Bagi para penggemar Timnas Indonesia, nama seorang Elkan Baggott tentu sudah tak asing lagi didengar oleh telinga. Meskipun dalam setahun belakangan ini pemain yang berarier di persepakbolaan Inggris tersebut tak lagi menghiasi skuat Timnas Indonesia, namun keterlibatan sang pemain dalam berbagai pertandingan yang dijalani oleh Pasukan Merah Putih tetap terus membekas di benak pada suporter Indonesia.
Elkan Baggott yang datang ke skuat Garuda di awal kepelatihan Shin Tae-yong, menjadi andalan di Timnas Indonesia dari tahun 2020 hingga 2024 lalu. Selama rentang tiga hingga empat tahun bersama Timnas Indonesia, Baggott selalu menjadi andalan di lini pertahanan Indonesia, di berbagai event baik itu di tingkatan regional maupun benua.
Namun sayangnya, pertengahan tahun 2024 lalu karier cemerlang seorang Elkan Baggott di Timnas Indonesia harus tersendat. Meskipun belum ada penjelasan resmi terkait alasan sebenarnya yang mendasari, namun nama Elkan Baggott seolah menghilang dari Timnas Indonesia, bahkan hingga tahun 2025 ini.
Tudingan terjadinya misskomunikasi antara Elkan dengan Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia sebelumnya memang sempat mengemuka ke publik. Namun, ketika di era kepelatihan Patrick Kluivert sang pemain tak juga comeback ke Timnas Indonesia, maka alasan yang semula diterka sebagai biang kerok utama tak mau bergabungnya Elkan dengan skuat Garuda pun perlu ditinjau ulang.
Uniknya, meskipun saat ini sudah lebih dari satu tahun sang pemain tak lagi berjersey Garuda di Dada, namun hal tersebut tak lantas membuat nasionalismenya terhadap Timnas Indonesia berkurang.
Baru-baru ini, pemain yang mendapatkan julukan "The Big Elk" tersebut membagikan cerita dan kenangannya saat membela Timnas Indonesia. Sepertimana menyadur laman Suara.com (2/5/2025), pemain kelahiran Bangkok, Thailand tersebut mengungkapkan kenangan manisnya saat masih bermain untuk Pasukan Merah Putih.
Tak hanya mengenang laga-laga penting yang dijalaninya bersama skuat Garuda, Elkan bahkan juga mengenang saat-saat dirinya dan tim dilatih oleh Shin Tae-yong, sosok yang dituding pernah membuatnya kecewa dan sakit hati.
"Kalau menang, biasanya euforia, tapi jika kami tahu kami bermain buruk, kami tetap berdiskusi tentang perbaikan. Jika kalah, suasananya lebih reflektif," kata Elkan Baggott dalam lansiran Suara.com (2/5/2025) yang dikutip dari Youtube Serbert Lemon, Jumat (2/5/2025).
Pengakuan Elkan Baggott dan Preseden Positif Kembalinya sang Pemain ke Timnas Indonesia
Tentunya, pengakuan Elkan Baggott akan kenangan-kenangan manis yang didapatkannya saat menjalani masa-masa romantis bersama Timnas Indonesia tersebut selain menggambarkan masih adanya rasa nasionalismenya terhadap Indonesia, juga menjadi preseden positif terkait bakal kembalinya sang pemain ke Pasukan Merah Putih.
Pasca kurang lebih satu tahun menepi dari ingar bingar pemanggilan Timnas Indonesia, Elkan Baggott sendiri sejatinya sempat dikabarkan kembali dihubungi oleh Patrick Kluivert untuk menjalani pertarungan melawan Australia dan Bahrain di matchday ketujuh serta kedelapan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga bulan Maret lalu.
Namun sayangnya, kala itu sang pemain menolak panggilan tersebut karena berdalih ingin fokus membela klubnya saat ini, Blackpool FC. Sehingga pada akhirnya, harapan para pendukung Timnas Indonesia untuk bisa menyaksikan The Big Elk melakukan comeback ke Timnas Indonesia setelah setahun lebih menepi pun urung terlaksana.
Elkan Baggott sendiri sejatinya bukanlah pemain yang minim kualitas saat bermain bersama Timnas Indonesia. Meskipun masih berusia muda, 19 tahun dan 24 hari saat debut di Timnas Indonesia senior, namun pemain bertinggi badan 196 sentimeter tersebut sudah membuktikan bahwa dirinya layak untuk menjadi andalan.
Terbukti, hingga pertandingan terakhirnya bersama Timnas Indonesia di babak 16 besar Piala Asia 2023 melawan Australia, Baggott sudah mencatatkan 22 caps dan menyumbangkan 2 gol bagi negara leluhurnya tersebut.
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia di Pot 3 Piala Dunia U-17 2025, Nova Arianto Berharap Keajaiban
-
Angin Segar bagi China, Mantan Bek Everton Siap Lawan Timnas Indonesia
-
Bukan dari Liga 1, 3 Klub yang Berpeluang Dapatkan Jordi Amat Musim Depan
-
Pemain Timnas Indonesia yang Bisa Jadi Rebutan di Bursa Transfer Liga Eropa, Ada Rizky Ridho
Hobi
-
Piala Asia 2027 Terancam Batal, Jadi Kerugian Bagi Timnas Indonesia?
-
Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?
-
Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal: The Gunners Dibayangi Rekor Buruk di Anfield
-
Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?
Terkini
-
Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan
-
Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist
-
Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?
-
Rakyat Diminta Berhemat, Pejabat Menikmati Fasilitas Negara?
-
Siap Garap Album Baru di Tahun 2027, My Chemical Romance Bakal Rehat Tur