Sebuah kabar cukup mengejutkan diembuskan oleh induk sepak bola benua Asia, AFC. Di tengah fokus para anggotanya menjalankan dua laga terakhir nan krusial di ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026, induk sepak bola benua kuning tersebut secara sepihak membuat keputusan yang cukup aneh terkait tuan rumah babak kualifikasi ronde keempat.
Sepertimana dilansir laman Suara.com (4/6/2025), konfederasi sepak bola tertinggi di benua terbesar dunia tersebut dikabarkan telah menetapkan dua negara asal Timur Tengah, yakni Arab Saudi dan Qatar untuk menjadi tuan rumah babak selanjutnya.
Namun demikian, meskipun AFC telah menetapkan dua negara dari Jazirah Arab tersebut sebagai tuan rumah ronde keempat nanti, penetapan tersebut masih bersifat tentatif dan menyesuaikan hasil di klasemen akhir masing-masing grup.
Akun instagram @seasiagoal yang turut mengunggah informasi tersebut, menambahkan kalimat penjelas terkait kemungkinan kedua negara kaya dari Asia Barat itu menjadi tuan rumah.
"Sebagai tambahan informasi, Arab Saudi akan menjadi tuan rumah jika mereka bisa lolos ke ronde keempat, sementara Qatar, memiliki kesempatan besar untuk lolos juga, karena hanya Kirgistan yang bisa mengejar serta memperkecil jarak 4 poin dengan Qatar," tulis akun @seasiagoal.
Jadi, dari penjelasan akun instagram yang concern menyoroti persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara tersebut, satu kesimpulan yang bisa dipetik adalah, status tuan rumah bagi kedua kesebelasan akan tetap berlaku jika mereka berhasil lolos ke ronde tersebut.
Sehingga jika kedua negara itu tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan, maka kemungkinan besar keuntungan sebagai tuan rumah akan dialihkan ke negara lain.
AFC Kembali Tak Konsisten dengan Keputusannya
Keputusan AFC yang menunjuk dua negara asal kawasan Arab sebagai tuan rumah ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 tersebut tentu saja membuat para penggemar sepak bola di Indonesia merasa aneh.
Bahkan, berdasarkan informasi dari laman berita Suara.com (4/6/2025), para pendukung Timnas Indonesia menyuarakan komentar-komentar bernada protes terhadap keputusan sepihak dari AFC tersebut.
Sebuah hal yang wajar, karena jika kita mengikuti alur perjalanan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini, penunjukan duo negara Arab tersebut juga terkesan dipaksakan. Bahkan yang lebih parah lagi adalah, penunjukan dua negara kawasan Asia Barat itu juga mengingkari serta mengkhianati komitmen serta aturan yang telah dibuat oleh AFC sendiri!
Pada artikel yang dirilis oleh AFC di laman resmi mereka (the-afc.com), induk sepak bola Asia tersebut menyatakan bahwa untuk ronde keempat babak kualifikasi, penentuan negara yang berhak menjadi tuan rumah berbasis pada prestasi mereka di ronde ketiga ini.
Dalam artikel yang berjudul "AFC Competitions Committee approves key decisions on reformatted competitions" dan dirilis tanggal 1 Juli 2023 tersebut, AFC menetapkan bahwa dua negara yang menempati posisi ketiga terbaik lah yang berhak untuk menjadi tuan rumah ronde ini.
Jika melihat kondisi sekarang, tentunya hal ini sangat bertentangan dengan yang ada di lapangan. Hingga menjelang matchday kesembilan dimulai, Arab Saudi dan Qatar masih kalah dalam hal jumlah poin dengan negara lain seperti Uni Emirat Arab dan Irak.
Sehingga, jika AFC bijak, maka mereka seharusnya tak terburu-buru dalam menentukan negara mana yang akan menjadi tuan rumah ronde keempat ini. Setidaknya, hingga berakhirnya ronde ketiga babak kualifikasi ini.
Kalau sudah begini, AFC kembali membuat keputusan yang bertentangan dengan komitmen yang telah mereka buat sendiri bukan?
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI SINI
Baca Juga
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Realita Dunia Orang Dewasa: Bekerja Terasa Jauh Lebih Nyaman, Efek Pimpinan Baru yang Pengertian
-
Bagi Sebagian Warga Rembang Asli, Gaji UMR adalah Sebuah Impian dan Pencapaian Prestasi
-
Realita Pahit Lulusan SMK: Niatnya Bantu Keluarga, Malah Terjebak Gaji Kecil di Luar Kota
-
Penerapan UU Transfer Daerah dan Nasib Remang Masa Depan PPPK: Efisiensi Berujung Eliminasi?
Artikel Terkait
Hobi
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Bersaing! Bos Aprilia Akui Jorge Martin Lebih Unggul dari Marco Bezzecchi
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Brap Brap Brap! RX-7 VeilSide Han di Tokyo Drift Masih Jadi Mimpi Anak JDM
Terkini
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"
-
Anime Assassin Reinkarnasi Karya Rui Tsukiyo Umumkan Season 2 Tayang 2027
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta