haris sukses mencetak gol debutnya di liga Filipina pada lanjutan laga di Phillipines Football League (PFL) antara United City FC melawan Don Bosco Garelli FC. Melansir dari kanal berita Suara.com pada Senin (06/05/2024) kemarin. Mantan pemain Bhayangkara Presisi FC tersebut sukses mencetak 1 gol saat timnya menang dengan skor telak 7-0 dari tim tamu. Dengan kemenangan tersebut, United City FC kini naik ke peringkat ke-7 klasemen sementara kasta tertinggi liga sepakbola Filipina atau PFL.
Uniknya, mantan pemain Persiraja Banda Aceh ini ditunjuk sebagai kapten dalam laga kontra Don Bosco Garelli FC tersebut. Selain itu, dirinya juga bermain di posisi gelandang bertahan yang notabene berbeda dengan posisi aslinya, yakni sebagai bek tengah. Dirinya juga sukses tampil selama 90 dalam laga keempatnya bersama United City FC sejak resmi direkrut oleh klub tersebut pada bulan Maret 2024 kemarin.
Nurhidayat Masih Simpan Hasrat Bermain di Timnas Indonesia
Nurhidayat sendiri sejatinya memang dianggap sebagai salah satu pemain muda yang cukup prospek untuk membela timnas Indonesia. Namun, dirinya sempat bermasalah dengan kasus indisipliner pada saat pemusatan latihan timnas Indonesia senior di tahun 2021 silam. Saat itu, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mencoret dirinya dari pemusatan latihan timnas Indonesia dan hingga kini belum pernah mendapatkan pemanggilan kembali.
Namun, sepertinya Nurhidayat masih menyimpan hasrat untuk kembali bermain dengan timnas Indonesia di level internasional. Bahkan, dirinya mengakui keinginannya untuk bermain di liga luar Indonesia guna membuka kesempatan untuk kembali berseragam timnas Indonesia di masa yang akan datang.
“Karena niat aku ingin berubah untuk kembali lagi di sepak bola. Pengen buktiin kalau aku masih ada gitu. Mau main di Thailand, mau main di Malaysia saya siap. Dan suatu saat pengen bela Timnas (Indonesia). InshaAllah,” ujar Nurhidayat, dikutip dari pernyataannya di kanal YouTube side2sideindonesia.
Tentunya Nurhidayat perlu meningkatkan performanya kembali apabila ingin dilirik oleh Shin Tae-yong guna masuk ke dalam skuad timnas Indonesia. Namun, yang jelas keinginannya untuk keluar dari zona nyaman dan mau bersaing dengan para pemain lain patut diapresiasi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia U-23 vs Guinea: Lawan Kuat, Cuaca Minus 10 Derajat Celcius di Prancis Juga Jadi Masalah Garuda Muda
-
Komposisi Guinea U-23 Makin Bahaya, Lini Tengah Kini Diisi 'Monster' Mengerikan Calon Mesin Gol di Olimpiade 2024 Paris
-
Guinea Pamerkan Duet Gelandang Rp95,58 Miliar yang Siap Hadapi Timnas Indonesia U-23
-
Pelatih Timnas Guinea U-23 Kaba Diawara: Bikin Arsenal Kepincut, Namun Tersingkir oleh Pesona Bintang Belanda
-
Pesona Nabila Tapia, Kekasih Ilaix Moriba Eks Barca yang Bakal Lawan Timnas Indonesia U-23
Hobi
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
-
Alex Rins Resmi Hengkang dari Yamaha, Didepak Diam-diam?
-
Build Fanny Tersakit 2026: Rekomendasi Item dan Emblem untuk Dominasi Jungle
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
Terkini
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas
-
Tak Sekadar Pameran, IMX Prambanan Gabungkan Otomotif dan Nuansa Heritage
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran