Jonatan Christie memastikan wakil tunggal putra Indonesia masih akan melanjutkan perjuangan berburu gelar di Yonex Sunrise India Open 2025.
Di laga babak 32 besar pada Rabu (15/01/2025), Jojo mengamankan tiket babak kedua tanpa kendala yang berarti.
Pada turnamen Super 750 yang berlangsung di K. D. Jadhav Indoor Stadium, New Delhi, India ini, Jojo sukses menahan langkah wakil Taipei, Wang Tzu Wei.
Performa yang terbilang cukup baik di awal turnamen ini seolah menjadi harapan baru bagi badminton lovers tanah air.
Pasalnya, di Malaysia Open 2025 pekan lalu, Jojo dipaksa menyerah di babak awal saat menghadapi Toma Junior Popov.
Tidak beruntung, mungkin itu yang dialami Jojo hingga harus legawa kehilangan kesempatan menang usai drama rubber game yang sengit.
Namun, di India Open 2025 ini, Jojo membayar lunas dengan kemenangan di babak awal.
Mengakhiri laga dalam 40 menit, Jojo menang straight game atas Wang Tzu Wei dengan skor akhir 21-18 dan 21-15. Hasil laga ini sekaligus menambah keunggulan head to head 9-8 untuk Jojo.
Jika menilik pada performa terbaik, catatan prestasi, hingga urutan peringkat, sebenarnya bisa dikatakan Jojo memang sudah seharusnya unggul dari Wang Tzu Wei.
Jojo sendiri saat ini menempati peringkat 2 dalam BWF World Rank, sementara Wang Tzu Wei ada di urutan ke-24 dunia. Terlebih di dua pertemuan terakhir, Jojo selalu menang dari Wang Tzu Wei.
Sekarang, Jojo pun harus kembali bersiap melakoni laga selanjutnya demi berburu gelar level 750. Di babak 16 besar nanti, Jojo sudah ditunggu tunggal putra Taipei lainnya, Su Li Yang.
Di pertemuan terakhir, Jojo berhasil menang atas Su Li Yang saat turun tanding di Kumamoto Japan Masters 2023.
Kala itu, Jojo melakoni laga rubber dengan skor kemenangan yang sengit 19-21, 21-11, dan 22-20.
Su Li Yang sendiri lolos ke babak kedua India Open 2025 setelah menaklukkan wakil tuan rumah, H S Prannoy dalam tiga gim.
Kemenangan rubber set ini menjadi milik tunggal putra Taipei setelah berlaga dalam 1 jam 13 menit dengan skor akhir 16-21, 21-18, dan 21-12.
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Lucky Girl Syndrome: Motivasi Positif atau Harapan yang Terlalu Tinggi?
-
Perempuan dan Tren Aktif Olahraga: Gaya Hidup Sehat atau Tekanan Body Goals?
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Persaingan Karier Makin Ketat, Gen Z Sebaiknya Kuliah atau Langsung Kerja?
-
Perempuan dan Budaya Konsumtif: Belanja buat Healing atau Cuma Pelarian?
Artikel Terkait
Hobi
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Terkini
-
Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah