Berbeda dengan laga FIFA matchday pertama bulan September yang diakhiri oleh Timnas Indonesia dengan berpesta enam gol ke gawang China Taipei, laga kedua yang dijalani oleh Pasukan Merah Putih melawan Lebanon berakhir dengan hasil imbang tanpa gol.
Hasil ini sendiri sejatinya dapat dikatakan cukup mengecewakan. Karena selain berkomposisikan materi pemain yang lebih unggul, pada laga yang berlangsung di Gelora Bung Tomo, Surabaya Provinsi Jawa Timur tersebut Jay Idzes dan kolega berhasil menguasai jalannya pertandingan.
Bukan hanya itu, hasil imbang yang didapatkan oleh Pasukan Merah Putih dari tamunya asal kawasan Asia Barat tersebut juga menunjukkan minimnya taktik yang dimiliki oleh sang pelatih, Patrick Kluivert.
Pasalnya, dalam 90 menit permainan berjalan, Patrick Kluivert kedapatan hanya memainkan dua skema saja di pertandingan tersebut. Bahkan, jika boleh dikatakan, dua pakem permainan ini cenderung dipaksakan oleh sang pelatih untuk menembus pertahanan Lebanon, meskipun dua cara tersebut tidak efektif.
Apa sajakah itu?
1. Memaksakan Umpan Silang dengan Bola-Bola Atas
Skema permainan pertama yang cenderung dipaksakan oleh Patrick Kluivert di laga tersebut adalah skema umpan silang yang cenderung dipaksakan.
Baik Dean James di sisi kiri permainan Indonesia, maupun Miliano Jonathans di sektor kanan permainan Garuda yang sejatinya bermain sebagai inverted winger, serta pemain-pemain lain yang beroperasi di sayap kerap melepaskan crossing lambung ke jantung pertahanan Lebanon.
Meskipun beberapa kali menciptakan peluang, namun skema ini tak efektif karena seperti yang kita lihat bersama, kiriman-kiriman itu terhenti hanya di batas penciptaan peluang saja, tak sampai menjadi gol.
Namun demikian, pelatih Patrick Kluivert tetap memaksakan skema ini sedari awal hingga usainya pertarungan yang dimainkan.
2. Berorientasi pada Penyerangan Lewat Sisi Lapangan
Selain memaksakan umpan silang dengan bola-bola atas ke jantung pertahanan Lebanon, taktik kedua yang juga dipaksakan oleh Patrick Kluivert adalah menyerang melalui sisi permainan.
Memang hal ini tak salah untuk dilakukan karena Timnas Indonesia sendiri memang dikenal memiliki para pemain sayap maupun fullback yang memiliki kecepatan untuk menusuk.
Namun sayangnya, ketika skema ini tak berhasil, Patrick Kluivert tak juga mengubah strategi permainannya ini.
Dan yang paling tak sesuai adalah, meskipun dirinya memasukkan pemain yang memiliki kemampuan untuk melakukan penyerangan dari tengah lapangan seperti Marselino Ferdinan maupun Eliano Reijnders, skema menyerang dari sisi lapangan tersebut masih saja dipaksakan oleh sang pelatih.
Setelah pertarungan melawan Lebanon ini, tentunya kita berharap agar taktik dan strategi yang dimiliki oleh Patrick Kluivert bisa semakin bervariasi. Mengingat, lawan yang dihadapi di bulan Oktober nanti, levelnya masih berada di atas Lebanon yang mereka hadapi kemarin.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas
-
Nasib Bahasa Indonesia di Akar Rumput: Bersandar Enam Jam Sepekan, Tergerus Masifnya Konten Tayangan
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
Artikel Terkait
-
Timnas Gagal Lolos Piala Asia U-23, Gerald Vanenburg Justru Singgung STY
-
Tidak Kalah di FIFA Matchday, Ranking FIFA Timnas Indonesia Justru Anjlok
-
Penyebab Ranking FIFA Timnas Indonesia Anjlok Parah Hari Ini
-
Gerald Vanenburg Dipecat? Nasibnya di Tangan Alexander Zwiers
-
Kenapa Erick Thohir Tak Banyak Kritik Gerald Vanenburg usai Timnas Indonesia U-23 Gagal Total?
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru