Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung pada 24 Juli hingga 11 Agustus 2024 menjadi sorotan dunia mengingat ajang 4 tahun sekali ini terbilang sangat bergengsi. Setelah keunikan opening ceremony yang berbeda dari gelaran sebelumnya, perolehan medali sementara Olimpiade Paris 2024 juga selalu dinanti.
Setelah Australia sempat unggul, pada hari ketiga (29/7/2024) justru Jepang melejit dan menduduki puncak klasemen medali Paris 2024 sementara. Meski sama-sama meraih empat medali emas, Jepang unggul jumlah total medali.
Dilansir dari laman olympics.com, Jepang berhasil mengoleksi total 7 medali yang terdiri dari 4 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu. Ketujuh medali tersebut berasal dari cabang olahraga (cabor) anggar, judo, skateboarding, dan renang.
Dari cabor anggar, medali emas Jepang dipersembahkan oleh Koki Kano dari kelas Men's ÃpÊe Individual. Sedangkan cabor Judo sumbang dua emas atas nama atlet Natsumi Tsunoda dan Hifumi Abe serta satu perunggu oleh Ryuju Nagayama.
Dua medali menyusul dari cabor skateboarding yang dipersembahkan oleh dua atlet putrinya, yaitu Coco Yoshizawa untuk emas dan Liz Akama untuk perak. Untuk cabor renang, Tomoyuki Matsushita sumbang medali perak di kelas Men's 400m Individual Medley.
Australia yang tepat berada menempel Jepang dalam klasemen sementara raihan medali Olimpiade Paris 2024 telah mengumpulkan total 6 medali dari cabor kano, balap sepeda, dan renang.
Atlet Australia Jessica Fox sumbang emas dari cabor kano di kelas Women's Kayak Single, sedangkan Grace Brown sumbang emas di balap sepeda Women's Individual Time Trial. Dari cabor renang, Australia koleksi empat medali sekaligus, yaitu 2 emas dan 2 perak.
Namun, hingga saat ini Amerika Serikat masih unggul dalam jumlah total perolehan medali sementara dengan 12 medali dari balap sepeda, anggar, renang, dan diving. Tujuh medali di antaranya bahkan disumbangkan oleh perenang andalan Amerika.
Sayangnya, hingga saat ini Indonesia belum mengoleksi satu medali pun dan beberapa atlet bahkan kandas di penyisihan. Salah satunya, mantan Gold Medalist Olimpiade 2020, Apriyani Rahayu yang kini berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Apri/Fadia dipaksa takluk di fase grup dalam dua laga beruntun melawan Jepang dan China. Laga ketiga Apri/Fadia akan dipertemukan musuh bebuyutannya, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan asal Malaysia sudah tidak membuahkan poin.
Selain dari cabor bulutangkis, Indonesia juga kehilangan kesempatan lainnya dari cabor selancar dan senam. Rio Waida harus terhenti di babak kedua, sedangkan pesenam muda Rifda Irfanaluthfi malah mengalami cedera.
Terlepas dari hilangnya kesempatan tersebut, sebenarnya peluang Indonesia masih terbuka untuk meraih medali di Paris 2024 kali ini. Salah satu yang menjadi harapan datang dari cabor bulu tangkis. Semoga hasil terbaik bisa diperoleh wakil Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ramadan Tanpa Kalap: Konsumsi Rasional, Ibadah Maksimal
-
Ramadan dan Ujian Konsumsi: Antara Kebutuhan atau Keinginan
-
Dari Menahan Lapar ke Menahan Nafsu Konsumsi di Bulan Ramadan
-
Puasa Seharusnya Sederhana, Kenapa Konsumsi Justru Meningkat?
-
Bijak Berkonsumsi Selama Ramadan: Menjaga Keseimbangan di Bulan Penuh Berkah
Artikel Terkait
-
Laga Kedua Fase Grup, Apriyani/Fadia Kembali Gagal Raih Kemenangan
-
Jadi Negara Terkuat di Dunia! AS, Jepang dan Korsel Bangun Kerja Sama Pertahanan
-
Hasil Bulu Tangkis Olimpiade 2024: Anthony Ginting Sikat Tunggal AS Dalam Tempo 34 Menit
-
Hasil Bulu Tangkis Olimpiade 2024: Ganda Rinov/Pitha Ditekuk Unggulan Pertama
-
Pembukaan Olimpiade Paris 2024 Tuai Kecaman, Disebut Terburuk dalam Sejarah
Hobi
-
Musuh Terbesar Atlet Wanita Bukan Lawan di Lapangan, Tapi Stigma dan Body Shaming!
-
4 Drama Menarik di Formula 1 GP China 2026: Menyala Mercedes!
-
Jadwal MotoGP Brasil 2026: Diogo Moreira Balapan di Kampung Halaman
-
Blak-Blakan! Valentino Rossi Ogah Naik Motor MotoGP Lagi
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
Terkini
-
Sial! Lagu 'So Asu' Naykilla Menjadi Candu yang Menghina Selera Musik Saya
-
Through the Olive Trees: Karya Agung Sinema Iran yang Puitis dan Modern
-
Alami Masalah Vokal, 10CM Kembalikan 100% Uang Penonton Konser di Singapura
-
Review Novel Pion Memorabilia: Bagaimana Bidak Kecil Mengubah Nasib Seorang Anak yang Dianggap Gagal
-
Sepupuku Seorang Ahli Matematika: Menghitung Angka di Bumi Hingga Antariksa