Media olah raga kenamaan asal Malaysia, Astro Arena baru-baru ini merilis daftar susunan 11 pemain tim ASEAN All Stars yang diproyeksikan untuk menjalani laga uji coba melawan raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United.
Sepertimana yang telah disampaikan oleh induk sepak bola Asia Tenggara atau AFF, lawatan tim berjuluk si Iblis Merah ke Asia Tenggara pada bulan Mei nanti akan diwarnai dengan agenda yang berbeda.
Dalam pernyataannya, pihak AFF menginformasikan bahwa mereka akan membentuk tim yang berisikan para pemain terbaik dari setiap negara di Asia Tenggara, untuk kemudian ditarungkan dengan Manchester United.
Dan berkenaan dengan hal tersebut, Astro Arena, melalui akun TikTok mereka @astroarena menyusun 11 nama pemain dari masing-masing negara Asia Tenggara untuk masuk ke dalam tim.
Hasilnya adalah, sebuah tim yang berisikan 11 pemain terbaik dari 11 negara anggota ASEAN, dan mengusung formasi 3-4-3.
Namun sayangnya, karena di sini Astro Arena mengedepankan pakem keadilan bagi seluruh anggota AFF, maka setiap negara hanya bisa diwakili oleh satu pemain terbaiknya saja.
Pun demikian dengan Timnas Indonesia, pada formasi yang dibentuk oleh Astro Arena, Pasukan Merah Putih hanya diwakili oleh sang kapten, Jay Idzes saja.
Tentu sebagai pendukung Timnas Indonesia kita layak untuk kecewa jika benar hal ini terjadi. Pasalnya, dari empat sektor yang ada, mulai dari penjaga gawang, lini pertahanan, lini tengah, hingga lini penyerangan, para pemain Indonesia layak untuk menggantikan nama-nama yang ada.
Di sektor penjaga gawang, nama seorang Maarten Paes atau Emil Audero Mulyadi tentunya memiliki kualitas yang lebih mumpuni daripada penjaga gawang asal Timor Leste, Junildo.
Sementara di lini pertahanan, nama-nama sekelas Mees Hilgers, Justin Hubner, atau bahkan Rizky Ridho, tentunya tak kalah kualitas jika dibandingkan dengan Irfan Fandi dari Singapura dan Jefferson Tabinas dari Filipina.
Kemudian di lini tengah, media Malaysia tersebut menyebutkan nama Hein Htet Aung dari Myanmar di wing back kanan, Kydavone Souvany dari Laos di wing back kiri, dan duo Chanathip Songkrasin serta Azwan Ali Rahman asal Thailand-Brunei Darussalam untuk mengisi pos sentral.
Tentunya nama-nama tersebut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Calvin Verdonk, Kevin Diks, Thom Haye atau pemain teranyar Indonesia, Joey Pelupessy.
Melangkah ke pos penyerangan, Astro Arena memilih tiga penyerang dari tiga negara berbeda, yakni Sieng Chanthea dari Kamboja, Nguyen Tienh Linh dari Vietnam dan pemain andalan mereka, Arif Aiman.
Mungkin untuk sektor ini, nama seorang Ole Romeny bisa menjadi opsi untuk ditambahkan, menyusul permainan apiknya di dua laga terakhir bersama Timnas Indonesia saat bersua dengan Australia dan Bahrain.
Jadi, jika dipikir-pikir kembali, kebijakan yang coba dicontohkan oleh Astro Arena di atas benar-benar bisa membuat para pendukung Timnas Indonesia kecewa berat ya.
Karena jika benar kebijakan tersebut nantinya diimplementasikan kepada tim ASEAN All Stars yang dibentuk, maka rasa dahaga para pendukung Skuat Garuda untuk menyaksikan para pemain kesayangannya bertanding tak bisa terpuaskan.
Dan lagi, jika dianalisis lebih mendalam, sejatinya para penggawa Timnas Indonesia saat ini layak untuk mengisi setiap lini di skuat ASEAN All Stars nanti bukan? Jadi, jika hanya diberikan satu slot saja, tentunya hal tersebut sangat menyakiti sekaligus mengecewakan hati para pendukung Pasukan Merah Putih.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Tim Besar Eropa seperti Manchester United Ogah ke Indonesia, Menpora: Biayanya Mahal
-
20 Fakta Menarik Piala Dunia U-17 2025: Timnas Indonesia Setara Bolivia
-
Kata-kata Mengharukan Bintang Timnas Indonesia U-17 Usai Lolos ke Piala Dunia U-17 2025
-
Kabar Buruk! Gerald Vanenburg Diragukan Melatih Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam