Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Mayday (IMDb)
Ryan Farizzal

Mayday (2026) merupakan film aksi-komedi yang ditulis dan disutradarai oleh John Francis Daley serta Jonathan Goldstein. Diproduksi oleh Apple Studios, Skydance Media, dan Maximum Effort, film ini dibintangi Ryan Reynolds sebagai Letnan Troy Assassin Kelly, pilot Angkatan Laut Amerika Serikat yang ambisius, dan Kenneth Branagh sebagai Nikolai Ustinov, mantan agen KGB yang kasar namun memiliki ketertarikan mendalam terhadap budaya Amerika.

Maria Bakalova, Marcin Dorociski, dan David Morse memperkuat ansambel pendukung. Berlatar tahun 1987 di puncak Perang Dingin, cerita mengikuti misi rahasia Troy yang gagal, memaksanya mendarat darurat di wilayah Soviet, kemudian membentuk aliansi tak terduga dengan Nikolai demi bertahan hidup dan melarikan diri.

Film ini merilis secara eksklusif di Apple TV pada 4 September 2026 secara global. Di wilayah Indonesia, film sudah dapat ditonton sejak tanggal tersebut melalui aplikasi Apple TV atau situs tv.apple.com bagi pelanggan berlangganan. Tidak ada rilis teatrikal. Durasi sekitar 111 menit dengan rating PG-13.

Chemistry Unik Pilot AS dan Mantan Agen KGB Soviet

Salah satu adegan di film Mayday (IMDb)

Narasi dibuka dengan adegan penerbangan yang menegangkan di atas Samudra Pasifik, menampilkan keahlian Troy dalam menyelamatkan rekan sebelum ia ditugaskan misi pengintaian menggunakan SR-71 Blackbird. Kecelakaan udara yang dramatis mengantarkannya ke hutan Siberia, di mana Nikolai menemukannya dalam keadaan cedera.

Awalnya, Troy menganggap Nikolai sebagai ancaman, namun ketertarikan Nikolai terhadap film Top Gun dan budaya Amerika membuka jalan bagi kerja sama yang penuh humor, ketegangan, serta pengembangan karakter. Mereka menghadapi pengejaran dari pejabat Soviet yang keras, Alexander Volkov, sambil menavigasi medan yang berbahaya, termasuk pencurian kendaraan militer dan pencarian jalur pelarian.

Review Film Mayday

Salah satu adegan di film Mayday (IMDb)

Kekuatan utama film terletak pada chemistry antara Reynolds dan Branagh. Reynolds menampilkan sarkasme khasnya yang lambat laun melunak seiring pemahaman terhadap lawan bicaranya, sementara Branagh menghadirkan kombinasi komedi datar, aksi fisik yang mengesankan, serta kedalaman emosional sebagai pria terisolasi yang mendambakan kehidupan lebih baik.

Sutradara berhasil menyeimbangkan elemen aksi spektakuler dengan dialog cerdas yang merujuk pada nostalgia era 1980-an, tanpa kehilangan momentum. Tema yang diangkat mencakup prasangka ideologis, pengorbanan, serta makna sejati dari loyalitas terhadap negara dan individu. Subplot mengenai ayah Troy yang sakit serta hubungan Nikolai dengan putrinya menambah lapisan kemanusiaan yang memperkuat narasi buddy comedy.

Adegan paling emosional terjadi saat Troy dan Nikolai berada dalam situasi kritis di pesawat pelarian. Setelah serangkaian pengkhianatan dan pengungkapan, Troy memanfaatkan posisi strategis untuk menegosiasikan suaka permanen bagi Nikolai. Ia menolak mendarat di kapal induk Amerika sebelum jaminan tersebut diberikan, mempertaruhkan nyawa sendiri demi sahabat barunya.

Momen ini mengungkapkan transformasi Troy dari pilot patriotik yang kaku menjadi individu yang memprioritaskan kemanusiaan di atas dogma. Dialog singkat namun tulus antara keduanya, disertai pengakuan Nikolai tentang kesepian yang mereka bagikan, menciptakan klimaks emosional yang menggerakkan. Kehangatan tersebut diperkuat oleh realisasi bahwa persahabatan mereka telah melampaui batasan ideologi Perang Dingin.

Adegan yang paling kuingat adalah rangkaian aksi di sekitar peluncur rudal nuklir bergerak dan perkelahian di dalam pesawat. Nikolai, dengan kemampuan mantan agennya, menunjukkan keterampilan tempur yang tak terduga—termasuk penggunaan benda-benda sehari-hari secara kreatif—sementara Troy menyumbangkan keahlian navigasi. Aksi kejar-kejaran yang melibatkan kendaraan militer di wilayah Soviet, disambung bentrokan di udara bersama Volkov, memadukan ketegangan intens, humor situasional, serta visual yang memikat. Adegan ini tidak hanya menegaskan kemampuan fisik Branagh di luar peran klasik, tetapi juga memperlihatkan koordinasi sempurna antara kedua pemeran utama dalam menghadapi ancaman bersama. Referensi visual dan dialog yang mengingatkan pada Top Gun semakin memperkuat daya ingat adegan tersebut.

Secara keseluruhan, Mayday berhasil sebagai hiburan aksi-komedi yang cerdas. Film ini menghormati tropes genre buddy movie klasik sambil menambahkan sentuhan modern mengenai saling pengertian lintas budaya. Meskipun beberapa subplot terasa kurang dikembangkan dan plot prediktabel di bagian tertentu, chemistry bintang serta pelaksanaan aksi yang solid menjadikan pengalaman menontonku sangat memuaskan. Visual sinematografi Barry Peterson dan skor Colin Stetson mendukung suasana era 1980-an secara efektif. Buat kamu yang menghargai kombinasi humor, ketegangan, dan pesan kemanusiaan, film ini menawarkan hiburan yang layak ditonton ulang.

Dengan ketersediaan langsung di Apple TV Indonesia sejak 4 September 2026, Mayday menjadi pilihan tepat bagi pencinta film aksi berlapis emosi. Rating pribadi: 8/10.