Upaya penyelamatan karier profesional dan tempat di Timnas Indonesia dilakukan oleh pemain berdarah Belanda, Sandy Walsh. Mendapati dirinya tak lagi menjadi pilihan utama di KV Mechelen, pemain berusia 29 tahun tersebut hengkang ke Liga Jepang dan bergabung bersama klub Yokohama F. Marinos.
Bagi para pemain Indonesia, Liga Jepang tentunya bukan sudah bukan kompetisi yang asing. Sebelum kedatangan Sandy Walsh, semenjak dekade 2010an lalu, liga sepak bola Negeri Matahari Terbit ini sudah menjadi pelabuhan bagi beberapa pemain Indonesia.
Tak kurang, nama-nama tenar di persepakbolaan Indonesia sekelas Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Pratama Arhan dan Justin Hubner, pernah mencoba mencari peruntungan di sini. Namun sayangnya, keempat pemain tersebut semuanya menuai kegagalan.
Kedatangan Sandy Walsh di Liga Jepang, selain dibayangi dengan kegagalan para pemain Indonesia yang pernah berkiprah di sana, ternyata juga dibayangi catatan apik dari talenta Thailand, Theerathon Bunmathan.
Pasalnya, pemain yang juga menjadi andalan di Timnas Thailand tersebut terbilang cukup sukses, atau bahkan sangat sukses ketika dirinya menjalani karier di liga Jepang. Ketika para pemain Indonesia harus menelan kegagalan dan menjalani musim yang suram di Jepang, Theerathon justru menjadi salah satu rekrutan terbaik Yokohama lima tahun lalu.
Dalam catatan Transfermarkt, Yokohama pertama kali memakai jasa Theerathon pada musim 2018/2019 ketika mereka meminjamnya dari klub Thailand, Muangthong United. Dan uniknya, selama menjalani masa peminjaman, Theerathon bermain sangat apik dan membuat Yokohama kepincut.
Alhasil, setelah masa peminjaman berakhir, Yokohama langsung mengikat Theerathon secara permanen pada musim 2019/2020 dengan durasi selama dua musim.
Hasilnya pun sangat impresif. Theerathon yang bermain untuk Yokohama hingga musim 2021/2022, menjadi salah satu rekrutan terbaik dengan catatan bermain mencapai 94 pertandingan, serta menyumbangkan 4 gol dan 11 assist.
Catatan apik yang ditinggalkan oleh Theerathon tentunya menjadi sebuah bayang-bayang kesuksesan yang bisa saja berubah menjadi sebuah beban. Pasalnya, dengan mendatangkan Sandy Walsh yang sudah malang melintang di pentas sepak bola Eropa, pihak Yokohama tentunya ingin mendapatkan servis maksimal dari pemain berkelas benua Biru.
Terlebih, dengan kegemilangan pencapaian yang pernah dilakukan oleh Theerathon, Yokohama pastinya berharap banyak kepada Sandy untuk setidaknya bisa bermain seperti pemain Thailand tersebut, sekaligus membuat keputusan mereka untuk merekrut pemain Asia Tenggara tak berujung penyesalan seperti yang terjadi pada para kompatriotnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
-
Kilas Balik Pertemuan Indonesia dengan para Rival di FIFA Series, Pernah Punya Kenangan Manis?
-
FIFA Series 2026 dan Harapan Pendukung Timnas Indonesia yang Terbanting Kenyataan!
-
Guliran FIFA Series 2026 dan 2 Alasan dari Semesta yang Patahkan Klaim PSSI Anak Emas FIFA
Artikel Terkait
Hobi
-
Shayne Pattynama Gabung Persija Jakarta, Peluang Main di Timnas Makin Besar
-
Jordi Amat Beberkan Pesan Manis dari John Herdman, Ada Harapan Khusus?
-
Bertemu Lawan-Lawan Mudah, Timnas Indonesia Wajib Maksimalkan Ajang FIFA Series!
-
Jadi Lawan Terkuat Garuda di FIFA Series, Bulgaria Ternyata Tak Asing dengan Sepak Bola Indonesia
-
Tak Panggil Pemain dari Eropa, Penggawa Kesayangan STY Berpotensi Comeback Bareng John Herdman?
Terkini
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
4 Padu Padan Daily OOTD ala Go Youn Jung, Gaya Simpel tapi Classy!
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Saat Sekolah 'Pindah' ke Mall: Serunya Open House Mutiara Persada 2026
-
Antara Empati dan Superioritas: Mengembalikan Makna Volunteer yang Berdampak