Hari Selasa tanggal 10 Juni 2025 tampaknya akan menjadi hari yang sibuk bagi negara-negara di benua Asia. Ketika 18 negara yang lolos ke ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 harus bertarung menjalani matchday terakhir di grup masing-masing, pada hari yang bersamaan negara-negara yang gugur di ronde kedua babak kualifikasi juga harus menjalani pertandingan lanjutan babak kualifikasi Piala Asia 2027.
Selain Indonesia yang bakal berduel melawan Jepang di pertandingan kesepuluh ronde ketiga grup C, sembilan negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam juga akan bermain di level yang lebih rendah, memperebutkan tiket yang tersisa ke putaran final Piala Asia di Arab Saudi dua tahun mendatang.
Jika dipikir-pikir, sebenarnya apa yang saat ini terjadi kepada Malaysia dan para negara Asia Tenggara lainnya yang kini menjalani babak kualifikasi Piala Asia 2027 adalah sebuah ketidakberuntungan tersendiri. Pasalnya, dengan sudah dibookingnya 18 slot peserta di putaran final nanti, mau tak mau mereka harus bisa menjadi juara grup jika ingin menjadi kontestan di turnamen dua tahun mendatang.
Pasalnya, dengan 24 peserta yang telah ditetapkan oleh AFC untuk fase putaran final yang mana 18 tiket sudah dipegang negara-negara yang lolos ke ronde ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026, maka kini hanya tersisa enam tiket saja.
Dan dengan konstelasi enam grup yang saat ini ada di babak kualifikasi, semua peserta babak ini wajib menjadi yang terbaik di grupnya masing-masing, karena nantinya hanya ada enam negara saja yang akan melaju ke turnamen yang sesungguhnya.
Tentu saja hal ini menjadi sebuah hal yang sangat tidak menguntungkan bagi semua peserta, termasuk Malaysia. Pasalnya, di edisi-edisi sebelumnya, AFC setidaknya mengalokasikan dua negara dari setiap grup yang akan melaju ke putaran final.
Bahkan, jika dibandingkan dengan perjalanan Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia 2023 lalu, Pasukan Merah Putih dapat dikatakan lebih beruntung. Pada babak kualifikasi yang kala itu diformat dalam bentuk home tournament, AFC memberikan jatah sebelas tiket untuk diperebutkan oleh para peserta kualifikasi.
Dari enam grup yang ada, kala itu setiap juara grup akan langsung lolos secara otomatis, sementara lima slot lainnya, diberikan kepada lima tim yang menduduki posisi runner-up terbaik.
Perbandingan jumlah tiket yang diperebutkan, hingga adanya jalan lolos putaran final dari jalur tim runner-up terbaik yang bahkan mencapai lima negara dari enam grup, tentunya jauh lebih melimpah jika dibandingkan dengan saat ini.
Seperti yang telah dituliskan di atas, pada babak kualifikasi Piala Asia 2027 kali ini Asia Tenggara diwakili oleh sembilan negara. Mereka adalah Filipina, Timor Leste, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Vietnam, Malaysia dan Laos.
Namun sayangnya, tak semua wakil dari Asia Tenggara tersebut akan melaju ke putaran final, imbas beradanya mereka dalam satu grup dengan negara Asia Tenggara lainnya. Seperti misal, di grup A, Filipina harus bersaing dengan Timor Leste.
Kemudian di grup F, tiga negara Asia Tenggara sekaligus berada di sini, yakni Vietnam, Malaysia dan Laos. Dan dengan diberlakukannya aturan bahwa hanya juara grup saja yang bisa lolos ke Arab Saudi, maka adu sikut dipastikan bakal mewarnai perjalanan mereka menuju posisi pemuncak klasemen akhir.
Bahkan, di grup F ini, pada tanggal 10 Juni 2025 besok, Malaysia sudah harus berjibaku dengan Vietnam yang tentu saja sangat tak mudah untuk mereka taklukkan.
Sepertinya, selain aturan AFC yang hanya menyediakan tiket bagi para juara masing-masing grup ke putaran final, keberadaan Vietnam di grup yang sama dengan Malaysia juga menjadi salah satu ketidakberuntungan Pasukan Harimau Malaya di babak kualifikasi Piala Asia 2027 ini ya!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
Terkini
-
Kritik Keras Paradoks Industrialisasi: Bangun Pabrik Bertebaran, tapi Teknologinya Tetap Milik Asing
-
Sinopsis MR: Iyaku Joho Tantosha, Drama Jepang Dibintangi Mukai Osamu
-
Review 'Lucky Strike': Saat Taktik Pura-Pura Mati Jadi Satu-Satunya Jalan Selamat dari Pasukan SS
-
Gonta-Ganti Aplikasi Birokrasi: Gen Z Butuh Efisiensi, Bukan Viral
-
Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian