Fanatisme masyarakat tanah air terhadap sepak bola memang tak perlu diragukan lagi. Cabang olahraga yang paling diminati ini selalu berhasil menjadi pilihan utama untuk hiburan, maka tak heran jika perkembangan pesat Timnas Indonesia juga dibarengi derasnya dukungan dari berbagai lapisan.
Pecinta Timnas Indonesia sudah banyak sejak lama, dan keberhasilan Shin Tae-yong dalam memoles skuad Garuda membuat antusiasme yang muncul ke permukaan juga semakin tidak terbendung. Berbeda budaya dengan negara asalnya, STY mengaku terkejut dengan kebiasaan para suporter.
Melansir Suara.com pada Jumat (19/7/2024), pelatih asal Korea Selatan tersebut masih tak percaya bahwa namanya selalu dinyanyikan oleh suporter di stadion usai pertandingan selesai. STY merasa, bahkan namanya lebih sering dinyanyikan daripada pemain Timnas Indonesia sendiri.
“Para pemain merasa putus asa. Bahkan yang berstatus bintang pun tidak diteriakkan namanya oleh penonton. Mereka meneriakkan nama saya,” kata Shin Tae-yong ketika menjadi bintang tamu dalam kanal YouTube Lee Gyeong-gyu.
STY mengaku tak mengerti alasan pasti fans Timnas Indonesia memberikan dukungan masif kepada dirinya, tetapi hal tersebut tidak pernah terjadi di Korea Selatan. Pun ketika skuad Taeguk Warriors berhasil mengamankan tiket ke semifinal Piala Dunia 2002, nama pelaih Gus Hiddink tak dielu-elukan suporter seperti dirinya.
Lee Gyeong-gyu yang barumengetahui fakta menarik kelakukan fans Timnas Indonesia pun ikut terkejut.
“Andai Son Heung-min jadi pemain Timnas Indonesia dan mencetak gol, harusnya namanya lah yang diteriakkan (suporter),” kata Gyeong-gyu.
Shin Tae-yong, History Maker untuk Indonesia
Dukungan penuh masih belum cukup untuk membalas keberhasilan besar yang diberikan Shin Tae-yong terhadap Timnas Indonesia. Datang saat pasukan Merah Putih berada dalam titik yang gelap, pelatih asal Korea Selatan itu memberikan setitik cahaya terang yang semakin menguar.
Terbukti, tak hanya peningkatan drastis dari segi ranking FIFA, pondasi fisik hingga kualitas mental yang dimiliki skuad Garuda sekarang sudah layak diperhitungkan. STY juga mampu mengantar Indonesia U-20 dan U-23 lolos ke Piala Asia secara bersamaan.
Bahkan secara mengejutkan, Timnas Indonesia U-23 di bawah asuhan Shin Tae-yong bisa tampil gemilang hingga menjadi semifinalis sebelum akhirnya kalah dari Guinea di babak play off Olimpiade Paris 2024.
Maka wajar jika nama STY begitu harum di kalangan para pecinta Timnas Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Bak Gajah dan Semut, Ini Perbandingan Gol Pemain Keturunan Indonesia Julian Oerip vs Rafael Struick
-
Timnas Indonesia U-19 Lawan Kamboja, Indra Sjafri Kirim Peringatan untuk Jens Raven Cs
-
Gagal Tekuk Myanmar, Vietnam Misuh-misuh Salahkan Lampu Stadion Gelora 10 November
-
Meski Menang atas Filipina, Timnas U-19 Justru Mendapat Kritikan Pedas!
-
Perjalanan Jens Raven untuk Indonesia: Ditemukan Shin Tae-yong, Dimatangkan Indra Sjafri
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru