Pembalap asal Prancis, Fabio Quartararo, telah resmi pindah ke Honda mulai musim 2027. Fabio menandatangani kontrak selama 2 tahun bersama tim barunya tersebut.
Hubungan Fabio Quartararo dengan Yamaha sangat dekat, sejak debut di MotoGP pada 2019 lalu, dia hanya membela tim Yamaha hingga akhir musim 2026.
Selama itu juga, Fabio telah mengukir banyak cerita bersama Yamaha, mulai dari prestasi hingga cerita pahit di masa-masa sulit.
Untuk mengingat momen-momen tesebut, berikut adalah rangkuman perjalanan Fabio Quartararo bersama Yamaha selama 7 musim bersama, yang dilansir dari situs resmi MotoGP, motogp.com.
1. 2019 – Debut MotoGP (Petronas Yamaha SRT)
Fabio Quartararo kali pertama debut di MotoGP pada tahun 2019, dia naik kelas dari Moto2 ke tim satelit Petronas Yamaha. Musim debutnya cukup bagus, dia langsung tampil mengejutkan dengan 7 podium dan meraih beberapa pole position.
Berkat performa impresifnya selama satu musim, Fabio berhasil menutup musim di peringkat kelima klasemen sekaligus meraih gelar Rookie of the Year.
2. 2020 – Kemenangan Pertama
Pada tahun 2020 atau tahun keduanya di MotoGP, Fabio meraih kemenangan perdananya di MotoGP di GP Qatar. Selama satu musim, dia sukses mengoleksi 3 kemenangan
Sayangnya, performanya menurun di paruh kedua musim yang membuat dia terpaksa harus rela menutup musim di posisi 8 klasemen. Di momen ini juga Fabio resmi dikontrak Yamaha pabrikan.
3. 2021 – Puncak Karier
Tahun ketiganya di MotoGP, Fabio Quartararo resmi dipromosikan ke tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP.
Siapa sangka, tahun itu juga menjadi tahun keberuntungan baginya karena tampil luar biasa dengan meraih 5 kemenangan dan 10 podium.
Tak heran, dia berhasil keluar sebagai juara dunia untuk kali pertama, serta menjadi pembalap Prancis pertama yang menjadi juara dunia kelas premier.
Prestasi Fabio ini sekaligus mengakhiri penantian Yamaha yang puasa gelar sejak Jorge Lorenzo pada 2015.
4. 2022 – Hampir Back-to-Back
Tahun 2022, Fabio Quartararo dan Yamaha masih diperhitungkan ketika Ducati mulai mendominasi. Terjadi persaingan yang cukup sengit antara Fabio dengan Pecco Bagania saat itu.
Fabio sendiri sempat memimpin klasemen cukup lama, meskipun akhirnya harus rela kalah dari Pecco Bagnaia. Fabio pun mengakhiri musim dengan menjadi runner-up MotoGP 2022 dan mulai kesulitan dengan motor yang hampir tertinggal dari yang lain.
5. 2023–2024 – Masa Sulit
Awal tahun 2023 hingga 2024 Yamaha mengalami penurunan performa yang cukup drastis, sementara itu Fabio Quartararo tetap bertahan meski sulit bersaing di barisan depan dan berkali-kali mengkritik perkembangan motor YZR-M1.
6. 2025 – Ada Tanda Kebangkitan
Musim lalu, Yamaha mulai menunjukkan peningkatan performa bersama Fabio Quartararo. Mereka berhasil kembali meraih podium dan beberapa hasil kompetitif, memberi harapan bahwa proyek pengembangan Yamaha mulai membuahkan hasil.
Namun, semua tidak berjalan sesuai harapan. Memasuki paruh kedua musim performa Yamaha kembali naik turun, bahkan cenderung menurun.
7. 2026 – Perpisahan dengan Yamaha
Tahun 2026 ini adalah tahun pertama Yamaha menggunakan mesin V4 yang diharapkan mampu mendobrak performa mereka. Sayangnya, hingga paruh pertama musim ini belum ada hasil yang signifikan.
Yang ada justru kabar kurang menyenangkan, di mana Fabio Quartararo memutuskan untuk menjalani musim terakhirnya bersama Yamaha dan pindah ke Honda tahun depan.
Nah, itu tadi cerita perjalanan Fabio Quartararo selama 7 tahun bersama Yamaha. Terlepas dari naik turun performanya, elama membela Yamaha di MotoGP (2019–2026), Fabio Quartararo mencatat beberapa pencapaian seperti:
- 1 gelar Juara Dunia MotoGP (2021)
- 11 kemenangan balapan
- 32 podium
- 21 pole position
Tidak bisa dipungkiri, kepindahannya ke Honda pada 2027 menjadi salah satu transfer paling ditunggu dan mengejutkan MotoGP tahun ini.
Bagaimanapun dia harus berpisah dengan tim yang selama 7 tahun telah membesarkan namanya.
Kini, tantangan terbesarnya adalah mengembalikan Honda kembali ke persaingan papan atas sekaligus membuktikan bahwa dia adalah pembalap dengan kualitas yang baik serta sebagai salah satu pembalap terbaik di generasinya.
Baca Juga
-
Sisa Setengah Musim, Ini 5 Transfer Pembalap Paling Heboh di MotoGP
-
Piala Dunia 2026 Usai, Bagaimana Nasib Bola dan Jersey yang Sudah Dipakai?
-
Mau Wisuda Kekinian tapi Tetap Hemat? Ini 6 Tips yang Bisa Dicoba
-
Tertarik Jadi Volunteer Piala Dunia Edisi Berikutnya? Perhatikan 6 Hal Ini!
-
Piala Dunia 2026 Segera Usai, Apa Saja Kegiatan Pemain setelah Ini?
Artikel Terkait
Hobi
-
Sisa Setengah Musim, Ini 5 Transfer Pembalap Paling Heboh di MotoGP
-
6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina
-
7 Catatan Miris Argentina di Final Piala Dunia 2026: Nol Peluang dan Target
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Siapa Keyne Yamal? Tingkah Gemas Adik Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jangan Lewatkan! Film Masters of the Universe Rilis di Prime Video Hari Ini
-
Drama Flower of Evil: Saat Seorang Detektif Harus Selidiki Suaminya Sendiri
-
Motor Listrik Nasional: Kemandirian Teknologi atau Sekadar Euforia Tukang Rakit?
-
Mengulas Penyihir Dahsyat dari Oz: Fantasi Klasik tentang Keberanian dan Harapan
-
Viral Gula Disulut Sendok Panas Semburkan Api, Benarkah Mirip Bensin? Ini Penjelasan Sainsnya