KFF Singapore Badminton Open 2025 telah merampungkan keseluruhan turnamen dan melahirkan lima juara baru usai laga final pada Minggu (1/6/2025) di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Meski China sukses kirim tiga wakil dan bahkan ciptakan all Chinese final di nomor tunggal putri, tetapi justru Thailand yang raih hasil maksimal.
Thailand sendiri berhasil kirimkan dua wakil di dua nomor berbeda dan keduanya keluar sebagai juara level Super 750. Pencapaian ini dipersembahkan oleh sektor tunggal putra dan ganda campuran yang memang menjadi andalan Thailand.
Selain kedua sektor tersebut, juara baru menjadi milik China untuk tunggal putri, Malaysia di nomor ganda putra, dan Korea Selatan untuk ganda putri. Nah, berikut ini daftar juara baru Singapore Open 2025 di lima sektor.
1. Tunggal Putra
Kunlavut Vitidsarn, atlet asal Thailand yang juga merupakan unggulan kedua di turnamen ini berhasil kembali naik podium kali ini. Gelar sebagai juara Singapore Open 2025 diraih setelah Kunlavut berhasil mengalahkan andalan China, Lu Guangzu.
Bisa dikatakan jika laga final di nomor tunggal putra ini bak antiklimaks karena Kunlavut menang dengan sangat meyakinkan. gap skor yang cukup jauh dari hasil laga ini semakin memperlihatkan keunggulan Kunlavut dibanding Lu Guangzu.
Berakhir dalam 37 menit, Kunlavut unggul 21-6 dan 21-10 atas Lu Guangzu dan naik podium tertinggi turnamen Super 750 ini. Pencapaian ini juga menjadi gelar ketiga di sepanjang tahun 2025 yang diraih Kunlavut setelah Indonesia Masters 2025 dan Thailand Open 2025.
2. Tunggal Putri
All Chinese final sepenuhnya menjadi milik Chen Yufei yang berhasil meredam ambisi rekan senegaranya, Wang Zhiyi. Menariknya, Chen Yufei sendiri memang sudah unggul head to head 9-1 dari Wang Zhiyi.
Hasil laga final Singapore Open 2025 menambah gap keunggulan semakin jauh untuk dominasi Chen Yufei. Kali ini Chen Yufei menang straight game 21-11, 21-11 atas Wang Zhiyi dan menyelamatkan muka China dengan membawa pulang satu gelar.
3. Ganda Putra
Laga sengit terjadi di sektor ganda putra antara Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan kontra unggulan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Namun, keberuntungan berpihak pada Chia/Soh usai lakoni drama rubber game dengan skor akhir 15-21, 21-18, dan 21-19 atas Kim/Seo.
Tiga final berturut-turut dalam tiga pekan terakhir semakin menunjukkan konsistensi Chia/Soh. Gelar level Super 750 di Singapore Open 2025 ini menjadi gelar kedua untuk Chia/Soh setelah sebelumnya naik podium juara di Thailand Open 2025 level Super 500.
4. Ganda Putri
Berbeda nasib dengan wakil ganda putra, sektor ganda putri Korea Selatan justru sabet gelar lewat perjuangan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong mengalahkan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi dari Jepang. Tampaknya, dominasi Kim/Kong belum terhenti kali ini.
Kim/Kong unggul dua gim langsung dengan skor 21-16 dan 21-14 atas Rin/Kie. Gelar di Singapore Open 2025 menjadi prestasi tambahan tahun ini setelah sebelumnya sudah berhasil mengoleksi gelar di Indonesia Masters 2025 dan Orleans Masters 2025.
5. Ganda Campuran
Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran asal Thailand kembali menunjukkan performa terbaiknya di Singapore Open 2025. Keluar sebagai juara, dominasi Bass/Fame semakin terlihat di hadapan unggulan Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet.
Bass/Fame menang straight game dengan skor akhir 21-16 dan 21-9 atas Tang/Tse dan meraih gelar level Super 750 perdananya. Gelar ini juga menjadi gelar ketiga tahun ini sejak Bass/Fame resmi dipasangkan sebagai partner di lapangan pada 2024 lalu.
Itulah tadi sederet nama baru yang menjadi juara di Singapore Open 2025 dari lima sektor berbeda. Tentu hasil ini menjadi bukti bahwa potensi badminton semakin merata dan tidak lagi hanya didominasi satu negara, seperti edisi tahun lalu di mana China sabet empat gelar.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Promo Belanja Tanggal Kembar:Tradisi Baru Kaum Rebahan Buru Diskon Midnight
-
Checkout Impulsif Tanggal Kembar: Promo 6.6 Datang, Keranjang Belanja Aman?
-
Hidup Ramah Lingkungan di Tengah Gaya Hidup Konsumtif: Tantangan atau Beban?
-
Beli Barang karena Butuh atau Cuma Karena FOMO? Refleksi Sebelum Klik Checkout 6.6
-
Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih
Artikel Terkait
-
'Tim Kami Seperti Lelucon': Media China Pesimistis Jelang Lawan Timnas Indonesia
-
Kronologis Kekerasan di Perayaan PSG Juara Liga Champions: 195 Orang Jadi Korban
-
Jelang Lawan China, Jay Idzes Ungkap Patrick Kluivert Hadapi 'Masalah Besar'
-
Tok! Patrick Kluivert Tutup Pintu Panggil Pemain Tambahan Lawan China dan Jepang
-
Patrick Kluivert: Gaya Nomor 2
Hobi
-
Jadwal MotoGP Hungaria 2026: Akankah Marc Marquez Mengulang Kesuksesannya?
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
Terkini
-
Tikus Menari di Atas Meja Makan
-
Membedah Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika 'Lima Menit Lagi' Merampas Waktu Tidur
-
Preppy hingga Feminine Style, Intip 4 OOTD Versatile ala Shin Ye Eun Ini!
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
-
Ducati Peringati 100 Tahun dengan Mesin Kopi Terbatas, Hanya 1.926 Unit