Memasuki tahun 2025, para pemain Timnas Indonesia yang berkiprah di benua biru semakin menunjukkan konsistensi permainan mereka. Hampir di semua lini, para penggawa Garuda mulai menunjukkan progress yang sangat positif.
Tak terkecuali empat pemain grade A yang dimiliki oleh Timnas Indonesia, yakni Kevin Diks, Jay Idzes, Mees Hilger dan Calvin Verdonk. Kuartet lini belakang Skuat Garuda ini tercatat mulai menunjukkan permainan membara, dan membuat para pesaing mereka di sektor yang sama merasa resah.
Pasalnya, secara garis besar, penampilan empat pemain bertahan Timnas Indonesia ini mengalami peningkatan yang paling signifikan, sehingga membuka peluang mereka untuk dimainkan dalam skema empat bek di Timnas Indonesia terbuka lebar.
Dimulai dari Kevin Diks. Pemain yang kini tengah menghabiskan saat-saat terakhirnya di Liga Denmark bersama FC Copenhagen tersebut saat ini seolah menggambarkan sebuah pepatah "tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi".
Bukannya semakin menurun di usianya yang menginjak 28 tahun, pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini justru mengalami peningkatan level permainan dengan segera bergabung ke Borussia Moncengladbach di Liga Jerman.
Kemudian ada Jay Idzes yang tentunya sudah tak bisa diragukan lagi. Selain bermain reguler di Venezia dan kerap menjadi kapten tim, kualitas Idzes juga mulai diakui di seantero benua biru.
Menyadur laman Suara.com (21/12/2024) kemampuan di atas rata-rata bek berusia 24 tahun tersebut membuat tim-tim besar lintas liga di Eropa menaruh perhatian dan berhasrat untuk bisa mendatangkannya ke skuat mereka.
Berlanjut ke Mees Hilgers. Meskipun sempat mengalami cedera dan membuatnya menepi, Hilgers kini mulai mendapatkan kepercayaan untuk kembali bermain di klubnya, FC Twente.
Memang saat ini dirinya belum mendapatkan kembali tempatnya di tim reguler, namun jalan untuk itu masih selalu terbuka lebar untuk Mees, mengingat kualitasnya yang memang bisa diandalkan dan grafik penambahan menit bermain yang terus meningkat.
Posisi bek kiri, tentu saja ada nama Calvin Verdonk. Tanpa bermaksud merendahkan pemain lain, namun posisi bek kiri Timnas Indonesia untuk saat ini memang pantas untuk diberikan kepada Verdonk.
Arhan memang saat ini tengah naik daun bersama Bangkok United, namun perlu diingat, level kompetisi yang dijalani oleh Verdonk tentunya lebih prestisus daripada Arhan.
Sementara satu pesaing lainnya di posisi ini, yakni Shayne Pattynama, saat ini tengah mengalami permasalahan menit bermain bersama klubnya, KAS Eupen.
Nah, dengan kondisi terkini yang dialami oleh empat pemain belakang ini, sepertinya Patrick Kluivert bisa mencoba untuk memainkan keempatnya secara bersamaa.
Dan jika itu terjadi, maka lini belakang Timnas Indonesia bakal diisi kuartet "KEJAM Donk" yang merupakan akronim dari KE-vin, J-ay, M-ees dan Ver-Donk kan, ya?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
Artikel Terkait
-
Rizky Ridho Blunder Dihadapan Patrick Kluivert, Asisten Pelatih: Ada Kesalahan...
-
Gak Menang-menang Saat Ditonton Patrick Kluivert, Ada Apa dengan Persija?
-
Apa Kabar Joey Suk? Dulu Tak Datang Sumpah WNI, Nasibnya Kini
-
Terpaksa Dicoret Patrick Kluivert, Catatan Kartu Kuning dan Merah Justin Hubner di Timnas Indonesia
-
Profil Venue Piala Asia U-20 2025: Timnas Indonesia U-20 Main di Mana?
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Genderang Perang Sudah Ditabuh, namun Dunia Tak Lagi Menyambut Riuh
-
The Last Dance! Messi dan Ronaldo Berpotensi Jalani Piala Dunia Terakhir
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
-
Motor 3 Roda? Harley-Davidson Perkenalkan CVO Street Glide 3 Limited 2026
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
Terkini
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia