Catatan mulus tanpa kekalahan dan hanya kebobolan satu gol sepanjang fase Grup C Piala Asia U-17 harus ternodai saat berhadapan dengan Korea Utara. Tak tanggung-tanggung, enam gol tanpa balas bersarang di gawang Dafa Al Gasemi.
Hasil pahit yang membuat Timnas Indonesia gagal mencapai partai semifinal ini masih hangat dibicarakan. Walau ada rasa sedih, tentu seharusnya tidak perlu dibiarkan berlarut-larut apalagi disertai hujatan atau komentar-komentar negatif yang bisa menurunkan mental pemain.
Penggawa Merah Putih sudah berusaha keras, dan usaha mereka layak untuk diapresiasi. Tersingkir di babak perempat final juga bukan berarti Indonesia gagal total. Mengingat target Piala Dunia U-17 yang diberikan sudah berhasil diraih, bersamaan ketika tim asuhan Nova Arianto lolos dari fase grup.
Melansir laman resmi pssi.org, Ketua Umum PSSI Erick Thohir sudah mewanti-wanti agar tidak menghukum pemain setelah mereka menelan kekalahan. Terlebih lagi, mayoritas pemain Timnas U-17 masih muda dan mempunyai jalan yang panjang.
“Terlebih mereka mencetak prestasi bagus, loh. Luar biasa! Dan harus dihargai sebagai pencapaian pribadi yang tinggi. Apalagi beberapa pemain berasal dari keluarga yang sederhana dan menjalani hidup yang pas-pasan. Ini perjuangan besar mereka sebagai pribadi dan orang tuanya agar bisa menjadi pemain nasional,” kata Erick, Selasa (15/4/2025) lalu.
Lebih lanjut, ia pun berjanji akan memberikan atensi khusus kepada Garuda Muda yang akan berlaga di Piala Dunia U-17 2025 bulan November mendatang. Federasi bersama dengan tim kepelatihan akan berusaha keras mematangkan persiapan guna meraih prestasi.
Kekalahan telak atas Korea Utara juga bisa diambil sebagai pembelajaran berharga sebelum menatap Piala Dunia. Sebelum berkompetisi di panggung tersebut, Garuda Muda punya waktu sekitar tujuh bulan lagi yang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dalam memperbaiki kualitas.
Ajang ini bakal berlangsung di Qatar pada 3-27 November. Merujuk Antara News, pelatih Nova Arianto telah mengambil keputusan tegas untuk melakukan evaluasi menyeluruh dari perjalanan Piala Asia U-17. Ia menyoroti sejumlah aspek seperti dari segi fisik hingga skill individu pemain.
“Bagaimana kami lebih mempersiapkan pemain bukan hanya secara mental, tetapi secara skill individu mereka itu juga harus kami tingkatkan. Dan harapannya pemain bisa lebih siap dan pemain harus bisa lebih bekerja keras,” kata Nova.
Timnas Indonesia U-17 masih harus digembleng di klub masing-masing untuk mengatrol kemampuan hingga mentalitas. Kemudian dari sisi federasi, PSSI nantinya dapat mempersiapkan pemusatan latihan dan laga uji coba internasional melawan tim-tim kuat atau setidaknya selevel.
Bukan tanpa alasan, agenda tersebut tentunya perlu dilakukan untuk membuka tabir kelemahan Indonesia yang harus dibenahi menjelang kompetisi resmi.
Piala Dunia U-17 Pakai Format Baru, Timnas Indonesia Punya Kans
Kompetisi bergengsi tersebut sedianya akan diselenggarakan lima tahun beruntun menggunakan format mini turnamen yang diikuti oleh 48 kontestan. Mereka dibagi menjadi 12 tim, di mana setiap tim akan dibagi lagi ke dalam tiga grup yang berisi empat kesebelasan.
Kendati demikian, FIFA memutuskan adanya perubahan pada Maret 2025 kemarin. Format kompetisi diubah layaknya pentas Piala Dunia senior tahun 2026 mendatang. Di mana 48 tim akan dipecah menjadi 12 grup yang masing-masing dihuni oleh empat peserta,
Keputusan ini tentunya memberikan harapan peluang lolos bagi Indonesia. Satu kemenangan saja dari fase grup bisa membawa Garuda Muda lolos dengan jalur peringkat tiga terbaik.
Namun para pemain tak perlu terbebani dengan target yang tinggi agar kemampuan masing-masing pemain dapat keluar sepenuhnya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Media Malaysia Susun 11 Pemain untuk Lawan MU, Siapa yang Menjadi Wakil Indonesia?
-
Resmi dari FIFA! Jadwal Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jam dan Tanggal
-
Lama Tak Terdengar, Calvin Verdonk Muncul dengan Rekor Baru
-
Kiper ADO Den Haag Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025 Tanpa Naturalisasi
-
Bak Lawakan Stand Up Comedy: Jangankan Lawan Arsenal, MU Lawan Justin Hubner Cs Juga Tak Menang
Hobi
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
-
Mengejar atau Dikejar Marc Marquez: Mana yang Lebih Menakutkan di Lintasan MotoGP?
Terkini
-
Novel Cake Shop: Aksi Stalk Crush Berujung Temukan Pelanggan dan Cinta Baru
-
Menkeu: Tidak ada Anggaran Khusus Sekolah Gratis, Pendidikan Terabaikan?
-
Feed yang Membentuk Isi Dompet: Efek Budaya Flexing pada Perilaku Konsumsi
-
Review Ketok Mejik, Warisan Bengkel dan Palu Sakti
-
MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X