Semenjak berada di tangan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia telah bertranformasi menjadi sebuah tim yang cukup bisa diandalkan. Selain menunjukkan progres permainan yang cukup luar biasa, komposisi dan kedalaman para pemain yang ada di skuat Garuda pun relatif berimbang dan memiliki karakteristik berbeda yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tim.
Termasuk di sektor kanan pertahanan Indonesia, saat ini bercokol dua pemain yang memiliki kualitas relatif setara, namun memiliki tipikal permainan yang berbeda.
Menyadur data yang ada di laman Transfermarkt, dalam beberapa waktu belakangan ini, coach Shin selalu memberikan ruang kepada dua pemain kesayangannya, yakni Asnawi Mangkualam Bahar dan Sandy Walsh untuk bergantian mengisi sektor kanan lini pertahanannya.
Uniknya, keberadaan dua pemain ini membuat kekuatan Timnas Indonesia di sisi ini mendapatkan sebuah keseimbangan. Asnawi yang sedari kecil bertumbuh dalam iklim persepakbolaan dalam negeri, memiliki tipikal gaya bermain yang cenderung ofensif, sementara Sandy Walsh yang bermain dalam kungkungan kultur persepakbolaan Eropa, cenderung memainkan peran lebih defensif.
Hal ini tentunya sangat menguntungkan bagi Timnas Indonesia sendiri. Pasalnya, dengan gaya bermain Asnawi yang cenderung menyerang, coach Shin bisa memainkan dirinya saat Pasukan Garuda menargetkan poin dari sang lawan, atau untuk mengejar ketertinggalan.
Dan hal ini menjadi sebuah hal yang sangat bisa diimplementasikan, mengingat Asnawi sendiri juga beberapa kali membuktikan keefektifannya saat dimainkan ofensif kala memperkuat klubnya di Liga Korea Selatan maupun di Liga Thailand. Bukti terbaru pun memperlihatkan hal itu.
Menyadur laman Suara.com, Asnawi yang bermain selama 16 menit di laga melawan Rayong FC pada Sabtu (10/8/2024), sukses membawa Port FC comeback 3-1 setelah sebelumnya tertinggal satu gol terlebih dahulu.
Sementara di sisi lain, Sandy Walsh yang bermain lebih matang, memang seringkali menunjukkan kedewasaannya dalam berhitung kekuatan lawan saat diturunkan. Sandy yang tak seofensif Asnawi, kerap kali lebih "menunggu" dan baru benar-benar melancarkan serangan ketika merasa pertahanan timnya sudah stabil dan siap untuk dia tinggalkan untuk membantu penyerangan.
Hal inilah yang membuat Sandy terkesan lebih memainkan sepak bola bertahan ketimbang Asnawi. Sebuah hal yang menjadi kekuatan tersendiri bagi pemain berusia 29 tahun, karena tetap memperhatikan keamanan barisan pertahanan timnya ketika keluar menyerang.
Namun di balik dua tipikal bermain yang berbeda dari Asnawi dan Sandy Walsh tersebut, tersimpan sebuah hal yang sangat menyejukkan. Karena disadari atau tidak, keberadaan dua pemain di sisi kanan pertahanan Indonesia tersebut, membuat stok permainan yang dikembangkan oleh coach Shin menjadi lebih berimbang.
Jadi, coach Shin bisa memilih, ketika ingin tampil menyerang, dirinya memainkan Asnawi, dan ketika ingin bermain lebih slow, dirinya bisa memainkan Sandy Walsh di kanan.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Dapat Rekomendasi untuk Naturalisasi, Nasib Dion Markx Justru Berbanding Terbalik dengan Mauresmo Hinoke
-
Bersatu Kejar Timnas Indonesia, Vietnam-Thailand Malah Diolok-olok Legenda Rusia
-
'Si Anak Hilang' Hingga Mesin Gol Baru Klub Italia, 3 Bemper Jordi Amat Wajib Dipanggil STY di Kualifikasi Piala Dunia
-
Bukan Hanya Pertarungan Pemain, Lawan Arab Saudi Juga Jadi Pertempuran Pelatih Level Dunia
-
Siapa Dani van den Heuvel? Kiper 188 Cm dari Belanda yang Follow Instagram PSSI
Hobi
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
Terkini
-
Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober
-
Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
-
Review Film Resurrection: Sajikan Keindahan Sinematik dalam Balutan Misteri
-
4 Brightening Cleanser Buat Remaja Lawan Kusam setelah Beraktivitas Outdoor