Harapan besar diapungkan oleh Nova Arianto agar keberhasilan menembus Piala Dunia U-17 bisa menjadi sebuah tradisi yang berkelanjutan bagi Timnas Indonesia. Dengan perubahan format turnamen yang kini digelar setiap tahun di Qatar hingga 2029, peluang bagi skuad Garuda Muda untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola remaja dunia terbuka semakin lebar.
Nova menyampaikan hal tersebut di sela-sela sesi latihan timnas U-17 Indonesia di Indomilk Arena, Tangerang, Kamis lalu. Saat ini, tim sedang dipersiapkan untuk melakoni dua laga uji coba penting melawan China U-17 yang akan digelar pada Minggu (8/2/2026) dan Rabu (11/2/2026) di lokasi yang sama.
Langkah ini merupakan bagian dari program jangka panjang PSSI yang ingin menjaga konsistensi prestasi sejak tim nasional mulai rutin berkompetisi di panggung dunia. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga menekankan pentingnya membangun mentalitas juara yang stabil di kelompok umur ini.
"Karena sekali lagi ini menjadi program kita, PSSI melakukan program ini semenjak setelah kita lolos ke Piala Dunia. Dan harapan dari bapak Ketua Umum kita bisa lolos ke Piala Dunia menjadi sebuah tradisi," jelasnya, melansir Antara News.
Nova sendiri merupakan sosok di balik kesuksesan Indonesia bermain di Piala Dunia U-17 2025 Qatar. Prestasi itu diraih setelah Garuda Muda berhasil menembus babak perempat final Piala Asia U-17 2025 yang berlangsung di Arab Saudi.
Pada edisi Piala Dunia 2025 lalu, Indonesia memang harus terhenti di posisi ketiga Grup H. Namun, mereka berhasil mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan 2-1 atas Honduras, yang merupakan kemenangan pertama Indonesia di ajang Piala Dunia U-17.
Pencapaian tersebut jauh lebih baik dibandingkan partisipasi perdana pada tahun 2023 saat bertindak sebagai tuan rumah. Kala itu, Indonesia hanya mampu memetik dua poin dari dua hasil imbang dan satu kekalahan selama fase grup.
"Dan tradisi itu sudah kita coba melakukan dengan persiapan dengan baik. Dan Garuda United ini menjadi salah satu apa, bukan percobaan, tetapi ini menjadi salah satu sarana untuk kita bisa lolos ke Piala Dunia lagi," ucap Nova yang kini telah naik tingkat memimpin timnas U-20.
Masa Transisi Estafet Kepelatihan ke Kurniawan Dwi Yulianto
Meskipun Nova saat ini fokus pada timnas U-20, ia tetap mendampingi timnas U-17 dalam masa transisi. PSSI telah menunjuk legenda sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, sebagai nakhoda baru untuk memimpin regenerasi skuad Garuda Muda mulai 4 Februari 2026.
Penunjukan Kurniawan didasari oleh rekam jejaknya yang mentereng saat membantu Indra Sjafri meraih emas di SEA Games. Pengalamannya sebagai mantan penyerang tajam timnas tahun 2004 diharapkan mampu memoles 28 pemain muda Indonesia dengan taktik yang lebih progresif.
Nova menjelaskan kehadirannya di tengah-tengah skuad U-17 saat ini bertujuan untuk memastikan proses perpindahan tanggung jawab berjalan mulus. Ia tidak ingin momentum positif yang sudah terbangun sejak tahun lalu terputus begitu saja karena pergantian pelatih.
"Dan, kenapa saya di sini? Sekali lagi, saya punya diberikan tanggung jawab oleh PSSI untuk mengawal mereka melawan China. Termasuk bagaimana nanti melakukan transisi yang baik dengan coach Kurniawan," ungkapnya secara terbuka mengenai perannya di Indomilk Arena.
Di bawah kendali Kurniawan, Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menatap Piala Dunia U-17 2027. Skuad Garuda Muda sudah dipastikan lolos otomatis ke Piala Asia U-17 2026 berkat keberhasilan menembus babak delapan besar pada edisi sebelumnya.
Target yang dicanangkan pun tidak main-main, yakni menembus babak semifinal Piala Asia 2026 agar bisa mengamankan tiket langsung ke Qatar. Para pemain berbakat seperti Zahaby Gholy dan Evandra Florasta diproyeksikan menjadi tulang punggung dalam upaya mengejar target tersebut.
PSSI juga telah menyiapkan investasi besar melalui pemusatan latihan (TC) jangka panjang dan serangkaian uji coba internasional. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan peluang Indonesia hingga 70 persen untuk kembali lolos ke ajang dunia jika konsisten berada di jajaran empat besar Asia Tenggara.
Integrasi antarkelompok umur juga diperkuat, di mana para pemain U-17 nantinya akan dipersiapkan untuk mengisi pipeline menuju timnas U-20 di bawah asuhan Nova untuk ajang Asian Games 2026, hingga akhirnya mencapai level senior.
Dengan persiapan yang matang dan sistem pembinaan yang terintegrasi, impian Nova Arianto untuk melihat Indonesia rutin tampil di Piala Dunia bukan lagi sekadar angan. Kemenangan atas Honduras di Qatar menjadi bukti nyata bahwa bakat muda Indonesia mampu bersaing, dan kini saatnya menjadikan prestasi tersebut sebagai standar baru yang permanen.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Dion Markx Pilih Nomor Punggung 44 di Persib, Ada Makna Khusus?
-
Maarten Paes Resmi Berseragam Ajax Amsterdam, Investasi Bagus?
-
Jamu China, Timnas Indonesia U-17 Diperkuat 28 Pemain Lokal hingga Diaspora
-
Kunjungi Sassuolo, John Herdman Pantau Langsung Aksi Jay Idzes?
-
Terjangkau, Inilah Harga Tiket Nonton Uji Coba Timnas Indonesia U-17
Artikel Terkait
-
Eks Pemain Ajax Doakan Timnas Indonesia Juara Piala Asia Futsal 2026
-
Jadwal dan Link Streaming Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Indonesia Cetak Sejarah
-
John Herdman Buka Peluang bagi Pemain Terpinggirkan Kembali ke Timnas Indonesia
-
John Herdman Nilai Timnas Indonesia Layak 5 Besar Asia Dengan Skuad Saat Ini
-
Pemain Keturunan Depok Jadi Top Skor Periode 3 Eerste Divisie, Solusi Lini Serang Timnas Indonesia?
Hobi
-
Ada Pendatang Baru! Inilah Daftar Tim dan Pembalap Formula 1 Tahun 2026
-
Eksodus Pemain Naturalisasi ke Liga Indonesia: Konspirasi di Balik Target Juara Piala AFF 2026?
-
BATC 2026: Comeback Gemilang Ester dan Tim Putri Indonesia Runner Up Grup X
-
Banyak Drama! 7 Fakta Unik di MotoGP Tes Sepang 2026
-
Bukan dengan STY, Kurniawan Bakal Saingandengan Kompatriotnya saat Tangani Timnas Indonesia U-17
Terkini
-
4 Milky Toner Vitamin C Berbahan Ascorbic Acid, Rahasia Glowing dan Kenyal
-
Fermat no Ryri Umumkan Hiatus Sementara, Ygo Kobayashi Siapkan Manga Baru
-
Macan Tutul di Bandung dan Tragedi Gajah Riau: Siapa yang Sebenarnya Menyerobot Wilayah?
-
Tak Mau Hubungan Cepat Bubar? Pelajari Triangular Theory of Love Ini!
-
Ketika Langit Membunuh Hujan