DAIHATSU Indonesia Masters 2025 bersiap menggelar serangkaian pertandingan mulai tanggal 21 hingga 26 Januari 2025 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta. Sejumlah atlet top tanah air, baik dari Pelatnas maupun profesional, dari lima sektor berbeda siap diturunkan.
Sayangnya, Anthony Sinisuka Ginting yang masih menjadi salah satu tunggal putra andalan Pelatnas memutuskan untuk menarik diri dari turnamen kandang kali ini. Diduga Ginting masih dalam masa pemulihan pasca cedera. Praktis, skuad sektor tunggal putra yang bakal berjuang merebut gelar juara akan berkurang.
Meski begitu, beberapa atlet unggulan akan berlaga sebagai wakil tuan rumah di mana sebagian langsung masuk main draw dan sebagian lainnya harus merangkak dari babak kualifikasi. Total ada 30 atlet yang masuk jajaran skuad lengkap timnas di Indonesia Masters 2025 level Super 500.
Ada tiga dari sektor tunggal putra, lima tunggal putri, tujuh ganda putra, enam ganda putri, dan sembilan dari ganda campuran. Dari 30 wakil, tujuh di antaranya masih harus mengupayakan seat di main draw lewat jalur kualifikasi terlebih dahulu.
Antara lain Alwi Farhan dari tunggal putra, Chiara Marvella Handoyo dan Ruzana dari tunggal putri, Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo dari ganda putra, serta Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine dari ganda putri.
Sementara dari sektor ganda campuran masih ada dua pasangan muda di babak kualifikasi, yaitu Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Jessica Maya Rismawardani dan Bimo Prasetyo/Velisha Christina. Menariknya lagi, turnamen ini juga menjadi ajang debut untuk Pitha Haningtyas Mentari yang kini dipasangkan dengan Verrell Yustin Mulia setelah dipisah dari Rinov Rivaldy.
Skuad Lengkap Timnas Indonesia di Indonesia Masters 2025
Tunggal Putra
- Jonatan Christie
- Chico Aura Dwi Wardoyo
- Alwi Farhan Alhasny*
Tunggal Putri
- Gregoria Mariska Tunjung
- Putri Kusuma Wardani
- Komang Ayu Cahya Dewi
- Chiara Marvella Handoyo*
- Ruzana*
Ganda Putra
- Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
- Rahmat Hidayat/Yeremia Rambitan
- Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana
- Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin
- Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo*
- Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan**
- Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani**
Ganda Putri
- Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi
- Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose
- Arlya Nabila Thesa Munggaran/Az Zahra Ditya Ramadhani
- Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Siti Sarah Azzahra/Agnia Sri Rahayu
- Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine*
Ganda Campuran
- Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu
- Verrell Yustin Mulia/Pitha Haningtyas Mentari
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
- Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil
- Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati
- Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata
- Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti
- Zaidan Arrafi Awal Nabawi/Jessica Maya Rismawardani*
- Bimo Prasetyo/Velisha Christina*
keterangan:
*) babak kualifikasi
**) non-Pelatnas/Profesional
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Menjaga Taji Bahasa Indonesia di Tengah Gempuran Konten dan Dikte Algoritma
-
Tren Code-Mixing: Eksistensi Keren atau Krisis Identitas Bahasa Indonesia?
-
Bahasa Daerah Vs Slang Internet: Apakah Identitas Lokal Gen Z Mulai Punah?
-
Dari FYP ke Kamus: Slang Gen Z Bukti Kreativitas atau Kerusakan Bahasa?
-
Dari 'Sus' hingga 'Delulu': Apakah Bahasa Gaul Mengancam Bahasa Indonesia?
Artikel Terkait
Hobi
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Prediksi Barcelona vs Real Madrid, Duel Sengit Ditengah Badai Cedera!
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Terkini
-
Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia
-
Biaya Hidup Meroket, Gaji Stagnan: Kenapa Anak Muda yang Disalahkan?
-
Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh
-
Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?
-
Kebijakan Publik Bukan Panggung untuk Membuktikan Ambisi