Timnas Indonesia sukses meraih hasil imbang 1-1 saat melakoni laga tandang melawan Arab Saudi pada Jumat (06/09/2024) dini hari waktu Indonesia. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), hasil imbang yang terjadi di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi tersebut sukses membuat timnas Indonesia meraih hasil imbang ke-2 dari 13 pertemuan dengan tim berjuluk “The Green Falcons” tersebut.
Namun, kendati meraih hasil yang cukup memuaskan saat menghadapi Arab Saudi, tentunya masih ada beberapa permasalahan mendasar yang perlu dibenahi oleh staf kepelatihan timnas Indonesia. Setidaknya, ada 3 hal yang perlu menjadi bahan evaluasi bagi timnas Indonesia seusai laga melawan Arab Saudi. Berikut adalah ulasannya!
1. Masih Tak Terlalu Terbiasa Bermain di Cuaca Panas Khas Timur Tengah
Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), laga timnas Arab Saudi saat menjamu Indonesia kemarin digelar di King Abdullah Sports City Stadium yang berada di kota Jeddah. Sesuai lokasi Arab Saudi yang berada di kawasan timur tengah yang didominasi cuaca gurun. Tentunya faktor iklim dan cuaca menjadi salah satu permasalahan yang mau tak mau harus dihadapi oleh skuad garuda.
Suhu dalam pertandingan kemarin sempat menyentuh angka sekitar 34 derajat selsius kendati bermain di malam hari. Hal ini tentunya perlu menjadi fokus bagi para pemain agar bisa lebih terbiasa lagi bermain di suhu yang cukup panas. Terlebih lagi, timnas Indonesia juga akan berjumpa dengan Bahrain yang memiliki iklim negara yang tak jauh berbeda dengan Arab Saudi.
2. Lini Serang Masih Dirasa Kurang Tajam
Permasalahan lini serang timnas Indonesia yang dirasa kurang tajam seakan-akan menjadi kutukan yang cukup mandarah daging. Meskipun gol pertama saat lawan Arab Saudi kemarin tercipta dari aksi individu seorang Ragnar Oratmangoen yang melakukan kerjasama dengan Witan Sulaeman, akan tetapi secara permainan dan penyelesaian akhir para penyerang skuad garuda masih jauh dari ekspektasi. Tentu hal ini perlu mendapatkan perhatian berlebih dari staf kepelatihan jelang laga kontra Australia nanti.
3. Kedalaman Skuad Belum Merata
Salah satu hal yang juga menjadi sorotan dari timnas Indonesia saat jumpa Arab Saudi adalah kedalaman skuad ternyata masih tak merata. Adanya perbedaan performa dan kualitas dari pemain inti dan cadangan ternyata masih cukup berpengaruh dalam gaya dan taktik permainan yang diterapkan oleh Shin Tae-yong. Hal ini tentunya dapat segera diperbaiki dan tidak menjadi permasalahan serius di kemudian hari.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu mendapatkan evaluasi dari skuad garuda saat jumpa Arab Saudi kemarin.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
5 Pemain Keturunan Calon Naturalisasi Timnas Indonesia, Punya Statistik Tak Main-main
-
Sejarah! San Marino Akhiri Puasa 20 Tahun Tak Pernah Menang
-
Sudah di Jakarta, Pemain Keturunan Rp121,67 Miliar Nonton Langsung Timnas Indonesia vs Australia di Stadion GBK
-
5 Fakta Hasil Imbang Timnas Indonesia: Maarten Paes Rekor, Rangking FIFA Meroket
-
Hasil Kejutan di Pembuka Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Termasuk Timnas Indonesia Curi Poin dari Arab Saudi
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November
-
Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah
-
Beban Ganda Perempuan Indonesia: Tubuh Diatur, Rahim Dipajaki
-
Novel Uang Gawat Darurat: Ketika Niat Menabung Diserbu Kebutuhan Mendadak
-
Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?