Timnas Indonesia bakal kembali berjumpa dengan tim kuat Jepang di partai pamungkas babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga. Berbeda dengan pertemuan kedua kesebelasan di bulan November 2024 lalu, pada pertemuan leg kedua ini Timnas Jepang yang akan bertindak sebagai tuan rumah.
Menurut laman AFC, pertandingan kali ini bakal dimainkan pada Selasa (10/5/2025) di Suita City Football Stadium, Jepang. Sehingga, banyak kalangan yang memprediksikan laga kali ini juga akan menjadi milik tim tuan rumah.
Asumsinya sederhana, jika di laga pertama yang dituanrumahi Indonesia saja Jepang mampu menggulung sang empunya stadion dengan empat gol tanpa balas, bagaimana dengan laga kali ini yang dimainkan di kandang mereka? Semisal tidak sebesar kemenangan di laga pertama lalu, tentunya meraih kemenangan atas Indonesia masih menjadi sebuah hal yang cukup logis bukan?
Namun demikian, meskipun laga kali ini dimainkan di kandang Jepang, Timnas Indonesia dipastikan tak akan berpasrah diri untuk menyerah. Dan dengan dinamika yang ditunjukkan oleh kedua kesebelasan belakangan ini, setidaknya ada beberapa alasan yang membuat pertemuan kedua negara kali ini akan berlangsung lebih seru ketimbang laga bulan November lalu.
Kira-kira, apa saja ya? Mari kita bahas bersama!
1. Timnas Indonesia Makin Berkembang
Satu hal yang pastinya membuat pertandingan kali ini akan lebih seru adalah karena Timnas Indonesia saat ini tengah berkembang pesat kekuatannya. Selama rentang kurang lebih enam bulan pasca kekalahan empat gol tanpa balas dari Jepang, skuat Garuda kedatangan para pemain yang memiliki kualitas cukup baik.
Melansir laman match report transfermarkt.com, pada pertandingan pertama lalu, belum ada nama-nama pemain seperti Ole Romeny, Joey Pelupessy, maupun Dean James. Dan saat ini, seperti yang kita ketahui bersama, dari ketiga nama tersebut, dua di antaranya yakni Ole Romeny maupun Joey Pelupessy menjadi pemain andalan dalam tim.
Keberadaan Joey Pelupessy di lapangan tengah Indonesia membuat lini kedua pasukan Garuda menjadi lebih stabil, sementara kehadiran Ole Romeny di jantung penyerangan, membuat lini serang Pasukan Merah Putih menjadi semakin garang.
2. Timnas Jepang Turunkan Skuat Muda
Sebelum bergulirnya matchday kesembilan lalu, Hajime Moriyasu sang pelatih Timnas Jepang menyatakan bahwa dirinya akan membawa para pemain muda untuk melakoni dua matchday tersisa di ronde ketiga ini.
Dan benar saja, dalam rilisan daftar pemain yang diumumkan oleh JFA, para pemain eks Timnas Olimpiade Jepang menjadi mayoritas dalam skuat yang dipersiapkan oleh Moriyasu.
Uniknya, keberadaan para pemain muda dalam skuat Jepang kali ini juga membuat laga melawan Indonesia ini bakal lebih seru. Pasalnya, jika sama-sama menggunakan tim senior kekuatan kedua negara ini dapat dikatakan "jomplang", maka tidak demikian halnya ketika Jepang menurunkan para pemain mudanya.
Dengan asumsi kasar kekuatan Timnas Indonesia senior relatif mampu mengimbangi anak-anak muda Jepang saat ini, maka besar kemungkinan pertarungan kali ini akan berlangsung relatif seimbang dan lebih seru karena terkikisnya gap kualitas antara Indonesia dan Jepang senior.
3. Tak Ada Tekanan untuk Lolos
Pada pertandingan kali ini, baik Indonesia maupun Jepang sudah tak memiliki tendensi apapun. Indonesia sudah memastikan tiket ke ronde keempat kualifikasi pasca menenggelamkan China di matchday kesembilan lalu. Sementara Jepang, sudah sejak Maret kemarin lolos ke putaran final Piala Dunia tahun depan.
Tak adanya tendensi maupun tekanan dalam pertandingan, tentunya membuat psikologi dan mental bermain kedua kesebelasan tak akan terbebani. Dengan demikian, kemampuan terbaik setiap pemain pun berpotensi akan terlihat dalam pertandingan ini.
Imbasnya adalah, sebuah pertandingan yang seru akan tersaji karena mental para pemain yang tak terbebani dengan target apapun. Karena, mau menang ataupun kalah, sudah tak lagi berpengaruh apa-apa bagi mereka.
Itulah tiga alasan mengapa pertarungan antara Indonesia dan Jepang kali ini akan lebih seru daripada pertemuan pertama lalu. Sudah tak sabar untuk menyaksikannya bukan?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Stadion GBK Makin Ramah Disabilitas, Tuai Pujian di Laga Timnas Indonesia vs China
-
'Dapat Piring', Pratama Arhan 4 Kali Dicoret Patrick Kluivert
-
Termasuk Rizky Ridho, Ini 6 Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret Lawan Jepang
-
3 Pemain Timnas Indonesia yang Berpotensi Membuat Jepang Merana, Ole Romeny Cetak Gol Lagi?
-
Breakingnews! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia Lawan Jepang Sore Ini
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
SPYAIR Resmi Rilis Album BEST OF ANIME: 16 Years of SPYAIR Anime
-
Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?
-
Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi
-
Cari Kerja Susah Malah Disuruh Wirausaha, Dikira Dagang Gak Pakai Duit?
-
My Tomorrow, Your Yesterday: Ketika Hari Pertama Kita Jadi Hari Terakhirnya