Beberapa waktu lalu, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg telah mengumumkan daftar awal pemain untuk bergabung di skuat Garuda Muda. Menyadur laman Suara.com (16/6/2025), sejumlah 30 nama telah dipilih oleh pelatih berdarah Belanda tersebut untuk menjalani pemusatan latihan di Jakarta sebelum diterjunkan ke kompetisi yang sebenarnya, yakni Piala AFF U-23 pada pertengahan bulan Juli mendatang.
Nama-nama yang dipanggil oleh pelatih Vanenburg pun bukan nama sembarangan. Nama-nama yang ada, sebagian besar merupakan pemain yang telah malang melintang di berbagai kelompok Timnas Indonesia, seperti di Timnas Indonesia U-19, Timnas Indonesia U-20, maupun Timnas Indonesia U-23.
Dapat dikatakan, skuat yang dikumpulkan oleh Gerald Vanenburg kali ini adalah perpaduan dari para pemain Timnas Indonesia berbagai kelompok umur, dipadukan dengan para pemain potensial dan tampil apik bersama klubnya masing-masing.
Sehingga tak mengherankan jika pada akhirnya, pada kumpulan tersebut terdapat para pemain yang selama ini dikenal sebagai leader di angkatannya masing-masing. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah, kira-kira siapa yang layak untuk menjadi kapten di Timnas Indonesia U-23 saat ini? Mengingat banyaknya leader di dalam barisan penggawa yang dipanggil oleh Gerald Vanenburg tersebut.
Sebelum, coach Gerald memutuskan untuk memberikan kepada siapa ban kapten timnya nanti, kali ini kita coba sedikit analisis, kira-kira siapa yang pantas untuk menjadi kapten di Pasukan Garuda Muda nanti.
1. Muhammad Ferarri
Nama pertama yang tentunya layak untuk menjadi kapten di Timnas Indonesia U-23 adalah Muhammad Ferarri. Dibandingkan dengan para pemain lain di skuat Garuda Muda saat ini, Ferarri merupakan pemain yang paling pengalaman, baik di level kelompok umur maupun di level senior.
Laman transfermarkt mencatat, hingga saat ini Ferarri telah memainkan 7 pertandingan bersama Timnas senior, dan mendonasikan 2 gol bagi skuat Garuda. Pengalaman kepemimpinannya pun cukup teruji, di mana pada level Timnas Indonesia U-20, pemain berusia 22 tahun ini juga kerap dipercaya untuk memimpin rekannya saat bertarung di lapangan.
Dengan usia yang terbilang paling senior dan paling banyak pengalaman, tentunya Vanenburg akan memprioritaskan Ferarri sebagai leader di Timnas Indonesia U-23 jika dirinya tak mendapatkan halangan untuk bermain.
Nama kedua yang layak untuk menjadi kapten di Timnas Indonesia U-23 nanti adalah pemain Persija Jakarta, Dony Tri Pamungkas. Bukannya tanpa alasa, pemain yang menjadi bagian dari skuat juara Piala AFF U-19 pada tahun 2024 lalu tersebut sudah terbiasa dengan jabatan tersebut selama berada di Timnas Indonesia U-20.
Sama halnya seperti Ferarri, pemain berusia 20 tahun ini pun juga telah merasakan menit bermain untuk Pasukan Garuda Senior. Menyadur laman transfermarkt.com, pemain yang beroperasi di sektor kiri pertahanan tersebut telah memainkan 4 pertandingan di level senior.
Namun yang menjadi permasalahan adalah, jika dibandingkan dengan Ferarri, Dony Tri Pamungkas memiliki usia yang lebih muda, dan pengalaman di Timnas yang belum sekenyang Ferarri. Jadi, bisa saja hal ini menjadi sebuah pertimbangan tersendiri bagi Vanenburg untuk menjadikan Dony Tri sebagai kapten kedua timnya.
Sejatinya, selain Muhammad Ferarri dan Dony Tri Pamungkas, masih terdapat nama-nama lain yang berpotensi untuk menjadi kapten di tubuh skuat Garuda Muda ini. Seperti contoh, ada bek tangguh sekelas Kadek Arel, kemudian juga ada Hokky Caraka, pemain muda yang kerap dipanggil ke Timnas Indonesia senior, atau bahkan Arkhan Fikri yang juga sudah memiliki kematangan dalam bermain di usia muda.
Namun, jika melihat dari kaca mata obyektifitas, untuk saat ini tentunya Ferarri masih yang terdepan untuk menjadi skipper di Timnas Indonesia U-23 di gelaran terdekat. Bagaimana pendapat teman-teman?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Jay Idzes Kemahalan, Udinese Akhirnya Kibarkan Bendera Putih
-
Siapa Pemain Termahal di Timnas Indonesia U-23?
-
Tak Seperti Ambisi Timnas Indonesia, Target Malaysia di Piala AFF U-23 2025 Lebih Rendah
-
Alfeandra Dewangga Resmi Berseragam Persib, Buka Jalur Cepat Menuju Timnas?
-
Jay Idzes Pamerkan Jersey Pemain Keturunan Rp86,91 Miliar
Hobi
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
-
Asian Games 2026: 28 Tahun Menanti, Bulu Tangkis Indonesia Raih Emas Beregu
-
Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?
-
Sakit Misterius, Joan Mir Absen Sampai MotoGP Indonesia 2026
Terkini
-
Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?
-
Ulasan Novel Akan Kulintasi Dunia Untukmu: Surat yang Menjembatani Dua Masa
-
Review Film Avengers: Endgame Encore, Sajian Spesial Penyambung Babak Baru
-
Dua Anime Asal Jepang Masuk Nominasi International Emmy Awards 2026
-
Ilusi Mampu Mencicil: Saat Kemudahan Paylater Menguji Kontrol Diri