Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Posisi Arsenal di puncak klasemen terancam Manchester City usai ditahan imbang Wolves. Mikel Arteta pasrah terima kritik dan minta timnya bangkit lawan Spurs. [Instagram Mikel Arteta]
Rana Fayola R.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, tidak dapat menyembunyikan rasa frustasi miliknya setelah tim asuhannya gagal meraih poin penuh saat bertandang ke markas Wolves, Stadion Molineux. Pertandingan pekan ke-27 Liga Inggris 2025/26 yang berlangsung Kamis dini hari WIB tersebut berakhir imbang 2-2, sebuah hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tim tamu.

Arsenal sebenarnya sempat berada di atas angin setelah berhasil unggul dua gol terlebih dahulu. Gol pembuka dicetak oleh Bukayo Saka melalui sundulan tajam, disusul oleh gol dari bek Piero Hincapie yang sempat melalui drama tinjauan VAR sebelum akhirnya disahkan.

Namun, keunggulan tersebut sirna di babak kedua. Tuan rumah Wolverhampton Wanderers menunjukkan semangat pantang menyerah. Hugo Bueno berhasil memperkecil ketertinggalan sebelum akhirnya Tom Edozie memaksa hasil imbang lewat kemelut yang berujung gol bunuh diri Riccardo Calafiori di masa injury time.

Kegagalan mempertahankan kemenangan ini membuat Arteta merasa sangat kecewa. Ia menilai timnya kehilangan kendali di momen-momen krusial, terutama setelah tampil dominan di paruh pertama pertandingan.

"Kami frustrasi karena kesalahan kami sendiri," kata Arteta dalam laman resmi klub, dikutip dari Antara News.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penurunan performa di babak kedua menjadi faktor utama mengapa timnya gagal membawa pulang tiga poin dari Molineux.

Arteta juga menyoroti bagaimana timnya tidak benar-benar mengontrol jalannya laga di babak kedua. Menurutnya, kegagalan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab kolektif skuad The Gunners yang kurang waspada menghadapi tekanan tuan rumah.

“Kami harus menyalahkan diri kami sendiri,” tambah Arteta dengan nada menyesal. Baginya, kehilangan dua poin berharga ini murni disebabkan oleh blunder dan ketidakmampuan menjaga fokus hingga peluit panjang dibunyikan.

Drama Menit Akhir dan Ancaman Manchester City

Dominasi Arsenal sebenarnya sudah terlihat sejak menit kelima. Bukayo Saka sukses memanfaatkan umpan lambung Declan Rice untuk menjebol gawang Jose Sa. Setelah itu, tim tamu terus mengurung pertahanan Wolves melalui aksi Rice, Noni Madueke, hingga Gabriel Martinelli.

Memasuki menit ke-56, Piero Hincapie menggandakan keunggulan usai menerima umpan terobosan dari Gabriel Magalhaes. Meski sempat dianggap offside, wasit akhirnya meresmikan gol tersebut, membuat Arsenal tampak akan menang mudah.

Namun, Wolves segera merespons lewat aksi individu Hugo Bueno di menit ke-61. Situasi semakin sulit bagi Arsenal ketika Bukayo Saka harus ditarik keluar pada menit ke-72 karena mengalami cedera dan digantikan oleh Leandro Trossard.

Petaka benar-benar terjadi pada menit ke-95. Miskomunikasi fatal terjadi antara kiper David Raya dan bek Gabriel saat mencoba mengamankan bola. Bola liar disambar oleh Tom Edozie, dan dalam upaya menghalau, Riccardo Calafiori justru mengirim bola ke gawang sendiri.

Hasil seri ini menjadi hasil imbang kedua berturut-turut bagi Arsenal setelah sebelumnya ditahan 1-1 oleh Brentford. Arsenal kini masih berada di puncak klasemen dengan 58 poin, namun posisi mereka mulai terancam oleh Manchester City yang mengintai di posisi kedua.

Jika Manchester City berhasil menang atas Newcastle United pada Minggu dini hari nanti, jarak mereka dengan Arsenal hanya akan tersisa dua poin. Terlebih lagi, City masih mengantongi satu tabungan laga tunda yang bisa membalikkan keadaan klasemen.

"Kekalahan (poin) ini terasa menyakitkan dan kami harus memperlakukannya dengan cara yang tepat agar berkembang," tutur Arteta menutup pernyataannya. Ia kini harus memutar otak karena jadwal berat sudah menanti melawan rival sekota, Tottenham Hotspur, pada Minggu malam.