Kursi kepelatihan di tubuh Timnas Indonesia U-17 dipastikan akan memiliki wajah baru setelah naik tingkatnya Nova Arianto ke Timnas Indonesia U-20.
Disadur dari berbagai sumber, bintang Timnas Indonesia Primavera, Kurniawan Dwi Yulianto menjadi kandidat utama pengisi posisi ini. Bahkan, laman Suara.com dalam sebuah artikelnya pada tanggal 5 Februari 2026 sudah menuliskan jadwal dan tantangan Timnas Indonesia U-17 bersama sosok yang dikenal dengan julukan "si Kurus" tersebut.
Sejatinya, jika melihat informasi yang tertera di laman transfermarkt, status Kurniawan sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 tinggal menunggu waktu dan peresmian saja.
Pasalnya, di laman rujukan data dunia sepak bola internasional tersebut dituliskan, Kurniawan akan mulai bertugas sebagai pelatih kepala di Pasukan Muda Merah Putih per tanggal 13 Februari 2025 mendatang.
Berkenaan dengan hal itu, tentu saja akan muncul sebuah pertanyaan terkait dengan kepantasan dari Kurniawan ini dalam memegang amanat sebagai pelatih Timnas Indonesia. Apakah memang Kurniawan layak untuk mengemban tanggung jawab itu, ataukah tak pantas untuk menyandangnya?
Berkaitan dengan hal itu, saya sendiri sebenarnya cukup optimis dengan kualitas yang dimiliki oleh Kurniawan. Alasannya cukup simpel, karena semenjak gantung sepatu sebagai seorang pesepak bola profesional pada tahun 2013 lalu, Kurniawan telah malang-melintang di dunia kepelatihan nasional maupun internasional.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt, Kurniawan pernah menjadi asisten pelatih di Borneo FC dan Direktur Teknis PSPS Pekanbaru pada level klub domestik. Selain itu, dirinya juga pernah menjadi asisten pelatih di Como U-19 dan pelatih kepala klub asal Malaysia, Sabah FA.
Sementara di tingkatan tim nasional, Kurniawan pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, Timnas Indonesia U-23, Timnas Indonesia U-20 dan Timnas Indonesia U-22.
Dari berbagai pengalamannya tersebut, mungkin yang membuat kita harus sedikit khawatir adalah, Kurniawan belum pernah sekalipun menjadi pelatih kepala di tingkatan tim junior.
Ketika berkiprah di Como U-19, memang benar dirinya berada di tim usia muda. Namun perannya di klub Liga Italia Serie A tersebut adalah sebagai asisten pelatih, bukan tim kepala.
Adapun ketika di Sabah FA, Kurniawan memang memegang tanggung jawab sebagai pelatih utama, namun patut dicatat dan digarisbawahi, yang ditangani oleh si Kurus saat itu adalah tim utama yang berisikan para pemain senior, bukan tim yang berisikan kumpulan anak-anak muda.
Padahal kita tahu, menangani tim senior dengan tim usia muda tentunya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena ketika seorang pelatih menangani tim senior, maka dirinya akan berhadapan dengan para pemain yang telah matang baik dari segi skill maupun dari segi pengalaman, mental dan psikologi.
Sementara jika seorang melatih di tim usia muda, maka dirinya akan berhadapan dengan kumpulan pemain yang masih terbilang mentah dan membutuhkan jauh lebih banyak polesan dari tim senior.
Namun, berbekal pengalaman yang sudah menggunung baik ketika di dalam negeri maupun di luar negeri, saya pribadi berani optimis, Kurniawan bisa memberikan warna baru dalam permainan Timnas Indonesia U-17.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Momen Gol Kedua Portugal, Nuno Mendes Curi Tendangan Bebas Milik Ronaldo?
-
Piala Dunia 2026: Jika Terus Dapatkan Suplai, CR7 Sejatinya Tak Kalah Garang Ketimbang Messi
-
Piala Dunia 2026: Messi Makin Menggila, Mengapa CR7 Masih Belum Temukan Performa Terbaiknya?
-
Kompak Jadi Aib, Piala Dunia 2026 Tak Ubahnya Panggung untuk Permalukan Anak Emas AFC
-
Piala Dunia 2026 dan Comeback Turki yang Menodai Sejarah Keikutsertaan Terakhir Mereka
Artikel Terkait
-
Gaji 5 Kali Lipat Tak Cukup, Pemain dengan 8 Caps Timnas Jerman Tolak Pinangan Persija
-
Marselino Ferdinan Komentari Kepindahan Ivar Jenner ke Dewa United
-
3 Rekor Gila Timnas Futsal Indonesia Usai Bungkam Jepang di Semifinal Piala Asia Futsal 2026
-
Berpeluang Membela Timnas Indonesia, Luke Vickery Berikan Kode Positif?
-
Rafael Struick Tarik Ivar Jenner ke Dewa United
Hobi
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Portugal Unjuk Gigi Lumat Uzbekistan! Inikah Tahun Kejayaan Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya?
-
Analisis Taktik Afrika Selatan vs Korea Selatan, Siapa Melaju ke 32 Besar?
-
Maroko Incar Puncak Grup, Haiti Siap Beri Perlawanan Terbaik
-
Piala Dunia 2026: Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Panaskan Perburuan Topskor
Terkini
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita