Musim 2024/2025 menjadi salah satu periode penuh ujian bagi PSM Makassar. Namun di tengah segala keterbatasan, skuad asuhan Bernardo Tavares justru mampu mencatatkan hasil yang lebih baik dari musim sebelumnya.
Dalam kompetisi domestik, Pasukan Ramang sukses mengakhiri kompetisi BRI Liga 1 di posisi enam klasemen akhir. Sebuah peningkatan signifikan bila dibandingkan dengan musim lalu, di mana mereka berakhir pada posisi ke-11.
Tentu capaian ini tidak datang dengan mudah. Melansir laman ligaindonesiabaru.com, Tavares menyebut timnya harus menjalani banyak pertandingan dalam status sebagai tim musafir hampir sepanjang musim.
“Saya mengapresiasi kerja keras semua pemain musim ini. Juga dukungan suporter yang setia mendukung para pemain,” ujar Tavares, sebagaimana dikutip dari pada Senin (9/6/2025).
Ia menambahkan, “Kami seperti tim away di setiap pertandingan. Banyak pemain silih berganti cedera dan kami kehilangan sejumlah pemain kunci di awal musim.”
Tak hanya berjuang di kompetisi dalam negeri, PSM Makassar juga tampil meyakinkan di panggung internasional. Berbeda dengan musim sebelumnya yang berakhir di fase grup AFC Cup, kali ini mereka melangkah hingga semifinal ASEAN Cup.
“Dalam pendapat saya ini adalah musim yang bagus. Kami ada di top six klasemen dan mencapai semi final ASEAN Cup,” tambah pelatih asal Portugal tersebut.
Bernardo Tavares yang membawa PSM juara Liga 1 pada musim 2022/2023, menyebut performa tim asuhannya di musim ini sebagai hasil dari konsistensi dan semangat pantang menyerah para pemain.
Jika ditilik dari data performa, PSM Makassar meraih 13 kemenangan, 14 hasil imbang, dan 17 kekalahan. Jumlah kemenangan itu meningkat dibanding musim sebelumnya yang hanya mencatatkan 11 kemenangan dari total 34 laga.
Tarik Puluhan Ribu Penonton, Magis Stadion Gelora BJ Habibie Tahun Depan Sangat Dinantikan
Meski sempat lama berstatus musafir, kerinduan suporter akhirnya terjawab pada pekan ke-26 BRI Liga 1 2024/2025. PSM Makassar akhirnya pulang ke Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, setelah renovasi selesai.
Wajah baru stadion ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari para suporter. Kapasitasnya memang hanya sekitar 8.000 kursi, tapi atmosfernya begitu hidup.
Pada laga perdana usai renovasi, yakni saat menjamu Persebaya Surabaya, tiket langsung ludes terjual. Tercatat 7.715 penonton hadir langsung mendukung tim kebanggaan mereka.
Sepekan berselang, giliran Cong Anh Hanoi datang bertandang dalam laga semifinal leg pertama ASEAN Cup. Jumlah penonton yang hadir nyaris menyamai pertandingan sebelumnya, yakni 7.176 orang.
Namun jumlah itu sempat menurun ketika PSM menjamu Semen Padang FC di pekan ke-28. Laga tersebut digelar bukan di akhir pekan, sehingga hanya dihadiri 3.993 penonton.
Atmosfer kembali meriah tatkala Pasukan Ramang menjamu Bali United di pekan ke-30. Sebanyak 6.182 penonton datang langsung menyaksikan duel sengit tim dari dua ujung Indonesia.
Di pekan ke-32, jumlah penonton kembali menurun menjadi 2.446 orang saat melawan Malut United FC. Meski begitu, partisipasi fans tetap terasa kuat hingga laga penutup musim saat menghadapi Persita Tangerang, yang dihadiri 3.480 penonton.
Jika dijumlahkan, total kehadiran penonton selama enam laga kandang di Parepare mencapai 30.992 orang. Ini membuktikan magnet besar dari klub yang telah menorehkan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.
Musim depan, jumlah tersebut dipastikan meningkat seiring rencana PSM untuk menggunakan Stadion Gelora BJ Habibie sebagai homebase penuh. Magis Parepare diyakini akan terus menyala.
Bernardo Tavares pun tentu berharap dengan kembalinya dukungan penuh dari publik Parepare, performa timnya bisa lebih stabil dan kompetitif. Meskipun badai cedera, perpindahan pemain, hingga jadwal padat mengiringi sepanjang jalan terjal mereka musim ini, semangat PSM Makassar terbukti tak redup.
Baca Juga
-
Final ASEAN Futsal: Suoto Jamin Timnas Indonesia Tak Minder Hadapi Thailand
-
Akui Kelalaian, Fantagio dan Cha Eun Woo Minta Maaf soal Kontroversi Pajak
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
PSSI Buka Suara soal Kasus 'Paspor Gate', Naturalisasi Pemain Tetap Sah?
-
John Herdman Dinilai Terapkan Gaya Baru untuk Timnas Indonesia
Artikel Terkait
Hobi
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
Terkini
-
5 Film Baru Sambut Akhir Pekan, Ada Salmokji dan Devil Wears Prada 2
-
4 Sunscreen Spray yang Bisa Dipakai di Atas Makeup, No Geser-No Ribet!
-
Negara Sibuk Urus Minat Baca, tapi Lupa Membangun Ruang untuk Saling Bicara
-
Diisi Para Aktor Ternama, Netflix Produksi Film Politik Baru The Generals
-
Review Jujur Dilan ITB 1997: Apakah Layak Ditonton atau Hanya Mengandalkan Nostalgia?