Beberapa waktu lalu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menyebut PSSI kini tengah dalam proses menaturalisasi pemain keturunan yang berposisi sebagai striker. Melansir dari laman berita suara.com (05/11/2024), pria yang kerap membantu PSSI dalam meloloskan beberapa pemain naturalisasi saat sidang DPR tersebut berujar bahwa pemain berposisi striker masih tengah dalam proses naturalisasi. Namun, dirinya juga menegaskan belum bisa menyebutkan siapa nama yang dimaksudkan karena masih terdapat beberapa hambatan.
“Ya, kita tetap dalam proses. Striker kita, masih dalam proses (untuk dinaturalisasi). Kita mungkin belum bisa mengumumkan namanya, karena memang kita agak beberapa hambatan untuk mencari striker kita. Striker untuk TimNas kita yang naturalisasi, dan atau berdarah Indonesia,” ujar Yunus Nusi.
Meskipun masih belum disebutkan siapakah pemain yang dimaksud. Akan tetapi, beberapa nama pemain seperti Ole Romeny, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans menjadi beberapa nama yang dikaitkan dengan rumor naturalisasi tersebut. Terlebih lagi, ketiga pemain tersebut memang menyebutkan cukup tertarik membela timnas Indonesia yang notabene merupakan tanah leluhurnya.
Mauro Zijlstra Paling Berpeluang, Ole Romeny Masih Abu-abu
Dari ketiga nama tersebut, pemain klub FC Volendam, Mauro Zijlstra disebut merupakan nama penyerang yang paling berpeluang dinaturalisasi dan membela timnas Indonesia di masa depan. Melansir dari laman transfermarkt.co.id, pemain yang masih berusia 19 tahun tersebut memang disebutkan tengah mengumpulkan berkas-berkas terkait untuk melanjutkan proses naturalisasinya.
Di sisi lain, Miliano Jonathans juga disebut cukup berpeluang membela timnas Indonesia serta menjalani proses naturalisasi kedepannya. Kendati bukan seorang penyerang murni, Miliano Jonathans tetap berkemungkinan bisa mengisi posisi lini depan timnas Indonesia apabila dinaturalisasi nantinya. Di sisi lain pemain yang masih berusia 20 tahun ini juga dapat menjadi aset masa depan bagi skuad garuda.
Nama terakhir ialah Ole Romeny. Pemain asal klub FC Utrecht beerusia 23 tahun ini juga dikaitkan dengan rumor naturalisasi timnas Indonesia. Akan tetapi, pemain yang berposisi sebagai striker tersebut masih belum memberikan keputusan pasti megenai peluangnya membela timnas Indonesia di masa depan. Hal ini cukup masuk akal dikarenakan dibandingkan 2 nama lainnya, Ole Romeny menjadi pemain yang cukup matang dan menjadi andalan FC Utrecht di Eredivisie musim ini.
Kita tunggu saja siapa nama striker yang tengah menjalani proses naturalisasi seperti yang dimaksudkan oleh Yunus Nusi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
Maarten Paes Gabung Ajax Amsterdam, Persaingan Kiper Timnas Kian Panas!
-
Dion Markx Join Liga Indonesia, Lini Belakang di AFF Cup Kian Mewah!
-
Pemain Naturalisasi Join Liga Indonesia, EXCO PSSI Sindir Kualitas Liga!
-
Dion Markx Join ke Liga Indonesia, Efek Misi Juara AFF Cup Jadi Prioritas?
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia Hadapi Jepang, Elkan Baggott Diyakini Punya Kontribusi Penting Pasca Cedera
-
Kevin Diks Resmi Jadi WNI, Erick Thohir Harapkan Hal Ini
-
Pernah Rasakan Atmosfer Stadion GBK, Takefusa Kubo Ingatkan Seluruh Pemain Jepang
-
Kevin Diks Resmi WNI, Eks Top Skor Feyenoord Sumringah: Selamat, Terbaik!
-
Terbongkar! Awalnya Maret, Sosok Ini Dorong PSSI Agar Kevin Diks Bermain vs Arab Saudi
Hobi
-
Aktor Dibalik Layar: Alexander Zwiers Disebut Tokoh Sentral Naturalisasi
-
Ajax Amsterdam, Maarten Paes dan Pentingnya Federasi Menaturalisasi Pemain yang Sudah Matang
-
Jadi Lawan Tertangguh, Bulgaria Terikat Erat dengan Timnas Indonesia Berkat 3 Hal Ini
-
Dihantui Fakta Minor 3 Pelatih Terdahulu, Bisakah John Herdman Catatkan Debut Manis di Indonesia?
-
Peluang Pedro Acosta ke Ducati Lenovo? Pilihan Paling Realistis
Terkini
-
Hotel Rajawali
-
Film Kafir: Gerbang Sukma, Kembalinya Karma yang Datang Menagih Nyawa!
-
4 Sunscreen Stick dengan Blue Light Protection, Praktis untuk Daily Use
-
Return to Silent Hill: Adaptasi Horor yang Mengecewakan dan Gagal Total!
-
Menakar Keadilan bagi Rakyat Kecil: Mengapa Permintaan Maaf Aparat Saja Tidak Cukup?