Antusiasme para suporter Timnas Indonesia kerap kali membuat beberapa pihak salah fokus karena merasa kagum. Salah satunya terkait dengan effort fans yang sering kali rela membuat desain-desain unik untuk dibentangkan di tribun stadion.
Ini selalu menjadi kesan manis tersendiri yang sulit dilupakan. Perasaan tersebut juga dialami oleh Dean Ruben James atau yang lebih dikenal dengan nama Dean James. Ia merupakan salah satu pemain keturunan yang belum lama menyandang status sebagai WNI dan menjalani laga debut bersama Merah Putih.
Penggawa Go Ahead Eagles itu tampil sebagai starter dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga zona Asia. Meski pada akhirnya, skuad Garuda yang bertandang ke Sydney Football Stadium harus pulang dengan babak belur tanpa poin usai menelan kekalahan telak 1-5 dari Australia.
Namun walaupun dibayangi sedikit kenangan buruk karena hasil yang tak memuaskan, ia tetap merasa ada momen istimewa pada laga debut ini.
“Ya, perasaannya luar biasa. Saya bermain pertama kali melawan Australia di Sydney dan ya, sangat menyenangkan bisa menjalani pertandingan pertama saya. Atmosfernya, melihat rekan-rekan setim sama yang baru, itu sangat menyenangkan,” kata Dean sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Timnas Indonesia, Senin (28/4/2025).
Pernyataan penuh kebanggaan ini tentu bak isyarat bahwa dirinya menikmati dan tak menyesal telah memilih Indonesia sebagai pelabuhan baru.
Saat melawan Australia, Kluivert menurunkan ia sebagai starter di posisi bek kiri. Terlepas dari hasil kekalahan, performa dan fighting spirit yang ditunjukkan Dean layak untuk diapresiasi. Ia memberikan kontribusi bertahan yang solid di sayap kiri pertahanan.
Dean juga berperan penting dalam beberapa duel penting, sekaligus menjaga kestabilan lini belakang. Sayangnya, ia hanya berada di bangku cadangan ketika Timnas Indonesia menjamu dan menaklukkan Bahrain 1-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta).
Pertandingan ini termasuk salah satu kenangan yang tak terlupakan bagi sepak bola tanah air. Di mana para pemain berjuang hingga detik-detik akhir demi mengemas tiga poin penuh yang diperlukan untuk menjaga asa menuju putaran final.
“Sayangnya saya tidak bermain di stadion ini (GBK), tetapi saya menikmati setiap menit untuk melihat para penggemar dan pemain di lapangan,” tambah bek jebolan akademi Ajax Amsterdam itu.
Lebih jauh, ia menilai Timnas Indonesia perlu memenangkan banyak pertandingan lagi ke depannya. Tak dapat dipungkiri, ia juga merasa terharu dengan dukungan langsung suporter beserta sambutan hangat dari masyarakat tanah air.
Dean menambahkan, “Terima kasih kepada mereka, saya benar-benar merasakan dukungan dalam lima hari di Jakarta. Mereka mengirim banyak hadiah dan segalanya, jadi ingin mengucapkan terima kasih dan tetap dukung kami di hari baik dan buruk.”
Perasaan Dean James Valid, Joey Pelupessy Alami Hal Serupa
Selain Dean Ruben James, nama baru yang telah mencicipi atmosfer hangat bertanding membawa Indonesia adalah Joey Pelupessy. Pemain berusia 31 tahun ini turut merasakan nuansa yang serupa dengan Dean.
Apalagi ia berkesempatan menjalani debut perdana di markas skuad Garuda, yakni Stadion GBK. Menurutnya, momen tersebut adalah salah satu pengalaman besar. Dirinya juga menikmati pertandingan melawan Australia karena ada banyak orang yang datang ke Sydney.
“Seperti yang saya katakan, itu membuat saya merasa seperti ‘wow, mereka datang ke sini dengan banyak orang’. Jadi, ada sesuatu yang sedang terjadi di negara ini mengenai sepak bola, saya sudah tahu itu. Tapi jika melihatnya, itu hal yang berbeda dan tentu saja pertandingan kandang itu sangat istimewa bagi saya karena itu adalah debut saya,” ungkap Joey.
“Kami menang di hadapan sekitar 70.000 orang di stadion, jadi ya apa yang bisa saya katakan? Semua tentang pertandingan itu istimewa,” tambahnya.
Dua pekan perjalanan baru bersama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Maret menjadi pengalaman luar biasa bagi Dean maupun Joey. Keduanya juga kemungkinan besar akan kembali dipanggil untuk memperkuat pasukan Merah Putih di dua pertandingan terakhir menghadapi China dan Jepang.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026 Datang, Waktunya UMKM Panen Cuan Gila-gilaan dari Nobar!
-
Review Drama Korea The Legend of Kitchen Soldier: Saat Dapur Jadi Medan Perang
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
-
Hangatnya Euforia Piala Dunia, Sepakbola Benar-Benar Jadi Bahasa Universal?
Artikel Terkait
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
Piala Dunia 2026: Tanpa Bantuan AFC, Kualitas Qatar Hanyalah Sekelas Tim Semenjana Asia
-
Piala Dunia 2026: Tak Hanya Messi, Ronaldo Turut Cetak Rekor Prestisius
-
Prediksi Brasil vs Haiti: Selecao Wajib Menang, Haiti Mampukah Bertahan?
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
Terkini
-
Mulai dari 50 Ribuan! 5 Pilihan Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival