Rumor mengenai salah satu pemain keturunan yang berkarier di liga Indonesia, yakni Jens Raven kembali ramai diperbincangkan. Melansir dari akun instagram @garudafansbook, striker berdarah Belanda-Indonesia yang kini membela klub Super League, Bali United tersebut tengah mempertimbangkan opsi untuk hengkang dari klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali tersebut.
Rumor mengenai kemungkinan hengkangnya mantan pemain klub Belanda, FC Dordrecht tersebut memang sudah ramai dihembuskan dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini disinyalir karena dirinya dianggap kalah bersaing dengan deretan penyerang lainnya di klub Bali United di musim 2025/2026 ini.
Hal tersebut membuat dirinya cukup jarang diberikan kesempatan bermain di skuad utama klub Bali United di sepanjang musim ini. Melansir dari laman transfermarkt.com, meskipun dirinya sejauh ini sudah bermain sebanyak 18 kali, mencetak satu gol dan mencatatkan dua assist. Akan tetapi, menit bermainnya tidak sampai 350 menit di musim ini.
Hal ini menandakan dirinya kerap kali memulai pertandingan di bangku cadangan yang tentunya mengindikasikan jika dirinya masih belum bisa bersaing mendapatkan tempat di skuad utama klub Bali United di musim ini. Kondisi ini tentunya dikhawatirkan bisa berdampak pada performa striker berusia 20 tahun tersebut kedepannya.
Lantas, apakah benar opsi dirinya akan hengkang dari Bali United pada musim depan akan benar-benar terealisasikan?
Masih Terikat Kontrak Hingga Tahun 2028, Jens Raven Kemungkinan Bakal Dipinjamkan
Meskipun rumor jika Jens Raven di musim depan akan hengkang dari klub Bali United cukup ramai diperbincangkan, akan tetapi kemungkinan dirinya hengkang secara penuh dari klub berjuluk “Serdadu Tridatu” tersebut masih cukup kecil. Pasalnya, sejauh ini dirinya masih memiliki kontrak selama kurang lebih dua tahun bersama Bali United.
Mengutip dari laman transfermarkt.com, Jens Raven sendiri memamg menandatangani kontrak berdurasi tiga musim saat direkrut oleh Bali United pada tahun 2025 silam. Hal ini berarti dirinya masih akan terikat kontrak hingga akhir musim 2027/2028 atau setidaknya hingga bulan Juni 2028 nanti. Hal itu juga belum termasuk opsi perpanjangan satu musim yang dimilikinya dengan manajemen.
Akan tetapi, melihat performanya di musim 2025/2026 ini yang dianggap cukup fluktuatif, kemungkinan Jens Raven hengkang dari Bali United memang masih terbuka lebar. Namun, dirinya diprediksi akan pergi dari Bali United pada musim depan dengan status pemain pinjaman.
Opsi peminjaman pemain memang menjadi pilihan yang cukup realistis bagi mantan pemain timnas Indonesia U-20 tersebut. Dirinya bisa mendapatkan menit bermain yang cukup baik jika mengambil opsi peminjaman pemain. Di sisi lain, Bali United juga bisa sekaligus memberikan kesempatan bagi Jens Raven dalam mengembangkan kariernya ke depan.
Namun, tentunya opsi peminjaman pemain tersebut hanya bisa terealisasikan jika ada klub lain yang cukup meminatinya. Akan tetapi, sejauh ini klub-klub lainnya di kasta Super League diketahui belum menaruh minat pada penyerang berpostur 187 cm tersebut. Kendati demikian, agennya tentunya akan menawarkan kepada klub-klub lain untuk meminjam Jens Raven jika memungkinkan.
Opsi lainnya adalah dirinya bisa dipinjamkan ke klub kasta Liga 2 atau Pegadaian Liga 2. Opsi ini terdengar cukup realistis dimana dirinya bisa saja mendapatkan menit bermain yang berlebih. Di sisi lain, pemain dengan usia dibawah 22 tahun seperti dirinya juga cukup lumrah dipinjamkan oleh klub-klub Super League ke klub kasta Liga 2.
Namun, tentunya jika nantinya Jens Raven akan dipinjamkan ke klub kasta Liga 2, kemungkinan besar peluangnya dipanggil ke timnas Indonesia juga akan semakin berkurang karena tak bermain di kasta liga tertinggi. Kini, kita akan menunggu seperti apakah perjalanan karier Jens Raven selanjutnya.
Baca Juga
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
Artikel Terkait
-
AZ Alkmaar Juara Piala KNVB, Ada Peran Mantan Pelatih Kiper Timnas Indonesia
-
Komentar Media Vietnam Usai Timnas Indonesia U-17 Gagal Total di Piala AFF U-17 2026
-
Pelatih Brasil Komentari Aksi Brutal Tendangan Kungfu Fadly Alberto: Itu Masalah Serius!
-
Dapat Serangan Rasis, Ricky Kambuaya Balas dengan Sindiran Menohok
-
Rekor Buruk yang Bayangi Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026
Hobi
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
7 Catatan Miris Argentina di Final Piala Dunia 2026: Nol Peluang dan Target
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
-
Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia
Terkini
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?