Bek kanan Timnas Indonesia, Sandy Walsh memutuskan untuk hijrah ke Jepang dan mengakhiri kebersamaanya dengan KV Mechelen di Jupiler Pro League Belgia. Menyadur laman Suara.com (9/2/2025), pemain berusia 29 tahun tersebut diperkenalkan secara resmi oleh Yokohama F. Marinos, pelabuhan barunya di Liga Jepang pada Minggu (9/2/2025) melalui akun instagram resmi klub.
Jika melihat kondisi Yokohama F. Marinos saat ini, sejatinya keputusan yang diambil oleh Sandy Walsh ini terbilang cukup tepat. Setidaknya, ada 3 alasan yang mendukung mengapa keputusan tersebut memang layak untuk diambil.
1. Yokohama Hanya Memiliki 1 Bek Kanan Murni
Alasan pertama yang membuat keputusan Sandy Walsh ini terbilang tepat adalah karena klubnya saat ini, Yokohama F. Marinos tercatat hanya memiliki satu bek kanan murni dalam skuat.
Menyadur laman transfermarkt.com, dalam skuat tim yang berasal dari prefektur Kanagawa tersebut, hanya ada nama Ken Matsubara saja di sektor kanan pertahanan. Selebihnya, adalah pemain dari posisi lain yang ditugaskan untuk mengisi bek kanan tim saat terjadi rotasi pemain.
2. Faktor Pelatih
Alasan kedua mengapa kepindahan Sandy Walsh akan menjadi sebuah keputusan yang tepat adalah karena faktor pelatih yang dimiliki oleh Yokohama.
Saat ini, pelatih kepala klub raksasa sepak bola Jepang tersebut adalah Steve Holland yang berasal dari Inggris. Dengan sama-sama berasal dari Eropa, tentunya komunikasi antara Sandy dengan sang pelatih tak akan menjadi sebuah kendala yang berarti.
Terlebih lagi, dengan sama-sama berasal dari Eropa, baik Sandy maupun Steve Holland sang pelatih cenderung memiliki pola pikir dan kultur yang tak berbeda jauh sehingga pada akhirnya semakin memudahkan jalan Sandy untuk berkarier di Jepang.
3. Yokohama Berkiprah di AFC Champions League Elite
Alasan ketiga tepatnya Sandy Walsh membuat keputusan untuk hijrah ke Yokohama adalah, karena klubnya saat ini, bermain di Asian Champions League Elite atau ACL-1. Menyadur laman AFC, Yokohama yang memang menjadi salah satu tim raksasa Jepang dan Asia, kembali berkompetisi di kompetisi sepak bola kasta tertinggi Benua Asia tersebut di musim ini.
Pada data yang bersumber sama, Yokohama saat ini bahkan menempati posisi pertama klasemen ACL-1 grup timur, dan memiliki peluang besar untuk melaju ke babak 16 besar gelaran ACL format baru. Dengan bermainnya Yokohama di ACL-1, maka Sandy memiliki kesempatan besar untuk menaikkan level permainannya dan bertemu dengan pemain-pemain kelas wahid benua Kuning ini.
Itulah 3 alasan mengapa kepindahan Sandy Walsh ke Yokohama adalah sebuah keputusan yang tepat. Sekarang kita tinggal menunggu, apakah Sandy bisa melanjutkan kariernya dengan baik di Negeri Matahari Terbit ataukah bernasib sama seperti para kompatriot pendahulunya.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Pelatih Elkan Baggott: Betisnya Cedera
-
Catat Menit Bermain Penuh Kali Pertama, Kapan Terakhir Pratama Arhan Dapatkan Itu di Klub?
-
Pemain Kesayangan STY Ditonton Alex Pastoor: Rezeki Kalau Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sama-Sama Berposisi Striker, Bagaimana Perbandingan Kualitas Rafael Struick dan Ole Romeny?
-
Gaya Main Dion Markx Bisa Perkaya Strategi Timnas Indonesia, Bek Tengah Modern
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Sisi Gelap Adulthood: Pergulatan Mental Gen Z Hadapi Ketidakpastian Hidup
-
4 Chemical Sunscreen Tanpa Pewangi Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Sensitif
-
Review Lingsir Wengi: Tembang Jawa, Mitos, dan Teror di Motel Tua Malioboro
-
Tecno Spark 50S 5G Resmi Meluncur, Ponsel Terjangkau dengan Fitur FreeLink yang Menarik
-
Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter