Beberapa waktu lalu, pelatih Timnas Indonesia telah mengumumkan daftar pemain yang diproyeksikannya untuk memperkuat Timnas Indonesia di dua laga krusial babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga di bulan Juni mendatang.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun instagram @timnasindonesia, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut memanggil sejumlah 32 nama untuk persiapan jelang laga nan menentukan tersebut.
Seperti halnya pemanggilan-pemanggilan sebelumnya, ada pemain anyar yang masuk dalam tim, ada pemain yang terlempar dari pemanggilan, dan ada pula pemain yang comeback setelah beberapa wakti ditepikan dari pemanggilan.
Salah satu pemain yang semula ditepikan dari Timnas Indonesia, Stefano Lilipaly, pada akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama Pasukan Merah Putih. Dan jika dirinya mampu meyakinkan sang pelatih akan kualitas yang dimilikinya, bukan tak mungkin Lilipaly akan kembali membersamai Timnas Indonesia dalam pertandingan resmi setelah kurang lebih satu tahun lamanya vakum dari pemanggilan.
Sejatinya, pemanggilan kembali Stefano Lilipaly ke Timnas Indonesia sendiri bukanlah sebuah hal yang bersifat kebetulan. Permainan apiknya dalam dua musim terakhir bersama Borneo FC, membuat dirinya memang layak untuk kembali mencoba peruntungannya di skua Garuda.
Terlebih, sepertimana dilansir laman Suara.com (28/5/2025), pemain yang akrab disapa dengan nama Papa Fano tersebut dapat dikatakan memiliki kapasitas yang baik untuk menggantikan posisi Ragnar Oratmangoen.
Ragnar Oratmangoen sendiri memang tak mendapatkan panggilan ke Timnas Indonesia kali ini. Dari berbagai sumber dikabarkan, pemain yang kini memperkuat FC Dender tersebut masih belum benar-benar fit dari penyakit yang dideritanya. Sehingga, Patrick Kluivert pada akhirnya memilih untuk tak memanggil sang pemain, dan memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada pemain lain yang memiliki kualitas apik guna memperkuat posisi yang ditinggalkan oleh Oratmangoen.
Kurang Tepat Jika Lilipaly Dikatakan Sebagai Pengganti Oratmangoen!
Sejatinya, jika ada yang mengatakan Lilipaly adalah pengganti Oratmangoen di Timnas Indonesia, hal tersebut tidaklah tepat. Pasalnya, secara kualitas, pemain Borneo FC tersebut dapat dikatakan tak kalah dengan Oratmangoen.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, posisi kedua pemain ini memang dapat dikatakan identik. Baik Oratmangoen maupun Lilipaly, ketiganya tercatat fasih jika dimainkan di sektor sayap serang kiri.
Bahkan, dua pemain ini juga memiliki kemampuan untuk bermain di tiga posisi yang sama. Selain bisa ditempatkan di sektor sayap serang kiri, Oratmangoen maupun Lilipaly juga bisa bermain di sektor gelandang serang, atau dilukir di posisi sayap serang kanan.
Sebuah kemampuan yang identik bukan?
Uniknya, jika berbicara mengenai kemampuan yang dimiliki, kedua pemain ini juga cukup identik. Baik Oratmangoen maupun Lilipaly, keduanya adalah tipikal pemain yang agresif, dan bisa bermain sebagai pembagi bola maupun sebagai finisher.
Para pencinta Timnas Indonesia tentunya masih ingat momen indah di tahun 2018 lalu. Lilipaly yang menjadi bagian dari tim Asian Games besutan Luis Milla, menunjukkan kegarangannya di waktu-waktu genting pertandingan dengan mencetak gol penyama kedudukan ke gawang Uni Emirat Arab di pertandingan babak 16 besar gelaran yang dimainkan di Indonesia tersebut.
Dan kemampuan ini sejatinya juga tak luntur meskipun Lilipaly kini sudah memasuki usia 35 tahun. Jiwa menyerangnya yang tinggi, kini berpadu dengan bejibun pengalaman dan kematangan yang terus terpupuk.
Sehingga membuat dirinya kini tak lagi mengandalkan fisik untuk bisa menjebol gawang lawan, namun juga mengandalkan perhitungan yang cermat untuk melakukan hal itu. Dan hal inilah yang menjadikan dirinya memiliki nilai lebih jika berada di tubuh Timnas Indonesia.
Namun, yang menjadi sedikit permasalahan adalah, jika nantinya Lilipaly benar menjadi pengganti Ragnar Oratmangoen di sisi kiri permainan Indonesia, bisakah dirinya bermain intens sepanjang pertandingan berjalan? Mengingat usianya kini tak lagi muda.
Atau mungkin, Kluivert bisa menjadikan Lilipaly sebagai kartu as, yang nantinya diturunkan di babak kedua untuk memberikan tekanan yang konstan kepada China dan Jepang?
Ah, apapun itu, yang jelas, Lilipaly memiliki kapasitas yang sepadan untuk menggantikan posisi Oratmangoen di Timnas Indonesia!
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
-
Nilai Skuad Timnas Indonesia Bikin Media Asing Geleng-geleng, China Kelewat Jauh
-
Live Malam Hari Pertandingan Timnas Indonesia vs China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Well Done! Erick Thohir Salaman: Selamat Bertugas Om Simon Tahamata
-
Mees Hilgers Lempar Senyum Kawanua Saat Tiba di TC Timnas Indonesia
-
Patrick Kluivert: Saya Ganti Pemain Lainnya!
Hobi
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terkini
-
Kifayah, Novel Misteri Spiritual yang Sulit Dilepaskan
-
Drakor Apartment Tayang Juli, Ini Jajaran Pemeran Utama yang Penuh Bintang
-
Review Film Forastera: Sebuah Duka yang Menjelma Menjadi Misteri
-
In This Economy, Apakah Nasihat Hidup Hemat Masih Relevan bagi Gen Z?
-
Gen Z dan Impulsive Buying yang Bertabrakan dengan Zero Waste, Relate?