Pada pemanggilan pemain timnas Indonesia jelang ASEAN Championship 2024 atau yang dulunya bernama AFF Cup, Shin Tae-yong memanggil 33 nama pemain yang akan masuk ke dalam pemusatan latihan skuad garuda. Dari 33 nama yang dipanggil, nantinya pelatih asal Korea Selatan tersebut akan mengerucutkan menjadi 23 nama pemain yang akan menjadi skuad inti di timnas Indonesia untuk ajang AFF Cup 2024.
Dalam pemanggilan pemain kali ini, Shin Tae-yong juga turut memanggil penyerag timnas Indonesia U-20 dan mantan penyerang timnas Indonesia U-17, yakni Arkhan Kaka. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), penyerang yang masih berusia 17 tahun tersebut dipanggil ke timnas Indonesia bersama 3 rekannya di timnas U-20, yakni Ikram Algiffari, Kadek Arel dan Dony Tri Pamungkas.
Namun, pemanggilan pemain yang kini memperkuat klub Persis Solo tersebut juga turut dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, Arkhan Kaka sendiri bukanlah penyerang utama di timnas Indonesia U-20 saat ini dibawah asuhan pelatih Indra Sjafri. Ironisnya, penyerang utama timnas Indonesia U-20, yakni Jens Raven justru tak dipanggil oleh Shin Tae-yong ke pemusatan latihan timnas Indonesia.
Lebih lanjut lagi, dipangginya Arkhan Kaka juga membuat banyak pihak meragukan kapasitas dirinya. Belum lagi di lini penyerang, Arkhan Kaka akan bersaing dengan 3 seniornya di timnas Indonesia, yakni Rafael Struick, Hokky Caraka dan Ronaldo Kwateh. Ketiga nama tersebut juga telah sama-sama memiliki caps bersama timnas Indonesia senior sejauh ini.
Diragukan Kualitasnya, Apakah Shin Tae-yong Akan Melirik Arkhan Kaka?
Banyak pihak yang mungkin saat ini mempertanyakan alasan Shin Tae-yong memanggil nama Arkhan Kaka dibandingkan Jens Raven yang tampil luar biasa di timnas U-20. Namun, pemamggilan pemain yang baru genap berusia 17 tahun tersebut tentu pastinya memiliki pertimbangan yang cukup kuat dari sang pelatih.
Melansir dari laman transfermarkt.co.id, Arkhan Kaka semasa di timnas Indonesia U-16 dan U-17 menjadi salah satu striker yang cukup tangguh dan tajam. Dirinya sukses mencetak 11 gol dari 13 penampilannya bersama timnas Indonesia U-17. Di sisi lain, Arkhan Kaka bisa pula menjadi bibit penyerang tajam di lini depan di masa depan.
Memiliki postur 188 cm, tentunya dirinya secara tinggi badan cukup menunjang untuk menjadi seorang striker. Belum lagi dengan usianya yang masih muda, diharapkan dirinya bisa memetik banyak pembelajaran dari staf pelatih dan senior-seniornya di timnas Indonesia seperti Hokky Caraka dan Rafael Struick.
Di sisi lain, Shin Tae-yong memang kerap kali mengorbitkan beberapa pemain muda yang cukup berbakat di timnas Indonesia seperti Rizky Ridho, Pratama Arhan, Marselino Ferdinan dan Hokky Caraka yang kini menjadi andalan di skuad senior.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Lebih dari Sepak Bola, Inggris vs Argentina Jadi Laga Sarat Muatan Politik
Artikel Terkait
-
Bocoran Ragnar Oratmangoen: Menyenangkan Banyak Pemain Eropa Memilih Indonesia
-
Teman Mees Hilgers di FC Twente: Jujur, Saya Tidak Terlalu Menyukainya
-
Mees Hilgers Cetak Gol dan Putus Rekor Buruk FC Twente vs Union di Liga Europa?
-
Thailand Mulai Kehilangan Taring, Kabar Gembira untuk Timnas Indonesia?
-
Marselino Ferdinan: Saya Masih 20 Tahun, Kalau Dibilang Ingin Ya Pasti Ingin
Hobi
-
Jadwal Piala Presiden Hari Ini: Persib dan Arema Jalani Laga Penentu
-
Mitchell Baker Langsung Hattrick, Garuda Temukan Predator Kotak Penalti
-
Hasil Piala AFF 2026: Tiga Gol Mitchell Baker Bawa Indonesia Hajar Kamboja
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Bos Aprilia Puji Marc Marquez: Dia Favorit Juara Dunia Musim Ini
Terkini
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
Magang Berkepanjangan: Bekal Karier atau Bentuk Eksploitasi Anak Muda?
-
Mengapa Transportasi Umum Adalah Jawaban Buat Bumi Kita
-
Healing Murah Meriah: Keliling Jakarta Naik Transum