Pasukan Muda Merah Putih level U-20 bakal memulai kampanye mereka memperebutkan satu tiket putaran final Piala Asia U-20 pada Rabu, tanggal 25 September 2024 ini. Tergabung di grup F, anak asuh coach Indra Sjafri tersebut akan bertarung melawan wakil dari Asia Selatan, Maladewa.
Meskipun laga pertama selalu menjadi laga yang sulit bagi setiap tim, namun sejatinya mengalahkan Maladewa bukanlah sebuah hal yang bisa dikatakan sulit untuk dilakukan. Pasalnya, dalam sejarah pertemuan kedua kesebelasan di berbagai level usia, Indonesia selalu menjadi pihak yang superior jika dibandingkan dengan sang lawan.
Seperti misal, mengacu data yang ada di laman 11v11.com, Timnas Indonesia sudah tiga kali bersua dengan Maladewa di level senior. Dan tiga laga tersebut, semuanya disapu bersih dengan kemenangan Pasukan Garuda.
Pun demikian halnya di level kelompok umur. Mungkin sebagian para penggemar Timnas Indonesia masih ingat dengan gelaran Asian Games edisi 2014 di Incheon, Korea Selatan. Saat itu, Indonesia yang diwakili oleh Timnas Indonesia U-23, berhasil menggasak Maladewa dengan skor telak, empat gol tanpa balas di fase penyisihan grup E.
Padahal kita ketahui, kekuatan persepakbolaan Indonesia saat itu belum berkembang seperti saat ini, yang secara garis besar menjelma menjadi salah satu kekuatan baru di persepakbolaan benua Asia.
Hal ini juga semakin diperkuat dengan rilisan rangking FIFA terbaru yang beberapa waktu lalu diumumkan oleh induk sepak bola dunia. Indonesia yang tengah dalam progres positif, saat ini berada di posisi ke-129 dunia, sementara Maladewa, berada di peringkat ke-163 FIFA.
Jadi, dengan beragam ketidakseimbangan yang dimiliki oleh kedua kesebelasan, laga melawan Maladewa ini seharusnya tidak menjadi sebuah laga yang sulit bagi Pasukan Garuda Muda. Jikapun nantinya tak bisa memenangi laga dengan skor yang mencolok, namun setidaknya tiga poin masih akan tetap menjadi milik Indonesia, meskipun hanya memenangi laga dengan skor tipis.
Bukannya merendahkan kualitas sang lawan, namun jika Timnas U-20 bermain fokus dan tak meremehkan sang lawan, tiga poin optimis menjadi milih Anak-Anak Garuda ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
-
FIFA Series 2026 dan Harapan Pendukung Timnas Indonesia yang Terbanting Kenyataan!
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
Artikel Terkait
-
Terungkap! Bos Suwon FC Blak-blakan Pratama Arhan Tak Kunjung Main, Singung Soal Ini
-
Mees Hilgers: Bermain di Old Trafford Akan Sangat Menyenangkan
-
Dony Tri Pamungkas Pastikan Timnas Indonesia U-20 dalam Kondisi Terbaik
-
Marselino Ferdinan Jadi Beban Berjalan Oxford United, Ratusan Juta Hilang Begitu Saja
-
Blak-blakan, Indra Sjafri Ungkap Alasan Arkhan Kaka dan Welber Jardim Absen
Hobi
-
Persib Bandung Rekrut Dion Markx, Rekomendasi Langsung dari Bojan Hodak?
-
Gandeng STY Academy, Mills Komitmen Dukung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
Terkini
-
Fresh Graduate Jangan Minder! Pelajaran di Balik Fenomena Open To Work Prilly Latuconsina
-
Misi Damai di Luar, Kegelisahan di Dalam: Menggugat Legitiminasi Diplomasi
-
Hadapi Sengketa Pajak Rp230 Miliar, Cha Eun Woo Gandeng Firma Hukum Kondang
-
Transformasi AI dalam Ekonomi Kreatif Indonesia: Peluang Emas atau Ancaman?
-
4 Ide Outfit Simpel ala Ranty Maria, Nyaman dan Tetap Modis