Pelatih baru timnas Vietnam, Kim Sang-sik mengaku tidak akan menganggap remeh ajang AFF Cup atau yang kini telah berganti nama menjadi ASEAN Cup/ASEAN Championship. Melansir dari kanal berita asal Vietnam, yaknoi Soha (soha.vn), pelatih asal Korea Selatan tersebut menyebut bahwa ajang ASEAN Cup kali sama menegangkannya seperti turnamen-turnamen lainnya di kawasan Asia. Dirinya bahkan mengaku telah merasakan atmosfir rivalitas sejak babak drawing grup yang digelar Selasa (20/05/2024) kemarin.
“Drawing fase grup baru saja berakhir, tetapi saya sudah bisa merasakan sensasi persaingan panas turnamen ini. Kita akan bertemu Indonesia, Filipina, Myanmar, dan Laos di Grup B. Timnas Indonesia sedang dalam performa terbaik. Namun, jika Vietnam mempersiapkan diri dengan matang, kami bbisa meraih hasil bagus melawan mereka,” ujar Kim Sang-sik.
Kim Sang-sik sendiri cukup mewaspadai lawan-lawannya di grup B nanti. Timnas Vietnam sendiri di grup B ASEAN Cup 2024 kali ini tergabung bersama Laos, Myanmaar, Filipina dan juga Indonesia. Timnas Indonesia tentunya dianggap sebagai salah satu tim kuat di grup tersebut. Hal ini dikarenakan dalam beberapa laga terakhir skuad garuda sukses meraih kemenangan, termasuk saat menaklukkan Vietnam sebanyak 3 kali beruntun dalam 3 pertemuan terakhir.
Kim Sang-sik tentunya sadar dengan kualitas timnas Indonesia yang kini diperkuat oleh banyak pemain diaspora dan keturunan yang berkompetisi di klub-klub Eropa dan Asia. Dirinya juga tentu akan mewaspadai Shin Tae-yong selaku pelatih kepala timnas Indonesia yang tak lain adalah rekan senegaranya.
Kim Sang-sik Anggap ASEAN Cup Layaknya Turnamen Besar Lainnya
Berbeda dengan timnas Indonesia dan PSSI yang merencanakan ajang ASEAN Cup sebagai wadah uji coba dan penambahan jam terbang pemain, pelatih timnas Vietnam, Kim Sang-sik justru menatap serius kompetisi tersebut. Menurutnta, ASEAN Cup termasuk dalam turnamen besar di kawasan regional Asia tenggara yang tentunya memiliki prestise tinggi di negara-negara peserta.
“Kejuaraan ASEAN, seperti turnamen besar lainnya, tidak mudah untuk dimenangkan. Asia Tenggara memiliki banyak tim yang kuat. Saya yakin jika mereka mempersiapkan diri dengan baik, tim Vietnam akan mencapai tujuan mereka,” imbuh Kim Sang-sik.
Sebelumnya, federasi sepakbola Vietnam atau VFF sendiri telah memberikan target kepada Kim Sang-sik untuk mampu membawa skuad berjuluk “The Golden Star Warriors” lolos hingga babak final ASEAN Cup 2024 nanti.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
-
Skandal Kartu Merah Piala Dunia: Bom Waktu yang Dipasang Sendiri oleh FIFA?
-
Dari Euro 1992 ke Piala Dunia 2026: Benarkah Skandinavia Sedang Menuju Masa Kejayaan Baru?
Artikel Terkait
-
Jadi Laga Panas, Head to Head Timnas Indonesia vs Vietnam Jelang ASEAN CUP 2024
-
Statistik Vietnam di Piala AFF Gila Juga, Timnas Indonesia Jangan Terbuai dengan Rekor Kemenangan
-
Melihat Kutukan Mengerikan Timnas Indonesia di Piala AFF, Kini Bernama ASEAN Cup
-
Menilik Target Timnas Indonesia di ASEAN Cup 2024, Bukan Juara?
-
Pengamat Vietnam Komentari Shin Tae-yong yang Tertawai Hasil Drawing ASEAN Cup 2024
Hobi
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
7 Catatan Miris Argentina di Final Piala Dunia 2026: Nol Peluang dan Target
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
-
Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia
Terkini
-
Tangki Cinta yang Kosong: Sulitnya Anak Broken Home Mengenal Hubungan Sehat
-
Ghosting, Breadcrumbing, dan Situationship: Bahasa Baru dalam Dunia Asmara
-
Review Every Monday Mabel: Ketika Truk Sampah Jadi Hal Terbaik di Dunia
-
Fenomena Gaji Numpang Lewat: Gaya Hidup dan Tekanan Sosial yang Bikin Boros
-
Prabowo dan Obsesi MBG: Mengapa Kemajuan Negara Diukur dari Perut Rakyat?