Kegembiraan pasca-skuad Garuda semakin dekat dengan Piala Dunia 2026 agaknya masih menyisakan perasaan yang berat bagi kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi. Tak lain dan tak bukan karena insiden yang terjadi menjelang berakhirnya babak kedua pada pertandingan Selasa (11/6/2024) malam kemarin.
Tepatnya ketika Adrian Ugelvik, bek Filipina harus dilarikan ke rumah sakit usai terlibat duel udara dengannya yang juga hendak meraih bola. Bukan salah Ernando Ari, sebenarnya. Lantaran Adrian mengalami cedera karena salah posisi jatuh.
Pesepakbola berusia 22 tahun itu jatuh ke tanah dalam posisi tertelungkup dan membuat wajahnya lebih dulu menyentuh lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Laga sempat dihentikan sementara, para pemain pun kompak membentuk perisai untuk menutupi tenaga medis yang memberikan pertolongan pertama.
Usai Adrian Ugelvik mengungkap kondisi terkininya dan mengucap terima kasih atas doa yang diberikan oleh para supporter, Ernando ternyata mengirimkan sebuah permintaan maaf melalui direct message di media sosial.
“Hai bro, apa kabarnya. Saya harap kondisimu baik, dan saya meminta maaf atas insiden yang terjadi,” kata kiper andalan Persebaya Surabaya tersebut, dikutip dari Instagram @nandoariiiss.
Tak disangka, pesan itu dibalas dengan hangat oleh Adrian. Bahkan ia juga meminta Enando untuk tidak perlu khawatir.
“Hai bro, terima kasih untuk pesanmu. Kondisi saya saat ini baik, saya sudah keluar rumah sakit dan hanya kena sedikit gegar, tapi kondisi saya akan membaik. Jangan khawatir, itu hanya insiden dan hal itu bisa terjadi dalam sepak bola. Ketika itu kita hanya sedang kurang beruntung man, semoga kondisimu juga baik-baik saja. GG,” jawab Adrian.
Berikutnya, Ernando pun turut mendoakan agar Adrian Ugelvik lekas pulih dan kembali merumput. Sontak saja percakapan hangat dan gentleman mereka berdua mendapatkan pujian dari penggemar.
“Ernando nih hatinya kayaknya lembut banget, pasti pemikir dah. Istirahatin dulu mentalnya, ya," cuit salah satu netizen di X.
“Salut sih sama para pemain Filipina karena mereka gak drama dan rispek bgt dah keren,” sambung yang lain.
Dalam menghadapi Filipina di laga pamungkas Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ernando Ari memang tampak sedikit panik dan kurang tenang dalam mengawal gawang Timnas Indonesia. Hal tersebut bisa jadi merupakan salah satu dampak psikologis usai dirinya melakukan blunder fatal pada pertandingan melawan Irak sebelumnya.
Semoga saja Ernando bisa segera kembali bangkit dan percaya diri di berbagai kompetisi yang akan dilakoni!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
-
Profil Adrian Ugelvik, Bek Timnas Filipina yang Terkapar usai Benturan dengan Ernando Ari
-
Ini 2 Faktor yang Bikin Timnas Indonesia Super Gacor Saat Sikat Filipina di SUGBK
-
Kurang Kejam, Calvin Verdonk Sayangkan Timnas Indonesia Urung Pesta Gol Lawan Filipina
-
Ruang VIP Diramaikan Artis Tapi Cristian Gonzales di Kursi Tribun, Ibnu Jamil Colek PSSI: Hargai Mantan Timnas!
-
Statistik Istimewa Timnas Indonesia saat Lumat Filipina Dicoreng Kinerja Lini Depan
Hobi
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
-
Jadwal F1 GP Miami 2026: Favorit Kimi Antonelli, Akankah Dia Menang Lagi?
-
Sadar Diri, Marc Marquez Mengaku Tak Punya Kekuatan untuk Rebut Gelar Juara
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
Ilusi Sekolah Gratis: Biaya Tersembunyi yang Membungkam Mimpi Anak Bangsa
-
Sedekah yang Berubah Jadi Tagihan: Tradisi atau Tekanan Sosial?
-
Review The Price of Confession: Saat Ketenangan Terlihat Lebih Mencurigakan