Timnas Indonesia U-23 harus mengakhiri perjuangannya di Kualifikasi Piala Asia 2026 dengan hasil mengecewakan. Kekalahan 0-1 dari Korea Selatan membuat skuad muda Garuda gagal melaju ke putaran final.
Menanggapi hal ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa tanggung jawab evaluasi menyeluruh atas kegagalan Timnas Indonesia U-23 telah ia limpahkan kepada Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.
Pertandingan terakhir Grup J yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (9/9/2025), menjadi penentu nasib Timnas U-23. Meski tampil dengan penguasaan bola mencapai 59 persen, Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan lewat gol cepat Hwang Do-yun di menit ke-6.
Hasil akhir membuat Indonesia finis sebagai runner-up grup dengan koleksi empat poin dari satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Sayangnya, perolehan tersebut belum cukup untuk mengamankan tiket sebagai salah satu dari empat runner-up terbaik yang berhak melaju ke putaran final.
Erick Thohir sendiri menilai bahwa kekalahan dari Korea Selatan adalah 'kekalahan yang terhormat' mengingat lawan memiliki rekam jejak yang impresif di babak kualifikasi. Korea Selatan selalu mencatat kemenangan telak di pertandingan sebelumnya, dan hanya kebobolan satu gol selama babak grup.
Kegagalan ini tentu menjadi tamparan, mengingat pada edisi sebelumnya tahun 2024, Timnas Indonesia U-23 sempat menjadi kejutan besar dengan menembus semifinal dan tampil mengesankan sebagai kuda hitam. Kini, realita berbeda harus dihadapi dengan kepala tegak.
Erick Thohir Limpahkan Tanggung Jawab Evaluasi ke Dirtek PSSI
Melihat hasil yang tak sesuai harapan ini, Erick Thohir mengambil langkah dengan memberikan mandat evaluasi menyeluruh kepada Direktur Teknik PSSI. Ia menyampaikan bahwa bukan hanya hasil pertandingan yang akan ditinjau, tetapi juga proses dan persiapan ke depan bagi Timnas Indonesia U-23.
“Saya rasa kita kalah terhormat. Nanti saya akan meminta direktur teknik untuk meninjau semuanya, tidak hanya hasil hari ini tetapi juga persiapan ke depan,” ujar Erick usai pertandingan melawan Korea Selatan, mengutip Antara News pada Rabu (10/9/2025).
Keputusan Erick untuk melibatkan direktur teknik sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam evaluasi menyeluruh juga menjadi sinyal bahwa PSSI akan fokus membenahi struktur pembinaan dan perencanaan jangka panjang. Evaluasi tidak hanya ditujukan pada pelatih maupun pemain, tetapi menyeluruh dari hulu ke hilir.
Namun demikian, keputusan ini tidak serta-merta meredam kritik dari publik. Banyak suara yang mempertanyakan berbagai kebijakan Erick selama memimpin PSSI, termasuk keputusan kontroversial pemecatan pelatih Shin Tae-yong yang sebelumnya membawa Timnas Indonesia mencetak sejarah.
Sejumlah pihak menilai bahwa pemecatan Shin turut berkontribusi pada ketidakstabilan tim, termasuk dalam persiapan Timnas U-23 menuju kualifikasi ini. Apalagi, Shin dikenal sebagai pelatih yang membawa perubahan besar pada performa timnas di berbagai level usia.
Keputusan untuk memberikan tanggung jawab evaluasi kepada direktur teknik sekaligus menjadi bentuk langkah konkret bahwa PSSI tidak menutup mata terhadap kekurangan yang ada. Namun, jalan panjang masih terbentang jika Indonesia ingin kembali menjadi kekuatan di level Asia.
Kegagalan Timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia 2026 menjadi pelajaran penting bagi semua pihak, mulai dari federasi, pelatih, hingga sistem pembinaan nasional.
Dengan Erick Thohir yang melimpahkan tanggung jawab evaluasi kepada direktur teknik PSSI, diharapkan akan ada langkah-langkah perbaikan menyeluruh untuk masa depan Timnas Indonesia U-23 dan seluruh ekosistem sepak bola nasional.
Baca Juga
-
Ekonomi Sirkular Jadi Solusi Atasi Sampah Menumpuk, Efisien Diterapkan?
-
Erick Thohir Ultimatum Timnas Indonesia Jelang Hadapi Mozambik, Ada Apa?
-
Less Waste Bukan Cuma Pilah Sampah, Pencegahan Hulu ke Hilir Masih Tabu?
-
Less Waste Hulu ke Hilir: Mengapa Pencegahan Sampah Harus Jadi Prioritas?
-
Masakan Sering Terbuang, Meal Planning Jadi Solusi Tepat?
Artikel Terkait
-
Daftar Negara yang Lolos ke Piala Asia U-23 2026: Tak Ada Indonesia, AFF Punya 3 Wakil
-
Jalan ke Piala Dunia 2026: 2 Calon Lawan Timnas Indonesia di Babak Playoff Antar Konfederasi
-
Sisi Positif di Balik Kegagalan Timnas Indonesia U-23 dari Korsel
-
Timnas Indonesia U-23 Gagal Lolos, ASEAN Cuma Kirim 2 Wakil ke Piala Asia U-23 2026
-
Mees Hilgers Satu Liga dengan Ronaldo di Arab Saudi, Peluang Ini Terbuka Lebar
Hobi
-
Piala Dunia 2026 Disebut yang Terbesar Sepanjang Masa, Ini Alasannya!
-
Sejarah Baru! Piala Dunia 2026 Gebrak Dunia dengan 3 Tuan Rumah dan 48 Tim Peserta
-
Raih Hasil Positif di FIFA Matchday, John Herdman Bisa Saingi Shin Tae-yong
-
Porsche Sulap Woody dan Buzz Lightyear Jadi Mobil Sport Jelang Toy Story 5
-
Ambisi Besar Macan Kemayoran: Datangkan Shin Tae-yong, Persija Siap Dominasi Liga 1!
Terkini
-
4 Tone Up Cream Rice Water, Solusi Instan untuk Dapatkan Wajah Cerah Merata
-
Ironi Rupiah Rp18.000: Turis Malaysia Borong Barang, Warga Lokal Menjerit
-
Sedotan Kertas Makin Banyak Digunakan, Benarkah Lebih Ramah Lingkungan?
-
Review Teach You a Lesson: Keadilan Datang dengan Cara yang Tidak Biasa
-
Di Bawah Rp1 Juta, FiiO EH13 Punya Fitur yang Ada di Headphone Rp2 Jutaan!