Gelandang naturalisasi timnas Indonesia, Thom Haye dikabarkan kembali didekati oleh salah satu klub asal liga Eropa. Kali ini, klub asal Belanda, Fortuna Sittard dikabarkan tengah menjalin negosiasi untuk mendapatkan mantan pemain timnas Belanda U-18 tersebut. Kabar tersebut disampaikan oleh laman berita sepakbola asal Belanda, Voetbal International (voetbal.int.nl) beberapa waktu lalu.
“Sejumlah klub telah menunjukkan minat. Tapi tawaran yang dicari Thom belum ada di sana,” tulis Voebal International.
Namun, menurut rumor yang beredar, pemain berusia 29 tahun ini masih belum menemukan kata sepakat dengan klub Fortuna Sittard. Sebelumnya, beberapa klub seperti Besiktas dan Sivasspor dari liga Turki, OGC Nice dari liga Prancis dan FCV Dender dari liga Belgia juga sempat dikabarkan meminati Thom Haye. Namun, hingga detik ini, sang pemain belum menemukan klub barunya.
Usut punya usut, kemungkinan ada 3 hal yang menjadi pertimbangan dari Thom Haye mengapa hingga saat ini belum menemukan klub baru kendati banjir tawaran dan memiliki rekam karir yang sangat cemerlang. Berikut adalah ulasannya!
1. Prospek Jenjang Karir yang Belum Sesuai
Kendati sudah berusia 29 tahun, Thom Haye memang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik yang pernah dilahirkan oleh kasta sepakbola liga Belanda. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, dirinya pernah bermain di banyak klub besar di liga Belanda seperti AZ Alkmaar, Willem II, ADO Den Haag, NAC Breda dan SC Heerenveen.
Meski memang sudah berusia menjelang akhir masa prima pemain sepakbola, Thom Haye tentunya masih memikirkan jenjang karir yang cukup baik kedepannya bersama klub barunya kelak. Oleh karena itu, wajar kiranya jika Thom Haye masih memilah klub yang baik untuk jenjang karir kedepannya.
2. Nilai Kontrak yang Belum Sesuai
Selain prospek jenjang karir, nilai kontrak dan gaji pemain tentunya menjadi pertimbangan dari Thom Haye dalam menentukan klub baru. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, setidaknya, Thom Haye memiliki nilai pasar atau market value sekita 52 Milyar rupiah saat ini. Hal ini tentunya menjadikannya salah satu pemain termahal yang dimiliki oleh timnas Indonesia. Namun, tentunya harga tersebut cukup sepadan dengan pengalaman dan performanya yang cukup kenyang pengalaman di liga-liga Eropa.
3. Keinginan Berkarir di Luar Belanda
Salah satu hal yang dikabarkan menjadi pertimbangan dari Thom Haye adalah keinginannya berkarir di luar Belanda. Hal ini memang menjadi pertimbangan dari Thom Haye yang membuatnya hingga saat ini masih menimbang klub mana yang akan menjadi tempat berkarir bagi dirinya selanjutnya. Dirinya sejatinya pernah bermain di klub Italia, yakni U.S Lecce pada musim 2018/2019 silam. Selepas itu, dirinya hanya menghabiskan karirnya di liga Belanda. Tentu dengan berkarir di luar Belanda, Thom Haye bisa kian meningkatkan performanya kedepan.
Baca Juga
-
Gunakan Format Kompetisi, Indonesia Bakal Bertemu Bulgaria di FIFA Series?
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadi Asisten John Herdman, Bagaimana Status Nova Arianto di Timnas U-20?
-
Sebut Ajang AFF Cup Penting, Ini Misi John Herdman Bagi Timnas Indonesia
-
Pertajam Lini Depan, Timnas Indonesia Incar 2 Penyerang Keturunan Baru!
Artikel Terkait
-
Marselino Ferdinan Pamer Skill Andalan di Timnas Indonesia ke Oxford United: Saya Tak Mau Banyak....
-
Ole Romeny Ditikung Belanda? Striker Keturunan 19 Tahun Bisa Jadi Alternatif Timnas Indonesia
-
Cerita Jens Raven ke Media Belanda soal Jadi Pahlawan Timnas Indonesia U-19
-
Indonesia Tersakiti Kabar Pratama Arhan Diselingkuhi Azizah Salsha, Netizen: Yang Dilatih Fisik, yang Diserang Hatinya
-
Asisten Shin Tae-yong Turun Tangan 'Selamatkan' Pratama Arhan, Tetap Perkuat Timnas Indonesia?
Hobi
-
Pecco Bagnaia Akui Ducati Kalah Cepat, Makin Mantap Pindah ke Aprilia?
-
Tak Cuma Bawa Untung, Kembalinya Maarten Paes Juga Datangkan Masalah bagi John Herdman!
-
Bobotoh Wajib Bangga! Berkat Persib Bandung, Indonesia Dipuji Setinggi Langit oleh AFC!
-
Marco Bezzecchi Panaskan MotoGP Thailand 2026, Misi Juara Dunia Dimulai?
-
Baru Balapan Pertama Sudah Gagal Finis, Marc Marquez Enggan Meratapi Nasib
Terkini
-
Membaca Unfinished Goodbye: Tentang Luka, Trauma, dan Berhenti Berpura-pura
-
Logika Sesat: Saat Pelaku yang Berbuat Brutal, Tapi Sopan Santun Korban yang Digugat
-
Keyboard Wireless 1 Jutaan Rasa Custom, Pilih Mana?
-
Mengapa Ruang Menyusui yang Layak Masih Sulit Ditemukan di Ruang Publik?
-
Detoks Emosi di Bulan Suci: Manfaat Ramadan bagi Kesehatan Mental