Momen reuni yang dinantikan akhirnya terjadi di markas Persija Jakarta usai Shayne Pattynama secara resmi menyambut kehadiran rekan setimnya di Timnas Indonesia, Mauro Zijlstra. Keduanya kini siap bahu-membahu membela panji Macan Kemayoran setelah resmi didatangkan pada bursa transfer paruh kedua BRI Super League 2025/2026.
Shayne Pattynama lebih dulu diperkenalkan sebagai penggawa anyar Persija pada 23 Januari lalu. Tak butuh waktu lama, jejak pemain berlabel tim nasional di skuad asuhan Mauricio Souza itu bertambah setelah Mauro menyusul diresmikan pada 4 Februari kemarin.
Keduanya diketahui telah menandatangani kontrak jangka panjang berdurasi 2,5 musim ke depan. Kehadiran Mauro pun disambut dengan rasa antusias yang tinggi oleh Shayne, yang sebelumnya sudah merantau di Liga Thailand sebelum memutuskan berlabuh ke ibu kota.
"Saya sudah berbicara dengannya dan dia senang berada di sini, dan saya juga antusias dia ada di sini," ujar Shayne saat ditemui ketika menyaksikan kemenangan dramatis Timnas Futsal Indonesia atas Jepang di Indonesia Arena, Kamis (5/2).
Merujuk Antara News, ternyata kedekatan antara keduanya ternyata sudah terjalin sebelum pengumuman resmi dilakukan pihak klub. Mauro mengakui bahwa Shayne adalah orang pertama yang "mencium" kabar kepindahannya dan langsung menghubungi secara pribadi untuk mengonfirmasi rumor yang beredar.
"Awalnya saya merahasiakannya. Saya tidak memberi tahu siapa pun, tapi ada beberapa rumor. Shayne mengirim pesan kepada saya, 'Kamu datang? Kamu datang?' Saya bilang, 'Mungkin, mungkin saya datang.' Jadi Shayne adalah orang pertama yang menghubungi saya," ungkap Mauro dalam wawancara eksklusifnya.
Strategi Jangka Panjang Sekaligus Pertajam Lini Depan, Mauro Zijlstra Jadi Jawaban?
Perekrutan Mauro Zijlstra bukan tanpa alasan. Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyebut langkah ini sebagai strategi klub untuk memperkuat kedalaman skuad sekaligus investasi jangka panjang bagi tim Macan Kemayoran.
"Kami melihat Mauro sebagai pemain muda dengan potensi besar dan masa depan yang menjanjikan. Di musim ini dirinya akan menambah kedalaman skuad Persija," terang Prapanca.
Lebih lanjut, ia meyakini kehadiran Mauro akan membangun kerangka tim yang kompetitif untuk beberapa musim ke depan.
Mauro sendiri merupakan pemain kelahiran Zaandam, Belanda, pada 9 November 2004. Ia memiliki rekam jejak pembinaan yang cukup mentereng di Negeri Kincir Angin, mulai dari akademi AZ Alkmaar hingga menembus level profesional bersama FC Volendam.
Pemain yang baru berusia 21 tahun ini juga telah mengoleksi tiga caps bersama Timnas Indonesia. Dirinya tercatat pernah tampil dalam laga uji coba melawan Taiwan dan Lebanon, serta ikut berjuang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 saat menghadapi Irak.
Meski masih muda, Mauro mengaku tidak gentar dengan ekspektasi tinggi yang disematkan kepadanya sebagai ujung tombak baru Persija. Ia merasa bangga bisa membela salah satu klub terbesar di Indonesia yang memiliki target juara musim ini.
"Persija adalah tim besar yang memiliki target juara musim ini. Saya sangat antusias menerima tantangan ini. Saya sangat senang, begitu pun keluarga saya," kata striker yang pernah menimba ilmu di NEC Nijmegen tersebut.
Kedatangan Mauro membuat lini serang Persija kian gemuk dan kompetitif. Kini, Macan Kemayoran memiliki empat opsi penyerang tengah berkualitas, mulai dari Gustavo Almeida, Eksel Runtukahu, hingga Alaeddine Ajaraie.
Shayne Pattynama melihat persaingan internal ini sebagai hal yang positif bagi perkembangan tim. Menurutnya, kualitas tambahan yang dibawa oleh Mauro akan sangat membantu Persija yang saat ini sedang bersaing ketat di papan atas klasemen.
Saat ini, Persija Jakarta bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 41 poin dari 19 laga. Mereka dijadwalkan akan melakoni laga penting pekan ke-20 melawan Arema FC di kandang sendiri pada Minggu (8/2) mendatang.
Manajemen Persija juga menegaskan tidak akan menghalangi mimpi Mauro jika kelak ingin kembali merumput di Eropa. Dukungan ini diberikan agar sang pemain bisa terus berkembang meski telah mengikat komitmen jangka panjang bersama Macan Kemayoran.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
-
Bukan Sekadar Visual, Ini Alasan Drama Korea Jadi Terapi 'Healing' Paling Favorit
-
High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?
-
Review See You at Work Tomorrow: Cinta yang Diuji oleh Rahasia Masa Lalu
Artikel Terkait
-
Alasan Mengejutkan Fred Grim Tak Mainkan Maarten Paes Lawan AZ Alkmaar
-
John Herdman Semringah, Jay Idzes Bikin Bintang AC Milan Luka Modric Bertekuk Lutut
-
Targetkan Piala Dunia, Nova Arianto Kawal Transisi Timnas Indonesia U-17
-
Maarten Paes Belum Cukup, Jordi Cruyff Bakal Menggila Bawa Pemain Top ke Ajax
-
Eks Pemain Ajax Doakan Timnas Indonesia Juara Piala Asia Futsal 2026
Hobi
-
Pantang Menyerah! Pedro Acosta Berusaha Raih Kemenangan Pertama Bersama KTM
-
Sprint Race MotoGP Inggris 2026: Aprilia Tampil Dominan, Ducati Kesulitan
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Digosipkan Pecat Maverick Vinales, KTM Bakal Dibenci Pembalap MotoGP?
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan
Terkini
-
Novel Tanjung Luka, Pencarian Kebenaran di Tengah Prasangka Masyarakat
-
5 Film Terbaru Agustus 2026, Ada Dear You Hingga The Tao Exorcist!
-
After the Fall: Kisah Humpty Dumpty yang Belajar Bangkit Kembali
-
Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal