AFF Cup 2024 atau yang nanti akan berganti nama menjadi ASEAN Championship memang baru akan bergulir pada bulan November-Desember 2024 mendatang. Namun, tentunya beberapa negara di kawasan Asia tenggara sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut ajang sepakbola terbesar di kawasan regional Asia tenggara tersebut.
Untuk timnas Indonesia, beberapa waktu lalu Erick Thohir dan Shin Tae-yong telah menyepakati bahwa ajang AFF Cup hanya akan menjadi ajang pemanasan dan uji coba pemain yang jarang mendapatkan jam terbang di timnas Indonesia. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi banyak pemain di Liga 1 yang belum mendapatkan banyak jam terbang di timnas Indonesia. Selain itu, ajang ini bisa pula sebagai sarana untuk mencoba para pemain muda.
Shin Tae-yong Bisa Panggil Beberapa Pemain Dari Liga-liga ASEAN
Menyadur laman resmi AFF Cup (affmitsubishielectriccup.com), Indonesia menjadi salah satu tim yang tidak pernah absen dari ajang tersebut. Namun, kendati tak pernah absen, skuad garuda hanya mampu meraih 6 kali posisi runner-up sepanjang sejarah keikutsertaanya di AFF Cup. Meskipun belum pernah meraih gelar di level senior, akan tetapi Erick Thohir lebih memilih ajang AFF Cup sebagai target uji coba pemain dibandingkan meraih gelar juara.
Hal ini tentunya cukup baik mengingat memang timnas Indonesia perlu memperkokoh kedalaman skuad agar tidak terdapat perbedaan kualitas pemain yang terlalu jauh. Namun, Shin Tae-yong dalam ajang kali ini kemungkinan besar tetap akan memanggil beberapa pemain yang berlaga di kompetisi liga-liga di kawasan ASEAN karena umumnya liga tersebut akan libur saat AFF Cup.
Merujuk laman transfermarkt.co.id, beberapa pemain seperti Jordi Amat dan Saddil Ramdani di liga Malaysia kemungkinan besar akan bergabung bersama skuad garuda untuk gelaran AFF Cup. Pengalaman kedua pemain tersebut tentunya dapat membuat keduanya menjadi mentor bagi para pemain muda atau pemain yang minim jam terbang bersama timnas Indonesia.
Lalu, adapula kapten timnas Indonesia, yakni Asnawi Mangkualam yang berkompetisi bersama Thai Port FC di liga Thailand. Pemain berusia 24 tahun tersebut kemungkinan besar akan turut dipanggil oleh Shin Tae-yong saat gelaran AFF Cup 2024 nanti. Tentunya pengalamannya yang selama 4 tahun di liga Asia dapat menjadikannya sebagai salah satu mentor di dalam skuad AFF Cup 2024.
Terakhir, nama Nurhidayat disebut-sebut akan kembali masuk ke dalam skuad timnas Indonesia. Mantan kapten timnas U-19 ini memang kian menunjukkan kualitasnya bersama klub United City FC di liga Filipina. Tak hanya itu, bahkan kendati berposisi sebagai bek, dirinya telah mencatakan 2 gol dan hampir selalu bermain penuh sejauh ini bersama klubnya.
Selain beberapa nama diatas, kemungkinan Shin Tae-yong juga akan memanggil beberapa pemain abroad lainnya yang sekiranya dapat menjaga kedalaman skuad di timnas Indonesia saat AFF Cup 2024 nanti.
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
DIY Kalung Makrame untuk Anabul: Modal 25 Ribu, Hasilnya Mewah!
-
Pendidikan Tinggi, Tapi Ekspektasi Lama: Dilema Perempuan di Dunia Akademik
-
Rel Padat dan Sistem Renggang: Catatan Kritis dari Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
Bukan Sekadar Film Laga, Mengapa 'Ikatan Darah' Justru Bikin Merinding?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan