Ducati Lenovo kembali menjadi salah satu tim paling disorot di MotoGP 2026. Mengandalkan duet juara dunia Marc Marquez dan Pecco Bagnaia, tim pabrikan asal Italia itu menjalani paruh pertama musim dengan berbagai cerita menarik.
Seperti yang kita lihat sejak seri pertama lalu, pabrikan asal Italia ini cenderung tertinggal dari Aprilia. Cedera yang dialami Marc Marquez musim lalu, serta performa Pecco Bagnaia yang tak kunjung meningkat menjadi sebab utamanya.
Meski kedua pembalap mereka menghadapi tantangan berbeda, Ducati selalu berusaha mempertahankan daya saingnya di papan atas dengan memberi motor terbaik untuk Pecco dan Marc.
Marc Marquez Berusaha Bertahan
Marc Marquez tampil sebagai ujung tombak Ducati sepanjang paruh pertama musim. Pembalap asal Spanyol itu beberapa kali mempersembahkan kemenangan, baik pada sprint race maupun balapan utama.
Marc sempat mengalami kecelakaan mengerikan di sprint race GP Prancis yang membuat kakinya cedera, sekaligus memperparah cedera bahunya musim lalu. Alhasil, Marc harus absen di sesi balap utama GP Prancis dan seluruh rangkaian GP Catalunya.
Kendati demikian, dia mampu bangkit di GP Hungaria dengan menyapu bersih kemenangan di sesi sprint dan main race. Selain itu, Marc kembali berjaya di GP Jerman, sirkuit yang selama ini terkenal sebagai favoritnya.
Pembalap bernomor 93 tersebut menggunakan strategi bertahan di sirkuit yang bukan keahliannya dan memaksimalkan performa ketika balapan di sirkuit kesukaannya.
Saat ini, Marc berhasil menduduki posisi 3 klasemen sementara dan masih sangat berpeluang untuk bersaing merebut gelar juara dunia.
Pecco Bagnaia yang Mencoba Bangkit
Sementara itu, Pecco Bagnaia memang belum menunjukkan performa yang superior seperti musim-musim sebelumnya.
Meski mengaku masih mencari solusi atas masalah cengkeraman ban belakang yang mengganggu sejak awal musim, pembalap Italia tersebut selalu berusaha bersaing dengan para rival di barisan depan.
Hasilnya, Pecco beberapa kali naik podium dan meraih kemenangan di sesi sprint race GP Ceko.
Davide Tardozzi Optimis
Marc Marquez yang berada di posisi 3 klasemen sementara masih berada dalam lingkup persaingan perebutan gelar juara dunia, sedangkan Bagnaia memiliki peluang memperbaiki posisinya apabila mampu mengatasi masalah teknis yang selama ini menghambat performanya.
Manajer Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, tampaknya juga senang dengan kebangkitan dua pembalapnya setelah masalah-masalah yang dialami timnya di awal musim lalu.
“Paruh pertama musim ini diwarnai dengan pasang surut. Awalnya kami tidak memulai dengan baik karena beberapa insiden. Pecco tidak tampil sebaik yang seharusnya, tetapi setelah beberapa balapan, kami berhasil sedikit meningkatkan performa motor kami dibandingkan para pesaing, dan saya yakin Pecco serta Marc telah meraih hasil yang baik dengan sedikit keberuntungan tambahan,” ujar Tardozzi, dilansir dari laman GPOne.
Melihat rivalnya, Aprilia, yang memiliki pembalap-pembalap handal, Tardozzi pun yakin dengan kemampuan kedua pembalapnya. Pada paruh kedua MotoGP 2026 ini, Tardozzi optimis bahwa timnya masih memiliki modal besar untuk bersaing memperebutkan gelar.
"Saya pikir Marc dan Pecco masih memiliki peluang untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Segala sesuatu bisa terjadi di paruh kedua tahun ini,” tambahnya.
Masih ada 11 balapan yang akan dilalui dan apapun bisa terjadi, dengan kualitas kedua pembalap serta kekuatan motor Desmosedici GP, Ducati tetap menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai hingga akhir musim 2026.
Lantas menurut kalian, apakah Pecco Bagnaia atau Marc Marquez bisa mengembalikan kedudukan Ducati sebagai tim terkuat di MotoGP dengan memenangkan gelar?
Baca Juga
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
-
Twibbon Maba Pakai Video Lucu: Anak Muda Sekarang Tak Mau Terlalu Serius
-
Jadi Duta Kecelakaan di MotoGP, Kegagalan Joan Mir Disebabkan oleh Honda?
Artikel Terkait
-
Pindah ke Honda, Ini Perjalanan Fabio Quartararo Selama 7 Tahun di Yamaha
-
Sisa Setengah Musim, Ini 5 Transfer Pembalap Paling Heboh di MotoGP
-
Fabio Quartararo Gabung Honda, Separuh Kursi MotoGP 2027 Sudah Terisi
-
Tak Perlu Jadi Juara Dunia, Raih Peringkat Ketiga Sudah Cukup Bikin Inggris Catat Sejarah Besar!
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
Hobi
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
-
Jujur! Jorge Martin Akui akan Menangis Jika Gagal jadi Juara Dunia MotoGP
Terkini
-
Kembalinya Heiji Hattori dan Kasus Uang Palsu Warnai Spesial 30 Tahun Detective Conan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?