Persebaya Surabaya resmi memperkenalkan dua pemain asing anyar untuk mengarungi kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026. Pengumuman ini disampaikan melalui akun media sosial resmi klub.
Dua pemain yang dimaksud adalah Risto Mitrevski, bek tengah asal Makedonia Utara, dan Gali Freitas, penyerang muda berbakat dari Timor Leste yang sebelumnya membela PSIS Semarang.
"Pengumuman pemain baru juga mulai diumumkan di media sosial," ujar Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno Thamrin, seperti dikutip dari Antara News, Selasa (3/06/2025).
Kedatangan Mitrevski dan Gali tentu menambah warna dalam komposisi tim Bajul Ijo, yang terus melakukan pembenahan menjelang bergulirnya musim baru. Keduanya datang dengan latar belakang dan kekuatan yang berbeda namun berpotensi besar untuk memperkuat Persebaya.
Risto Mitrevski adalah sosok tangguh di lini belakang. Pemain kelahiran Skopje, 5 Oktober 1991 ini, sebelumnya memperkuat Dewa United FC dan tampil konsisten sepanjang musim lalu.
Bek berpostur 1,87 meter itu mencatatkan 30 penampilan di BRI Liga 1 2024/2025 bersama Banten Warrior, danmenyumbang dua gol beserta dua assist. Ia pun turut membantu timnya meraih 12 clean sheet. Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Mitrevski bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan pemain kunci dalam lini bertahan.
Karier profesional Mitrevski dimulai di Rabotnicki, Makedonia Utara, sebelum merambah ke sejumlah klub di Eropa dan Asia. Namanya mulai diperhitungkan di Asia setelah tampil impresif bersama Sabah FC di Liga Malaysia dan Alashkert di Armenia.
Bergabung dengan Dewa United sejak 2022, ia bahkan sempat mengenakan ban kapten. Pengalaman internasional dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki menjadi aset berharga untuk lini belakang Persebaya.
Sementara itu, Gali Freitas datang dengan gaya bermain yang sangat berbeda dari Mitrevski. Pemain kelahiran Dili, 31 Desember 2004 ini dikenal sebagai winger eksplosif dengan kecepatan dan kelincahan yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan.
Gali memulai kariernya di sejumlah klub lokal Timor Leste seperti SLB Laulara, Lalenok United, dan Assalam FC sebelum direkrut oleh PSIS Semarang pada pertengahan 2023.
Di PSIS, Gali langsung mencuri perhatian publik. Ia mencetak gol pada debutnya kontra Bhayangkara FC dan menyumbang total 12 gol dari 61 pertandingan hingga pertengahan 2025. Catatan impresif ini membuatnya jadi salah satu pemain muda ASEAN yang patut diperhitungkan.
Direkrut Persebaya Surabaya, Gali Freitas Bisa Berikan Kontribusi Besar?
Gali Freitas bukan hanya cepat dan lincah. Meskipun hanya mencetak satu gol, tetapi ia punya kontribusi apik terhadap skema serangan sehingga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Keberadaan Gali di skuad Bajul Ijo diharapkan mampu menghubungkan lini tengah dan lini depan Persebaya dengan efektif. Ia bisa menjadi inisiator serangan dari sisi sayap dan menambah variasi dalam taktik pelatih.
Dengan pengalaman bermain di kompetisi sepak bola tanah air bersama PSIS, adaptasi seharusnya bukan hal sulit bagi Gali. Sebab dirinya diyakini sudah terbiasa menghadapi tekanan kompetisi tertinggi di Indonesia.
Dengan usianya yang baru 21 tahun, Gali Freitas adalah investasi jangka panjang bagi Persebaya. Pengalamannya yang melimpah di usia muda menjadi modal berharga untuk berkembang lebih jauh di kompetisi domestik.
Ia juga datang untuk mengisi slot pemain asing dari kawasan ASEAN, yang menurut regulasi Liga 1 sangat penting untuk mendukung keragaman skuad.
Kehadiran Gali akan memperkaya opsi serangan dan meningkatkan kreativitas tim. Jika mampu tampil konsisten, ia berpotensi menjadi salah satu pemain kunci bagi Persebaya di musim mendatang.
Baca Juga
-
Saat Perempuan Begadang Demi Piala Dunia 2026, Apa yang Salah?
-
Hangatnya Euforia Piala Dunia, Sepakbola Benar-Benar Jadi Bahasa Universal?
-
Piala Dunia Memang Milik Semua Orang, Tak Perlu Malu Jadi Fans Jalur FOMO?
-
Reborn Rookie dan Formula Lama yang Masih Ampuh Memikat Penonton
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
Artikel Terkait
Hobi
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya
-
Lewis Hamilton Podium ke-106 Bersama Ferrari, Rekornya Makin Tak Tersentuh!
-
Portugal vs Kongo Piala Dunia 2026: Analisis Pemain, Skor dan Taktik Laga
-
Sejarah Tercipta, Wasit Wanita Pimpin Laga di Ajang Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jalan yang Membawaku ke Tempat yang Sama
-
Inggris vs Kroasia: Misi 'The Three Lions' Muda Bungkam Senioritas Luka Modric
-
Anti Basic! 4 OOTD Luxury City Boy ala Wooyoung ATEEZ yang Edgy Maksimal
-
Anime Sasaki and Peeps Season 2 Umumkan Tayang Oktober, Rilis Trailer Baru
-
Sisi Gelap Label Introvert yang Bikin Generasi Sekarang Makin Egois