Penyerang Timnas Indonesia U-20 berdarah Belanda, Jens Raven kembali menunjukkan performa impresif bersama skuat Garuda Muda. Memainkan peran sebagai ujung tombak utama di laga antara Indonesia melawan Maladewa, pemain berusia 18 tahun tersebut sukses menjadi katalisator bagi kemenangan empat gol tanpa balas Indonesia atas sang lawan.
Menyadur video yang diunggah oleh platform vidio.com (25/9/2024), Jens Raven tak hanya menyumbangkan satu gol pada pertandingan tersebut, namun juga turut andil dalam proses terciptanya gol Indonesia yang lainnya. Pergerakannya yang tak bisa ditebak, sukses memancing para pemain lawan untuk mengikutinya, sehingga pada akhirnya membuka ruang bagi rekan-rekannya yang lain.
Lantas, apakah dengan permainan impresif seperti ini, Jens Raven sudah layak untuk masuk ke Timnas Indonesia senior? Jika teman-teman menanyakan hal ini, maka jawaban yang tepat untuk saat ini adalah, belum!
Memang, jawaban ini bisa membuat sebagian kalangan merasa kecewa, namun memang demikianlah kenyataannya. Belum layaknya Jens Raven untuk naik pangkat ke Timnas Indonesia senior sendiri lebih disebabkan karena belum siapnya sang pemain untuk bergabung di skuat senior.
Memang, jika menyadur data yang ada di laman transfermarkt, pemain yang kini membela Dordrecht U-21 tersebut terbilang cukup subur di Timnas usia muda Indonesia. Dari lima pertandingan yang dijalaninya bersama Timnas U-19, dirinya sukses menyumbangkan 4 gol, sementara di level U-20, dirinya menyumbangkan satu gol dari jumlah pertandingan yang sama.
Sayangnya, gol-gol tersebut diciptakan oleh Raven saat dirinya bermain menghadapi negara-negara yang relatif memiliki kekuatan di bawah atau seimbang dengan Indonesia. Selain Maladewa yang menjadi lawan terakhir, gol Raven di Timnas U-19 juga diciptakan saat dirinya berhadapan dengan tim-tim dari kawasan Asia Tenggara.
Adapun ketika menghadapi tim dengan kualitas yang lebih baik seperti Ukraina, Panama, Jepang, maupun Italia, Jens Raven belum bisa menunjukkan kualitasnya dalam menjebol jala gawang mereka. Sehingga, dapat diasumsikan bahwa Raven masih harus banyak belajar untuk bisa memantaskan diri bergabung di Timnas Indonesia senior.
Terlebih, di tubuh Timnas Indonesia senior sendiri saat ini disesaki oleh para penyerang yang gahar. Selain El Klemer Rafael Struick, di tubuh Indonesia senior saat ini juga ada nama Muhammad Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, Dimas Drajad, dan pemain versatile lain seperti Egy Maulana, Ragnar Oratmangoen dan Witan Sulaeman yang bisa pula diplot sebagai penyerang tengah.
Jadi, untuk sementara sabar dulu ya untuk melihat Jens Raven bermain di Timnas Indonesia senior!
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Menang dengan Cleansheet, Namun Lini Pertahanan Timnas Indonesia U-20 Masih Keropos
-
Angin Berbalik! Publik Kini Dukung Welber Jardim Pasca Sang Ayah Buka Suara
-
Pelatih Maladewa Prediksi Timnas Indonesia U-20 Jadi Juara Grup
-
10 Pemain Ujian Sekolah, Maladewa Tak Kekuatan Penuh saat Lawan Indonesia
-
Suara Mees Hilgers Sampai Serak usai Lawan Manchester United, Netizen Senggol Jay Idzes
Hobi
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
-
4 Pembalap MotoGP Ini Tampil di Luar Prediksi pada Paruh Pertama Musim 2026
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Hasil Piala AFF: Kecerdikan John Herdman Antar Indonesia Libas Timor Leste
-
Bawa Garnacho dan Abraham, Aston Villa Siap Uji Mental Indonesia All Stars
Terkini
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Fenomena Kerja "Serabutan" di Era Modern: Cari Fleksibilitas atau Terpaksa?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
Di Balik Ilusi Media Sosial dan Ekspektasi: Belajar Hadir dan Menerima Jalur Hidup yang Tak Linear
-
Ketika Perjuangan Terasa Disederhanakan dalam Kalimat "Enak, ya, Jadi Kamu"